2.03.2026

Solid Gold | Perak Rebound ke $81, Pasar Masih Waspada Efek Warsh & Fed

 

Harga Emas hari ini - Harga perak (XAG/USD) memantul di sesi Asia pada Selasa, diperdagangkan di sekitar $81-an per troy ons setelah dua sesi sebelumnya jatuh sangat dalam. Rebound ini lebih mirip “napas dulu” setelah aksi jual besar, bukan tanda tren sudah aman.

Tekanan utama datang sejak Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve. Pasar menilai Warsh cenderung lebih “ketat” dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan—ini biasanya bikin aset seperti perak (yang tidak memberi imbal hasil) jadi kurang menarik dibanding dolar/yield.

Aksi jual perak juga diperparah oleh spekulan China yang buru-buru mengurangi posisi. Tapi di sisi lain, pasar juga ngelirik potensi “buy the dip”: kalau pembeli kembali masuk saat harga diskon, perak bisa dapat bantalan.

Sebelumnya, perak sempat melesat ke rekor (disebut $121,66 pada 29 Januari) karena kombinasi: ketidakpastian geopolitik-ekonomi, kekhawatiran pelemahan nilai mata uang, dan isu independensi bank sentral. Namun ketika tensi mereda—termasuk sinyal komunikasi AS–Iran—permintaan safe haven ikut mendingin. Ayatollah Ali Khamenei juga sempat memperingatkan bahwa serangan AS bisa memicu konflik lebih luas, jadi headline geopolitik masih bisa bikin harga loncat kapan saja.

Dari sisi Fed, komentar pejabat juga bernada hati-hati: Federal Reserve Bank of St. Louis melalui Alberto Musalem menyebut pemangkasan lanjutan belum diperlukan dan level kebijakan dinilai cukup netral, sementara Federal Reserve Bank of Atlanta lewat Raphael Bostic menekankan kesabaran dan kebijakan sebaiknya tetap agak ketat. Kombinasi ini bikin perak rebound, tapi pasar tetap “pasang rem” karena arah suku bunga masih jadi faktor kunci. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

2.02.2026

PT Solid | Kursi The Fed Mau Ganti: Dolar Menguat, Emas Tumbang

 

Harga Emas hari ini - Donald Trump resmi mengumumkan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve pada Jumat, 30 Januari 2026 (waktu AS). Pengumuman ini langsung jadi pemantik volatilitas karena pasar menilai perubahan pucuk pimpinan bank sentral bisa mengubah arah kebijakan, terutama soal suku bunga dan kekuatan dolar.

Warsh direncanakan menggantikan Jerome Powell ketika masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir Mei 2026. Tapi pergantian ini belum otomatis terjadi—Warsh masih harus melewati proses konfirmasi Senat sebelum resmi menduduki kursi tertinggi The Fed.

Di sinilah “bumbu menggigitnya”: proses konfirmasi berpotensi tidak mulus. Senator Republik Thom Tillis disebut mengancam akan menahan proses konfirmasi sampai isu investigasi terkait Powell (soal proyek renovasi gedung The Fed) selesai, yang membuka peluang tarik-ulur politik di Senat.

Dari pihak Trump, narasinya dibungkus optimisme. Trump menyebut Warsh kandidat berkualitas dan bahkan yakin bisa menarik sebagian dukungan Demokrat. Trump juga menepis isu bahwa ia meminta Warsh berjanji soal pemangkasan suku bunga, meski ia tetap menyuarakan harapan suku bunga bisa turun.

Kenapa pasar cepat “nangkep sinyal”? Karena Warsh dipandang membawa gaya kebijakan yang bisa lebih pro-dolar/lebih ketat dibanding skenario yang paling “dovish” yang sempat dibayangkan pasar. Begitu ekspektasi itu muncul, pelaku pasar buru-buru menata ulang posisi—yang biasanya memicu penguatan dolar dan tekanan pada aset yang sensitif terhadap yield.

Efeknya makin kencang karena timing-nya datang setelah reli besar di banyak aset dan posisi spekulatif yang sudah padat. Jadi pengumuman ini bukan sekadar berita politik—tapi jadi “pemicu” buat market yang memang sudah rapuh: begitu satu bata dicabut, yang lain ikut runtuh.

Pengaruh ke harga emas & oil (di tengah emas lagi turun): emas paling cepat terpukul ketika dolar menguat dan pasar mengurangi risiko—itulah yang terlihat setelah pengumuman Warsh, saat emas dan perak mengalami penurunan tajam. Untuk minyak, dampaknya cenderung campuran: dolar yang lebih kuat bisa jadi “rem” harga, tapi minyak juga sangat sensitif pada geopolitik dan pasokan; ketika tensi Timur Tengah mereda sedikit, minyak bisa turun karena premi risiko dilepas (profit-taking). - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

1.30.2026

PT Solid Gold Berjangka | Siapa Pilihan Trump untuk Pimpin The Fed?

