3.10.2026

Solid Gold | Pound Menguat Saat Pasar Kurangi Taruhan Pemangkasan BoE

 

Harga Emas hari ini - GBP/USD naik sekitar 0,3% pada Senin dan mendekati 1,3450, setelah sempat melemah ke area 1,3280 pada sesi awal. Pergerakan harga kemudian berosilasi di sekitar 1,3400, menandakan pasar mulai memasuki fase konsolidasi setelah rebound.

Penguatan pound terjadi ketika pasar memangkas agresif ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England (BoE) menyusul krisis Selat Hormuz. Probabilitas pemangkasan pada bulan ini turun menjadi di bawah 20% dari lebih dari 80% sebelum konflik, sementara kontrak berjangka suku bunga Inggris kini memproyeksikan kurang dari satu kali penurunan 25 bps untuk sisa 2026. Lonjakan biaya energi dinilai berisiko menjaga tekanan inflasi tetap tinggi, sehingga ruang pelonggaran kebijakan dinilai makin sempit.

Dari sisi global, agenda utama pekan ini adalah rilis CPI AS Februari pada Rabu, dengan konsensus memperkirakan inflasi headline 0,3% (MoM) dan 2,4% (YoY). Data ini menjadi penentu arah dolar dan selera risiko, yang pada akhirnya memengaruhi dinamika GBP/USD.

Di Inggris, Kamis akan diisi rilis produksi industri Januari dan pidato Gubernur BoE Andrew Bailey. Jumat menyusul data PDB Inggris Januari yang diperkirakan 0,2% (MoM) dan produksi manufaktur 0,2% (MoM). Dari AS, pasar juga menunggu inflasi PCE inti Januari (diperkirakan 0,4% MoM dan 3% YoY), PDB kuartal IV pendahuluan 1,4% (tahunan), serta indeks sentimen konsumen Michigan (Maret) di 55.

Ke depan, pasar akan memantau dua jalur utama: perkembangan harga energi yang membentuk ekspektasi inflasi dan suku bunga BoE, serta data inflasi AS yang menentukan arah dolar. Kombinasi keduanya akan menjadi pendorong utama volatilitas GBP/USD dalam sisa pekan ini. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

3.09.2026

PT Solid | Hang Seng Anjlok, Shock Inflasi Energi Picu Risk-off Asia

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong dibuka melemah tajam pada Senin(9/3) pagi. Indeks Hang Seng anjlok 705 poin atau 2,7% ke 25.058, membalikkan penguatan sesi sebelumnya setelah futures indeks AS melemah dan bursa regional ikut terkoreksi di tengah guncangan inflasi akibat lonjakan harga minyak.

Lonjakan biaya energi memicu kekhawatiran biaya hidup yang lebih tinggi dan meningkatkan risiko kebijakan moneter tetap ketat—bahkan membuka ruang kenaikan suku bunga di sejumlah negara. Sentimen risk-off pun menguat karena pasar menilai shock energi dapat menahan pemulihan ekonomi dan memperpanjang tekanan inflasi.

Dari sisi geopolitik, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi setelah wafatnya ayahnya. Langkah ini dinilai menegaskan kelompok garis keras tetap dominan, dan disebut memicu respons keras dari Presiden Trump yang menilai perkembangan tersebut “tidak dapat diterima,” mempertebal ketidakpastian di kawasan.

Di Tiongkok, ekuitas turun lebih dari 1%, memutus reli dua hari, seiring deflasi produsen yang berlanjut kembali menyorot lemahnya permintaan. Pelaku pasar relatif mengabaikan data CPI yang naik ke level tertinggi tiga tahun 1,3%, yang dinilai lebih dipicu faktor musiman seperti perjalanan dan belanja Tahun Baru Imlek. Di Hong Kong, pelemahan bersifat luas, dipimpin MMG (-7,5%), Swire Properties (-7,1%), Sun Hung Kai Properties (-6,7%), Cathay Pacific (-6,6%), dan AIA Group (-5,7%). - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

3.06.2026

PT Solid Gold Berjangka | Indeks Dolar Mampu Bertahan di 99!

 

Harga Emas hari ini - Indeks dolar bertahan di sekitar 99 pada Jumat dan berada di jalur menguat lebih dari 1% sepanjang pekan ini, ditopang arus safe haven di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak yang kembali mengguncang pasar keuangan. Permintaan terhadap aset defensif meningkat ketika ketidakpastian geopolitik memperlebar volatilitas lintas aset.

