2.11.2026

PT Solid Gold | Minyak Naik Lagi, Iran Jadi Pemicu

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat pada Rabu, karena ketegangan di Timur Tengah yang berpusat pada Iran kembali menjadi perhatian utama dan menutupi sinyal kenaikan persediaan minyak di Amerika Serikat. Fokus pasar saat ini lebih condong pada risiko geopolitik ketimbang data stok jangka pendek.

Minyak Brent kembali menembus $69 per barel setelah pada Selasa ditutup sedikit lebih rendah, sementara WTI bertahan di kisaran $64. Pelaku pasar menimbang sejumlah laporan, termasuk kabar bahwa AS sedang mempertimbangkan langkah untuk menyita tanker yang membawa minyak mentah Iran. Ada juga laporan lain yang menyebut AS dapat mengirim kelompok kapal induk tambahan ke kawasan jika negosiasi program nuklir Iran gagal.

Di sisi lain, laporan industri dari American Petroleum Institute (API) menyatakan persediaan minyak mentah AS melonjak 13,4 juta barel pekan lalu. Jika data ini dikonfirmasi oleh angka resmi, kenaikan tersebut akan menjadi yang terbesar secara volume sejak November 2023—yang biasanya memberi tekanan turun pada harga.

Namun, pasar menilai risiko gangguan pasokan masih lebih dominan. Sepanjang tahun ini, minyak mentah sudah naik lebih dari 10%, ditopang rangkaian ketegangan geopolitik, termasuk upaya terbaru AS mendorong kesepakatan terkait program nuklir Iran. Meski pembicaraan awal disebut positif, pelaku pasar khawatir kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu eskalasi—mulai dari potensi serangan AS hingga respons Iran—yang dapat mengancam kelancaran aliran minyak dari anggota OPEC tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga menambah sorotan setelah mengatakan bahwa pimpinan di Teheran “ingin membuat kesepakatan” dan “akan bodoh jika tidak melakukannya,” merujuk pada pernyataannya kepada Fox Business. Trump dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Rabu untuk membahas situasi itu.

Ke depan, trader juga menantikan laporan bulanan OPEC tentang prospek pasar global, disusul analisis International Energy Agency (IEA) pada Kamis. IEA sebelumnya memperingatkan potensi surplus besar tahun ini jika pertumbuhan pasokan melampaui permintaan—faktor yang bisa menjadi penyeimbang di tengah risiko geopolitik.

Pada perdagangan pagi di Asia, Brent kontrak April naik 0,5% ke $69,14 per barel pada 09:33 waktu Singapura, sedangkan WTI kontrak Maret naik 0,5% ke $64,30 per barel. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

2.09.2026

PT Solid | Takaichi Menang Telak, Jepang Masuk Era Baru

 

Harga Emas hari iniPerdana Menteri Sanae Takaichi mencetak kemenangan pemilu yang disebut sebagai yang terbesar di era pascaperang Jepan dan efeknya langsung terasa di pasar. Saham Jepang melesat, imbal hasil obligasi naik, sementara yen bergerak liar—tanda investor bersiap menghadapi periode belanja negara yang lebih agresif.

Partai berkuasa Partai Demokrat Liberal meraih hasil yang luar biasa, setelah sempat terseok pada musim panas lalu. Data penghitungan dari NHK menunjukkan koalisi pemerintah mengamankan 352 kursi di DPR (lower house), jauh di atas mayoritas tipis sebelumnya.

Yang paling mencolok: partai Takaichi sendiri mengunci dua pertiga kursi di parlemen dan mengantongi 316 kursi dari total 465. Dengan “super mayoritas” ini, jalur pemerintah untuk meloloskan undang-undang jadi jauh lebih mulus, termasuk isu sensitif seperti amandemen konstitusi yang bisa memicu perdebatan baru soal arah pertahanan dan identitas pasifisme Jepang.

Kemenangan ini juga terasa personal buat Takaichi. Ia sempat mempertaruhkan jabatannya lewat pemilu dadakan, dengan janji mundur jika koalisinya gagal meraih mayoritas. Taruhan itu justru dibayar mahal oleh lawan politik: tujuh bulan setelah partainya sempat kehilangan kontrol di parlemen, kini ia kembali memegang kendali penuh.

Di pasar, “Takaichi trade” langsung hidup lagi: indeks Nikkei 225 sempat melonjak hingga 5,7%, sementara yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,275%. Investor menilai mandat yang kuat membuka peluang stimulus fiskal lebih besar—bagus untuk saham, tapi biasanya menekan obligasi karena kekhawatiran pembiayaan dan inflasi.