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mengumumkan pilihan calon Ketua Federal Reserve pada Jumat pagi, mengakhiri spekulasi yang sudah berbulan-bulan soal siapa pengganti Jerome Powell.

Trump menyebut sosok yang dipilih “tidak akan terlalu mengejutkan” dan merupakan figur yang dikenal luas di dunia keuangan. Ia juga memberi sinyal bahwa kandidatnya adalah orang yang “seharusnya bisa menjabat beberapa tahun lalu.”

Menurut laporan, ada empat nama yang masuk daftar pendek: Direktur NEC Kevin Hassett, Gubernur The Fed Christopher Waller, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, dan eksekutif BlackRock Rick Rieder.

Pemilihan ini penting karena Trump terang-terangan ingin Ketua The Fed berikutnya lebih cepat dan lebih agresif menurunkan suku bunga, sejalan dengan preferensinya mendorong biaya pinjaman lebih rendah.

Proses seleksi disebut dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, yang membantu menyaring kandidat hingga tersisa empat nama final.

Namun, jalan kandidat Trump bisa tidak mulus di Senat. Senator Republik Thom Tillis menyatakan akan menghambat nominee Fed sampai isu penyelidikan terkait renovasi kantor pusat The Fed diselesaikan—yang ikut memicu kekhawatiran soal independensi bank sentral.

Pengumuman ini datang setelah The Fed menahan suku bunga usai sebelumnya melakukan tiga kali pemangkasan di bulan-bulan terakhir 2025, sehingga pasar akan langsung menilai apakah pilihan Trump berpotensi mengubah arah kebijakan moneter ke depan.- PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

1.29.2026

Solid Gold Berjangka | Emas Tembus $5.500, Pasar “Kabur” dari Dolar & Obligasi

 

Harga Emas hari ini - Harga emas kembali bikin heboh setelah melonjak ke rekor baru di atas $5.500 per ons, memperpanjang reli yang sudah super kencang sepanjang awal tahun. Di sesi Asia, emas sempat mencetak puncak baru sebelum bergerak lebih rendah; pukul 08.02 di Singapura, emas disebut berada di sekitar $5.461,98/ons setelah sebelumnya menyentuh rekor intraday. Lonjakan ini terjadi saat dolar AS melemah dan investor makin agresif mencari “aset penyimpan nilai” alternatif.

Dorongan terbesarnya bukan cuma soal inflasi—tapi soal kepercayaan. Banyak investor mulai ragu mengandalkan obligasi pemerintah dan mata uang sebagai “safe haven” utama, sehingga arus dana bergeser ke emas. Reuters juga mencatat reli emas ditopang permintaan safe-haven, ketidakpastian ekonomi-geopolitik, dan momentum pembelian yang terus menguat.

Pasar juga sedang “melihat jauh ke depan” dari keputusan The Fed yang baru saja menahan suku bunga. Fokusnya sekarang bergeser ke arah kebijakan berikutnya—terutama karena isu ketua The Fed berikutnya ikut memanaskan spekulasi: jika kepemimpinan baru lebih dovish, peluang suku bunga turun akan makin terbuka, dan itu biasanya jadi bensin tambahan buat emas (karena emas tidak memberi imbal hasil).

Dari sisi global, tekanan juga datang dari luar AS: gejolak di pasar obligasi (termasuk kekhawatiran fiskal) dan dinamika yen–dolar ikut menambah cerita “lari dari mata uang”. Di saat yang sama, komentar Trump soal dolar serta berbagai risiko geopolitik membuat pasar semakin defensif—dan emas jadi tujuan paling mudah saat volatilitas naik.

Efeknya merembet ke logam mulia lain. Reuters melaporkan perak juga berada dekat rekor/menyentuh rekor di rangkaian reli ini, sementara platinum dan palladium ikut bergerak mengikuti sentimen safe-haven dan pelemahan dolar. Dengan reli yang sudah “parabolik”, pasar biasanya tetap mewaspadai koreksi jangka pendek—tapi selama dolar lemah dan risiko global tinggi, biasnya masih condong ke atas.

 

5 Poin Kesimpulan

Emas melejit karena kombinasi dolar melemah + investor mengurangi posisi di obligasi/mata uang.

Pasar tidak berhenti di keputusan The Fed, tapi menatap arah kebijakan berikutnya.

Spekulasi ketua The Fed baru yang lebih dovish memperkuat taruhan suku bunga turun—positif untuk emas.

Risiko geopolitik dan “krisis kepercayaan” ke aset AS bikin emas makin dilirik.