Ofensif AS–Israel terhadap Iran memasuki hari ketujuh, sementara Teheran meluncurkan gelombang baru serangan rudal dan drone di kawasan Teluk. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan ingin memiliki peran dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya, seraya menilai Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi, sebagai pilihan yang kecil kemungkinannya.

Kenaikan harga minyak memperkuat kekhawatiran kebangkitan inflasi global, yang pada gilirannya mendorong pasar menilai Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama cenderung mendukung dolar melalui selisih imbal hasil dan preferensi likuiditas.

Tekanan tersebut paling terasa pada mata uang negara dan kawasan pengimpor minyak, karena kenaikan biaya energi berpotensi memperburuk neraca perdagangan dan menekan prospek pertumbuhan. Dalam kerangka ini, dolar mendapat tambahan dukungan dari penyesuaian ulang posisi investor terhadap risiko stagflasi jangka pendek.

Pasar juga menggeser perkiraan waktu pemangkasan suku bunga The Fed. Ekspektasi pemangkasan berikutnya didorong mundur ke September atau Oktober dari proyeksi sebelumnya pada Juli, sejalan dengan naiknya risiko inflasi berbasis energi dan meningkatnya ketidakpastian dari sisi geopolitik.

Sepanjang pekan ini, penguatan dolar paling menonjol terjadi terhadap euro. Pergerakan tersebut dikaitkan dengan sensitivitas Eropa terhadap energi, mengingat ketergantungan yang tinggi pada pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah, sehingga guncangan harga energi cenderung lebih cepat tercermin pada sentimen dan valuasi mata uang.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau arah konflik dan dinamika harga minyak sebagai pemicu utama volatilitas FX, bersamaan dengan perubahan penetapan harga ekspektasi kebijakan The Fed. Kombinasi risk-off, energi, dan imbal hasil berpotensi tetap menjadi faktor dominan dalam pergerakan dolar dalam waktu dekat. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

3.02.2026

PT Solid | Nikkei Jatuh 2,3%: Jepang Tersungkur

 

Harga Emas hari ini - Bursa saham Jepang melemah tajam pada awal pekan, terseret kekhawatiran pasar soal stabilitas di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak setelah serangan AS dan Israel ke Iran. Sentimen risk-off bikin investor mengurangi posisi di saham-saham yang sensitif terhadap ketidakpastian global.

Tekanan paling berat datang dari sektor keuangan dan maskapai, yang langsung kena imbas saat risiko geopolitik naik dan biaya energi diperkirakan makin mahal. Nomura Holdings anjlok 7,3%, sementara Japan Airlines turun 6,2%.

Di sisi lain, saham energi justru jadi pengecualian. Inpex melonjak 12% karena harga minyak yang menguat memberi prospek pendapatan lebih baik bagi perusahaan eksplorasi migas.

Di pasar valuta, USD/JPY menguat ke 156,43 dari 155,90 pada penutupan bursa Tokyo hari Jumat, menandakan demand dolar naik saat investor cari aset yang dianggap lebih aman. Pada saat yang sama, Nikkei tercatat turun 2,3% ke 57.478,55, dengan pasar terus memantau perkembangan Timur Tengah dan pergerakan minyak. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

2.26.2026

Solid Gold Berjangka | Emas Dekati $5.200, Ini Pemicu Berikutnya!

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melanjutkan reli mereka pada hari Kamis, karena para pelaku pasar mempertimbangkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan dampak tarif AS terhadap perdagangan global. Emas bergerak menuju area $5.200/oz, memperpanjang reli yang telah mencapai hampir 6% dalam enam sesi terakhir, karena pasar global tetap waspada terhadap berita utama yang berisiko.

Dukungan utama datang dari peningkatan tekanan AS terhadap Iran menjelang putaran terbaru pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa. Washington memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 30 entitas yang dituduh mendukung penjualan minyak dan senjata Iran. Langkah ini, ditambah dengan peningkatan pasukan AS di kawasan tersebut, menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi—kondisi yang biasanya mendukung permintaan akan aset aman seperti emas.

Di bidang perdagangan, ketidakpastian meningkat setelah tarif global 10% resmi berlaku pada hari Selasa, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan skema tarif "timbal balik" sebelumnya. Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengatakan Presiden Donald Trump akan menandatangani arahan untuk meningkatkan tarif global menjadi 15% "jika sesuai," mendorong pasar untuk menilai kembali potensi peningkatan tarif terhadap mitra dagang.

Beberapa analis percaya bahwa pergerakan emas saat ini mencerminkan penyesuaian harga karena ketidakpastian tarif dan risiko geopolitik baru. Meskipun tren tetap positif, emas berpotensi memasuki fase konsolidasi dua arah karena pelaku pasar juga harus mempertimbangkan arah kebijakan Fed dan pergerakan dolar. Indeks Dolar Bloomberg sedikit turun, yang juga memberi ruang bagi logam mulia untuk mempertahankan level tertingginya.

