Tampilkan postingan dengan label pt solid gold berjangka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pt solid gold berjangka. Tampilkan semua postingan

3.17.2026

Solid Gold | Yen Melemah, USD/JPY Dekati 158, Intervensi Jepang Jadi Sorotan

 

Harga Emas hari ini - Yen Jepang melemah saat dolar AS menguat, mendorong USD/JPY kembali naik dan diperdagangkan di sekitar 159,40 pada sesi Asia Selasa. Meski begitu, kenaikan pasangan ini dinilai bisa terbatas karena pasar menimbang kemungkinan intervensi pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan yen.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan volatilitas pasar keuangan sedang meningkat dan pemerintah siap merespons bila diperlukan, termasuk di pasar valuta asing. Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa otoritas dapat bertindak jika pergerakan yen dinilai terlalu cepat atau tidak sejalan dengan fundamental.

Dari sisi kebijakan moneter, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyebut inflasi inti secara bertahap bergerak menuju target 2%. Ia menambahkan BoJ akan mengarahkan kebijakan secara tepat untuk mencapai inflasi yang stabil dan berkelanjutan, meski pasar memperkirakan suku bunga akan dipertahankan di 0,75% pada Kamis dengan opsi pengetatan lanjutan tetap terbuka.

Penguatan dolar AS terjadi seiring memudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Kekhawatiran inflasi yang terkait lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah turut mengurangi ruang bagi pelonggaran kebijakan, sehingga mendukung dolar dan menekan mata uang berimbal hasil lebih rendah seperti yen.

Pasar secara luas memperkirakan The Fed menahan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan Rabu, mengacu pada CME FedWatch Tool. Jika suku bunga tetap, hal itu akan menjadi penahanan kedua berturut-turut setelah siklus pelonggaran sebelumnya, sementara fokus pasar tetap pada kombinasi arah kebijakan bank sentral dan potensi langkah otoritas Jepang di pasar valas. - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

3.16.2026

PT Solid | DXY Bertahan di Atas 100!

 

Harga Emas hari ini - Indeks Dolar AS (DXY) tetap di atas level 100,00 dalam perdagangan Asia Senin 16/3, melemah menjadi sekitar 100,20 setelah menyentuh level tertinggi hampir 10 bulan di 100,54 pada sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena permintaan untuk posisi safe-haven mereda.

Pelemahan dolar terjadi setelah laporan bahwa Menteri Energi AS Chris Wright memperkirakan konflik AS-Israel dengan Iran akan berakhir dalam "beberapa minggu ke depan," sebuah skenario pasar yang ditafsirkan berpotensi mengurangi risiko gangguan terhadap aliran energi dan mengurangi tekanan pada harga. Karena keengganan terhadap risiko mereda, dolar AS kehilangan momentum meskipun tetap tinggi pada sesi tersebut.

Aksi harga minyak tetap menjadi pendorong yang bersaing. WTI turun setelah dibuka dengan gap yang lebih tinggi, diperdagangkan di dekat $96,30 per barel pada saat penulisan. Namun, risiko minyak mentah tetap bersifat dua arah di tengah laporan bahwa pasukan AS menargetkan situs militer Iran di Pulau Kharg pada akhir pekan, sebuah pusat penting yang menangani hampir 90% ekspor minyak Iran. Presiden Donald Trump mengatakan infrastruktur minyak tidak terkena serangan, sementara Iran memperingatkan bahwa mereka dapat membalas terhadap fasilitas minyak yang terkait dengan AS di wilayah tersebut.

Fokus geopolitik juga beralih ke Selat Hormuz. Trump meminta negara-negara sekutu termasuk Inggris, Prancis, Tiongkok, dan Jepang untuk membantu mengamankan jalur tersebut, dengan laporan yang menunjukkan potensi pengumuman Gedung Putih dalam beberapa hari mendatang. Secara terpisah, para menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Brussels untuk membahas kemungkinan respons angkatan laut setelah apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai penutupan Selat yang efektif, meskipun pengerahan segera dianggap tidak mungkin.

Pasar sekarang beralih ke keputusan kebijakan Federal Reserve AS yang akan diumumkan pada hari Rabu. Meskipun tidak ada perubahan suku bunga kebijakan yang diharapkan, para pedagang kemungkinan akan mempertimbangkan panduan terbaru untuk sisa tahun ini terhadap implikasi inflasi dari harga energi yang tinggi. Variabel-variabel kunci yang perlu dipantau meliputi kelanjutan kenaikan harga minyak mentah, perkembangan terbaru di Selat Hormuz, dan penekanan The Fed pada risiko inflasi yang didorong oleh energi dibandingkan dengan tren disinflasi yang lebih luas. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

3.12.2026

Solid Gold Berjangka | Emas Melemah Pasca Data Inflasi AS, Harapan Cut Rate Menipis

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melemah pada hari Kamis (12/3) setelah rilis data inflasi bulanan AS membuat prospek pemangkasan suku bunga The Fed terlihat makin kecil, di saat perang di Timur Tengah masih berlarut. Bullion berada di kisaran $5.160-an per ons pada perdagangan awal, setelah turun tipis pada sesi sebelumnya.

Meski inflasi inti AS terpantau relatif terkendali di awal tahun—sebelum konflik pecah—pasar kini lebih fokus pada risiko inflasi ke depan. Lonjakan energi dan ketidakpastian rantai pasok akibat perang membuat kekhawatiran inflasi “forward-looking” meningkat, sehingga peluang The Fed menurunkan biaya pinjaman menjadi lebih sempit. Di Eropa, Uni Eropa juga mengingatkan inflasi kawasan berpotensi melampaui 3% tahun ini.