Isu yang paling dipantau adalah rencana pemotongan pajak konsumsi untuk makanan. Takaichi menyebut skema penangguhan dua tahun tanpa menerbitkan obligasi baru, namun mengakui masih perlu pembahasan lintas partai. Estimasi biaya kebijakan ini tidak kecil—sekitar ¥5 triliun per tahun—dan inilah yang membuat pasar obligasi sempat tegang karena sumber dananya belum benar-benar “clear”.

Sementara itu, yen jadi titik sensitif. Komentar Takaichi yang sempat dianggap “menerima manfaat yen lemah” membuat mata uang itu tertekan, sebelum ia bilang pernyataannya disalahartikan dan menegaskan fokusnya ekonomi yang kuat tanpa terguncang kurs. Pemerintah melalui Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyatakan terus memantau pasar, dan pejabat valuta Atsushi Mimura mengaku berjaga dengan sense of urgency—karena pelemahan lebih dalam bisa mendekati level yang dulu pernah memicu intervensi.

Di sisi kebijakan moneter, tantangannya ikut membesar untuk Bank of Japan: yen lemah bisa menambah tekanan inflasi (mendorong kenaikan suku bunga), tapi pengetatan terlalu cepat berisiko mengganggu pemulihan. Bahkan Donald Trump ikut memberi selamat, menambah sorotan global pada kepemimpinan baru Jepang—yang kini terlihat jauh lebih stabil, tapi juga membawa daftar keputusan besar yang bakal diuji pasar sejak awal pekan ini. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

2.06.2026

PT Solid Gold Berjangka | Trump di National Prayer Breakfast: Kabinet Dibela, “Law and Order” Ditegaskan; TrumpRx Resmi Meluncur

 

Harga Emas hari ini - Dalam waktu Indonesia (WIB), pidato Presiden AS Donald Trump yang ramai dibahas pada Jumat, 6 Februari 2026 terjadi dini hari karena acara utamanya berlangsung Kamis, 5 Februari 2026 waktu Washington. Di National Prayer Breakfast, Trump menyampaikan pidato panjang yang banyak keluar dari teks, memadukan pesan keagamaan dengan gaya pidato politik khas kampanye.

Dalam pidatonya, Trump menekankan tema penegakan hukum (law and order) dan kekuatan militer AS, sambil membela sejumlah pejabat kabinet yang belakangan jadi sorotan.

Salah satu poin yang paling menonjol adalah pembelaannya terhadap Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, yang dikritik setelah penembakan fatal oleh petugas federal terhadap dua warga AS dalam protes kebijakan deportasi di Minnesota. Trump menolak desakan agar Noem dicopot, dan mengatakan ia memindahkan penanganan operasi di Minnesota kepada Tom Homan dengan alasan perlu “pendekatan yang lebih lembut”.

Trump juga membela Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard setelah Gabbard terlihat berada di lokasi penggerebekan FBI pada fasilitas pemilu di Georgia—bagian dari rangkaian isu yang kembali mengangkat narasi seputar pemilu 2020. Trump turut memuji Jaksa Agung Pam Bondi, yang menurutnya terlibat dalam penugasan tersebut.

Di bagian lain, Trump menyelipkan pesan luar negeri: ia memperingatkan Hamas agar melucuti senjata atau menghadapi konsekuensi, serta memuji Presiden El Salvador Nayib Bukele terkait kebijakan penjara super-besar yang kerap disorot. Trump juga menyinggung situasi Venezuela dan mengklaim AS “senang” dengan perkembangan terbaru di sana

Meski formatnya acara doa, Trump tetap menyelipkan momen reflektif: ia mengutip ayat tentang “yang murni hatinya” dan bercanda soal apakah ia “memenuhi syarat”, lalu menyinggung peluangnya masuk surga sambil mengakui dirinya “bukan kandidat yang sempurna”.

Masih di hari yang sama (waktu AS), Trump juga tampil dalam acara terpisah di White House untuk meluncurkan TrumpRx.gov, sebuah situs yang diklaim memudahkan akses diskon obat resep dengan harga yang diposisikan setara “most-favored-nation” (MFN) dibanding negara maju lain. Gedung Putih menyebut peluncuran awal mencakup obat dari beberapa produsen, dan cakupan akan bertambah dalam beberapa bulan.