Secara umum, emas telah naik hampir 20% tahun ini dan kembali berada di atas $5.000/oz setelah koreksi tajam dari rekor $5.595 pada akhir Januari. Di luar tarif dan geopolitik, kekhawatiran tentang potensi intervensi pemerintah dalam kebijakan Fed juga telah memperkuat narasi lindung nilai. Pada pukul 9:19 pagi waktu Singapura, harga emas spot naik 0,5% menjadi $5.188,76/oz; Perak menguat 0,9% menjadi $89,99, sementara platinum dan paladium juga bergerak lebih tinggi. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id 

2.24.2026

Solid Gold | Hang Seng Jatuh 1,8%, Sentimen Tarif Trump Guncang

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong melemah tajam pada Selasa pagi, dengan Hang Seng turun 489 poin atau 1,8% ke 26.604. Pelemahan ini monokromatik reli 2,5% sehari sebelumnya, setelah Wall Street jatuh semalam akibat menyalakan kebijakan baru dagang AS menyusul tarif global terbaru Presiden Donald Trump pasca putusan Mahkamah Agung.

Pasar mundur dari level tertinggi dua pekan, dengan koreksi merata di berbagai sektor. Saham teknologi turun lebih dari 2% menjelang laporan keuangan Nvidia, sementara sektor konsumen dan keuangan ikut tertekan setelah data lokal menunjukkan tingkat kemiskinan Hong Kong naik ke 3,9% (tertinggi dalam lebih dari tiga tahun) untuk periode tiga bulan hingga Januari. Investor juga menantikan rilis penting pekan ini seperti PDB Q4, inflasi Januari, dan data perdagangan Hong Kong.

Meski begitu, penurunan Hang Seng tertahan oleh penguatan pasar China daratan setelah kembali dibuka pasca libur Imlek. Shanghai Composite yang membaik membantu menahan tekanan, sementara PBoC mempertahankan Loan Prime Rate di rekor terendah untuk bulan kesembilan berturut-turut. Beberapa saham yang paling tertekan antara lain Tencent Music (-4,3%), Laopu Gold (-3,9%), Pop Mart (-3,4%), dan SMIC (-1,8%). - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

2.19.2026

Solid Gold Berjangka | Aussie Naik, Pasar Makin Yakin RBA Bisa Naikkan Bunga

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia menguat setelah data pengangguran yang lebih solid dari perkiraan mendorong pelaku pasar menaikkan peluang kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada Mei.

Pasangan AUD/USD sempat naik hingga 0,4% ke 0,7068, memangkas pelemahan pada Rabu yang terjadi di tengah penguatan dolar AS secara luas. Namun, penguatan Aussie disebut tertahan oleh level opsi besar di sekitar 0,7050 yang akan jatuh tempo pekan depan, menurut seorang pelaku pasar FX di Asia.

Data dari Australian Bureau of Statistics pada Kamis menunjukkan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%, lebih baik dari perkiraan ekonom 4,2%. Angka ini menguatkan persepsi bahwa pasar tenaga kerja Australia masih cukup ketat.

Imbal hasil obligasi Australia tenor tiga tahun yang sensitif terhadap kebijakan moneter melanjutkan kenaikan intraday, naik 6 basis poin ke 4,31%. Pasar kini mematok peluang 88% untuk kenaikan suku bunga pada Mei, naik dari sekitar 80% sebelum data dirilis, berdasarkan data swap yang terkait pertemuan kebijakan.

“Laporan tenaga kerja Australia yang solid, tanpa kenaikan tingkat pengangguran yang masih berada di sisi ketat, seharusnya membantu mengokohkan dukungan AUD di atas level 70 sen AS,” kata Rodrigo Catril, strategist di National Australia Bank (NAB).

NAB menilai AUD kemungkinan besar akan bergerak terbatas dalam kisaran 0,70 hingga 0,75 dolar AS sepanjang 2026, seiring pasar terus menimbang arah kebijakan RBA dan kondisi global.

Sementara itu, indeks dolar Bloomberg cenderung stabil setelah naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada Rabu dan mencatat penguatan harian terbesar bulan ini. Yield US Treasury naik tipis, dengan tenor 10 tahun berada di sekitar 4,09%.

Di pasar mata uang utama, USD/JPY naik 0,1% ke 154,96, sementara EUR/USD naik 0,1% ke 1,1795. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id