Perak ikut terangkat dalam reli logam mulia, menandakan demand safe-haven menyebar. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

1.28.2026

Solid Gold | Nikkei Tersandung, Yen Mendadak Menguat

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang melemah pada awal perdagangan, karena penguatan yen membuat pasar waspada soal kekuatan laba emiten. Indeks Nikkei turun sekitar 0,8% ke area 52.893.

Tekanan paling besar datang dari eksportir saham, terutama sektor otomotif dan farmasi. Toyota turun sekitar 2,7%, sementara Daiichi Sankyo melemah sekitar 4,8%. Penguatan yen biasanya membuat pendapatan perusahaan eksportir terlihat “lebih kecil” saat konversi, sehingga investor cepat-cepat mengurangi risiko.

Di pasar valuta, USD/JPY turun tajam ke sekitar 152,53 dari sekitar 154,57 saat penutupan bursa Tokyo sebelumnya. Investor juga menunggu komentar pejabat Jepang soal yen, plus menyusun rencana ekonomi PM Sanae Takaichi jelang pemilu awal Februari—karena arah kebijakan bisa ikut menggerakkan yen dan sentimen saham. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Solid Gold | Dolar Anjlok Jelang Fed, Saham dan Emas Menguat

 

Harga Emas hari ini - Dolar merosot ke level terendah dalam hampir empat tahun, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap mata uang cadangan dunia di tengah pembuatan kebijakan yang tidak dapat diprediksi dari Washington. Pelemahan tersebut memicu reli pada yen, emas, dan saham AS.

Indeks Spot Dolar Bloomberg merosot ke level terendah sejak Februari 2022 karena tanda-tanda dukungan AS untuk meningkatkan yen memperkuat argumen tentang potensi intervensi terkoordinasi untuk mengarahkan dolar AS lebih rendah terhadap mitra dagang utama. Penurunan dipercepat setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia tidak khawatir tentang pelemahan tersebut.

Yen menyentuh level terkuatnya terhadap dolar AS sejak Oktober pada sesi Selasa untuk diperdagangkan sekitar 152 per dolar. Emas, perak, dan minyak mentah — semuanya dihargai dalam dolar — naik dan Indeks S&P 500 ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Sementara indeks berjangka ekuitas untuk beberapa indikator Asia mengalami kenaikan, indeks berjangka untuk Jepang mengalami penurunan karena penguatan yen biasanya menjadi hambatan bagi ekuitas negara tersebut.

Dolar melemah di tengah ketidakpastian kebijakan dari pemerintahan Trump, termasuk ancaman untuk mengambil alih Greenland dan komentar yang menimbulkan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve. Investor menghadapi minggu yang penting, dengan bank sentral akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu dan perusahaan teknologi megakapitalisasi mulai melaporkan pendapatan.

“Pemerintahan Trump mengambil risiko yang diperhitungkan,” kata Win Thin, kepala ekonom di Bank of Nassau 1982 Ltd. “Nilai tukar biasanya menjadi indikator utama dalam menunjukkan ketidaknyamanan pasar terhadap kebijakan dan prospek ekonomi suatu negara, jadi pelemahan dolar ini perlu diperhatikan.” - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

1.26.2026

PT Solid | Emas Tembus $5.000: Kenapa Tiba-tiba Meledak?

 

Harga Emas hari ini - Emas naik melewati $5.000 per ons untuk pertama kalinya, melanjutkan reli kencang karena pasar global makin tidak tenang. Investor mulai menghindari obligasi pemerintah dan mata uang, lalu pindah ke aset “pelindung” seperti emas.

Kenaikan ini terjadi di awal perdagangan Senin, setelah emas melonjak 8,5% minggu lalu. Dorongan besar datang dari dolar AS yang melemah, sehingga harga emas terasa lebih murah bagi pembeli di luar AS.

Indikator dolar Bloomberg turun 1,6%, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak Mei. Saat dolar melemah, logam mulia biasanya lebih mudah naik karena permintaan global ikut terdorong. Di waktu yang sama, perak juga menyentuh rekor baru pada Senin.

Reli emas sekarang makin menegaskan perannya sebagai “termometer ketakutan” pasar. Dalam dua tahun terakhir, harga emas sudah lebih dari dua kali lipat. Setelah mencatat performa tahunan terbaik sejak 1979, emas masih lanjut naik 15% sepanjang tahun ini.

Pemicu utamanya adalah campuran risiko: ketegangan geopolitik yang meningkat, ketidakpastian arah kebijakan, serta kekhawatiran soal stabilitas institusi—yang bikin investor makin memilih strategi “jaga-jaga” dan keluar dari aset berisiko.

Pada 7:22 a.m. di Singapura, emas naik 0,8% ke $5,029.05 per ons. Perak naik 1,7% ke $104.9148. Palladium ikut naik, sementara platinum justru turun. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id