Menurut Reuters, TrumpRx.gov tidak menjual obat secara langsung; situs ini terhubung dengan layanan penghematan resep dan mengarahkan pengguna ke kanal pembelian lain, dengan target besar pada pembeli tunai (cash-paying) yang tidak memakai asuransi—sehingga manfaatnya untuk pasien yang memakai asuransi masih diperdebatkan, termasuk soal apakah pembelian akan dihitung ke deductible.

Efek kebijakan ini juga merembet ke pasar: Reuters melaporkan saham sejumlah perusahaan farmasi Jepang sempat melemah pada perdagangan Jumat pagi di Tokyo setelah peluncuran TrumpRx diumumkan. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

2.04.2026

PT Solid Gold | Aussie Bertahan, PMI Tiongkok Menguat

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) melanjutkan penguatan pada Rabu dan bertahan solid setelah naik lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Sentimen pasar ditopang data aktivitas ekonomi yang membaik, sementara dolar AS masih melemah untuk dua sesi beruntun.

Dorongan pertama datang dari Tiongkok. PMI Jasa Januari naik ke 52,3 dari 52,0 (Desember) dan melampaui ekspektasi 51,8. Karena China adalah mitra dagang utama Australia, perbaikan data di sana cenderung cepat mengangkat sentimen ke AUD.

Dari dalam negeri, data S&P Global menunjukkan lonjakan aktivitas yang lebih kencang. PMI Gabungan (Composite) Australia Januari melesat ke 55,7 dari 51,0, menjadi ekspansi terkuat dalam 45 bulan. PMI Jasa juga naik ke 56,3 dari 51,1, level tertinggi sejak Februari 2022, sekaligus mengonfirmasi sektor jasa masih konsisten berekspansi.

Di sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia baru saja menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 3,85%. Bank sentral menyoroti pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan dan inflasi yang masih “bandel”, sehingga pasar kini mematok peluang sekitar 80% untuk kenaikan lanjutan pada Mei, dengan ekspektasi tambahan pengetatan sekitar 40 bps lagi sepanjang tahun.

Gubernur Michele Bullock menegaskan tekanan inflasi masih terlalu kuat dan proses kembali ke target bisa makan waktu lebih lama. Ia juga menekankan pendekatan yang tetap data-dependent tanpa memberi “janji arah” ke depan—membuat fokus pasar kini mengarah ke rilis data berikutnya, karena itu yang akan menentukan apakah AUD lanjut menguat atau mulai kehabisan bensin. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

2.03.2026

Solid Gold | Perak Rebound ke $81, Pasar Masih Waspada Efek Warsh & Fed

 

Harga Emas hari ini - Harga perak (XAG/USD) memantul di sesi Asia pada Selasa, diperdagangkan di sekitar $81-an per troy ons setelah dua sesi sebelumnya jatuh sangat dalam. Rebound ini lebih mirip “napas dulu” setelah aksi jual besar, bukan tanda tren sudah aman.

Tekanan utama datang sejak Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve. Pasar menilai Warsh cenderung lebih “ketat” dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan—ini biasanya bikin aset seperti perak (yang tidak memberi imbal hasil) jadi kurang menarik dibanding dolar/yield.

Aksi jual perak juga diperparah oleh spekulan China yang buru-buru mengurangi posisi. Tapi di sisi lain, pasar juga ngelirik potensi “buy the dip”: kalau pembeli kembali masuk saat harga diskon, perak bisa dapat bantalan.

Sebelumnya, perak sempat melesat ke rekor (disebut $121,66 pada 29 Januari) karena kombinasi: ketidakpastian geopolitik-ekonomi, kekhawatiran pelemahan nilai mata uang, dan isu independensi bank sentral. Namun ketika tensi mereda—termasuk sinyal komunikasi AS–Iran—permintaan safe haven ikut mendingin. Ayatollah Ali Khamenei juga sempat memperingatkan bahwa serangan AS bisa memicu konflik lebih luas, jadi headline geopolitik masih bisa bikin harga loncat kapan saja.

Dari sisi Fed, komentar pejabat juga bernada hati-hati: Federal Reserve Bank of St. Louis melalui Alberto Musalem menyebut pemangkasan lanjutan belum diperlukan dan level kebijakan dinilai cukup netral, sementara Federal Reserve Bank of Atlanta lewat Raphael Bostic menekankan kesabaran dan kebijakan sebaiknya tetap agak ketat. Kombinasi ini bikin perak rebound, tapi pasar tetap “pasang rem” karena arah suku bunga masih jadi faktor kunci. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

2.02.2026

PT Solid | Kursi The Fed Mau Ganti: Dolar Menguat, Emas Tumbang

 

Harga Emas hari ini - Donald Trump resmi mengumumkan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve pada Jumat, 30 Januari 2026 (waktu AS). Pengumuman ini langsung jadi pemantik volatilitas karena pasar menilai perubahan pucuk pimpinan bank sentral bisa mengubah arah kebijakan, terutama soal suku bunga dan kekuatan dolar.

