Harga Emas hari ini - Pasar saham global menguat pada awal pekan ini seiring meningkatnya optimisme bahwa penutupan pemerintahan Amerika Serikat akan segera berakhir. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,5%, sementara Nasdaq 100 menguat 0,8%, setelah pemimpin Senat Partai Republik John Thune menyebut kesepakatan untuk mengakhiri shutdown selama 40 hari "mulai terbentuk". Sejumlah senator Demokrat dikabarkan siap mendukung rancangan tersebut jika detail akhir dapat disepakati.Sentimen positif juga terlihat di pasar Asia, dengan bursa Korea Selatan memimpin kenaikan. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS naik ke 4,12% karena investor beralih ke aset berisiko, sementara yen Jepang melemah 0,2% terhadap dolar AS. Berakhirnya shutdown diharapkan dapat membuka kembali akses terhadap data ekonomi penting seperti inflasi dan ketenagakerjaan, yang selama ini terhenti dan membuat arah kebijakan The Fed penuh ketidakpastian.
Meski sentimen membaik, pasar masih berhati-hati setelah penurunan tajam saham teknologi pekan lalu menimbulkan kekhawatiran soal valuasi yang terlalu tinggi. Analis menilai, kembalinya rilis data ekonomi akan memberi kejelasan lebih bagi The Fed dalam menentukan langkah suku bunga berikutnya. Namun, beberapa pejabat Fed masih menunjukkan sikap hati-hati terkait pemangkasan suku bunga tambahan.
Di pasar komoditas, harga emas bergerak naik tipis karena investor menimbang pelemahan ekonomi AS dengan kabar kemajuan kesepakatan politik di Washington. Sementara itu, harga minyak cenderung stabil setelah pelaku pasar menilai risiko kelebihan pasokan dan dampak sanksi baru AS terhadap Rusia. - PT Solid
Sumber: Newsmaker.id