Warsh direncanakan menggantikan Jerome Powell ketika masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir Mei 2026. Tapi pergantian ini belum otomatis terjadi—Warsh masih harus melewati proses konfirmasi Senat sebelum resmi menduduki kursi tertinggi The Fed.

Di sinilah “bumbu menggigitnya”: proses konfirmasi berpotensi tidak mulus. Senator Republik Thom Tillis disebut mengancam akan menahan proses konfirmasi sampai isu investigasi terkait Powell (soal proyek renovasi gedung The Fed) selesai, yang membuka peluang tarik-ulur politik di Senat.

Dari pihak Trump, narasinya dibungkus optimisme. Trump menyebut Warsh kandidat berkualitas dan bahkan yakin bisa menarik sebagian dukungan Demokrat. Trump juga menepis isu bahwa ia meminta Warsh berjanji soal pemangkasan suku bunga, meski ia tetap menyuarakan harapan suku bunga bisa turun.

Kenapa pasar cepat “nangkep sinyal”? Karena Warsh dipandang membawa gaya kebijakan yang bisa lebih pro-dolar/lebih ketat dibanding skenario yang paling “dovish” yang sempat dibayangkan pasar. Begitu ekspektasi itu muncul, pelaku pasar buru-buru menata ulang posisi—yang biasanya memicu penguatan dolar dan tekanan pada aset yang sensitif terhadap yield.

Efeknya makin kencang karena timing-nya datang setelah reli besar di banyak aset dan posisi spekulatif yang sudah padat. Jadi pengumuman ini bukan sekadar berita politik—tapi jadi “pemicu” buat market yang memang sudah rapuh: begitu satu bata dicabut, yang lain ikut runtuh.

Pengaruh ke harga emas & oil (di tengah emas lagi turun): emas paling cepat terpukul ketika dolar menguat dan pasar mengurangi risiko—itulah yang terlihat setelah pengumuman Warsh, saat emas dan perak mengalami penurunan tajam. Untuk minyak, dampaknya cenderung campuran: dolar yang lebih kuat bisa jadi “rem” harga, tapi minyak juga sangat sensitif pada geopolitik dan pasokan; ketika tensi Timur Tengah mereda sedikit, minyak bisa turun karena premi risiko dilepas (profit-taking). - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

1.30.2026

PT Solid Gold Berjangka | Siapa Pilihan Trump untuk Pimpin The Fed?

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mengumumkan pilihan calon Ketua Federal Reserve pada Jumat pagi, mengakhiri spekulasi yang sudah berbulan-bulan soal siapa pengganti Jerome Powell.

Trump menyebut sosok yang dipilih “tidak akan terlalu mengejutkan” dan merupakan figur yang dikenal luas di dunia keuangan. Ia juga memberi sinyal bahwa kandidatnya adalah orang yang “seharusnya bisa menjabat beberapa tahun lalu.”

Menurut laporan, ada empat nama yang masuk daftar pendek: Direktur NEC Kevin Hassett, Gubernur The Fed Christopher Waller, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, dan eksekutif BlackRock Rick Rieder.

Pemilihan ini penting karena Trump terang-terangan ingin Ketua The Fed berikutnya lebih cepat dan lebih agresif menurunkan suku bunga, sejalan dengan preferensinya mendorong biaya pinjaman lebih rendah.

Proses seleksi disebut dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, yang membantu menyaring kandidat hingga tersisa empat nama final.

Namun, jalan kandidat Trump bisa tidak mulus di Senat. Senator Republik Thom Tillis menyatakan akan menghambat nominee Fed sampai isu penyelidikan terkait renovasi kantor pusat The Fed diselesaikan—yang ikut memicu kekhawatiran soal independensi bank sentral.

Pengumuman ini datang setelah The Fed menahan suku bunga usai sebelumnya melakukan tiga kali pemangkasan di bulan-bulan terakhir 2025, sehingga pasar akan langsung menilai apakah pilihan Trump berpotensi mengubah arah kebijakan moneter ke depan.- PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id