Konflik AS–Israel vs Iran kini memasuki hari ke-13 dan terus mengganggu produksi serta aktivitas pengilangan minyak di kawasan Timur Tengah. Harga minyak naik untuk hari kedua, karena pasar menilai risiko perang berkepanjangan masih lebih dominan dibanding rilis darurat cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah oleh negara-negara maju. Presiden Donald Trump juga mengisyaratkan kemungkinan menggunakan Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS untuk meredakan harga.

Bagi emas, kombinasi suku bunga yang cenderung bertahan tinggi—yang menjadi hambatan bagi aset non-yielding—serta kebutuhan likuiditas portofolio membuat pergerakannya rentan. Dalam fase volatil seperti ini, emas kerap dijadikan “sumber dana” oleh investor untuk menutup kebutuhan di aset lain. Sejak perang pecah, volume kepemilikan emas di ETF tercatat menurun, meski pada Selasa sempat terlihat arus masuk setelah penurunan pekan lalu menjadi yang terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Walau demikian, emas masih mencatat kenaikan yang kuat sepanjang tahun ini, ditopang perannya sebagai aset lindung nilai saat gejolak geopolitik meningkat. Namun, pergerakan harga belakangan cenderung berombak dan momentum naik terlihat tertahan sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Pada update terakhir, emas spot turun tipis 0,5% di sekitar $5.150,82 per ons. Perak melemah, sementara platinum dan palladium juga bergerak turun. Indeks dolar Bloomberg menguat tipis, menambah tekanan ringan pada logam mulia. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

3.10.2026

Solid Gold | Pound Menguat Saat Pasar Kurangi Taruhan Pemangkasan BoE

 

Harga Emas hari ini - GBP/USD naik sekitar 0,3% pada Senin dan mendekati 1,3450, setelah sempat melemah ke area 1,3280 pada sesi awal. Pergerakan harga kemudian berosilasi di sekitar 1,3400, menandakan pasar mulai memasuki fase konsolidasi setelah rebound.

Penguatan pound terjadi ketika pasar memangkas agresif ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England (BoE) menyusul krisis Selat Hormuz. Probabilitas pemangkasan pada bulan ini turun menjadi di bawah 20% dari lebih dari 80% sebelum konflik, sementara kontrak berjangka suku bunga Inggris kini memproyeksikan kurang dari satu kali penurunan 25 bps untuk sisa 2026. Lonjakan biaya energi dinilai berisiko menjaga tekanan inflasi tetap tinggi, sehingga ruang pelonggaran kebijakan dinilai makin sempit.

Dari sisi global, agenda utama pekan ini adalah rilis CPI AS Februari pada Rabu, dengan konsensus memperkirakan inflasi headline 0,3% (MoM) dan 2,4% (YoY). Data ini menjadi penentu arah dolar dan selera risiko, yang pada akhirnya memengaruhi dinamika GBP/USD.

Di Inggris, Kamis akan diisi rilis produksi industri Januari dan pidato Gubernur BoE Andrew Bailey. Jumat menyusul data PDB Inggris Januari yang diperkirakan 0,2% (MoM) dan produksi manufaktur 0,2% (MoM). Dari AS, pasar juga menunggu inflasi PCE inti Januari (diperkirakan 0,4% MoM dan 3% YoY), PDB kuartal IV pendahuluan 1,4% (tahunan), serta indeks sentimen konsumen Michigan (Maret) di 55.

Ke depan, pasar akan memantau dua jalur utama: perkembangan harga energi yang membentuk ekspektasi inflasi dan suku bunga BoE, serta data inflasi AS yang menentukan arah dolar. Kombinasi keduanya akan menjadi pendorong utama volatilitas GBP/USD dalam sisa pekan ini. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

3.09.2026

PT Solid | Hang Seng Anjlok, Shock Inflasi Energi Picu Risk-off Asia

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong dibuka melemah tajam pada Senin(9/3) pagi. Indeks Hang Seng anjlok 705 poin atau 2,7% ke 25.058, membalikkan penguatan sesi sebelumnya setelah futures indeks AS melemah dan bursa regional ikut terkoreksi di tengah guncangan inflasi akibat lonjakan harga minyak.

Lonjakan biaya energi memicu kekhawatiran biaya hidup yang lebih tinggi dan meningkatkan risiko kebijakan moneter tetap ketat—bahkan membuka ruang kenaikan suku bunga di sejumlah negara. Sentimen risk-off pun menguat karena pasar menilai shock energi dapat menahan pemulihan ekonomi dan memperpanjang tekanan inflasi.

Dari sisi geopolitik, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi setelah wafatnya ayahnya. Langkah ini dinilai menegaskan kelompok garis keras tetap dominan, dan disebut memicu respons keras dari Presiden Trump yang menilai perkembangan tersebut “tidak dapat diterima,” mempertebal ketidakpastian di kawasan.

Di Tiongkok, ekuitas turun lebih dari 1%, memutus reli dua hari, seiring deflasi produsen yang berlanjut kembali menyorot lemahnya permintaan. Pelaku pasar relatif mengabaikan data CPI yang naik ke level tertinggi tiga tahun 1,3%, yang dinilai lebih dipicu faktor musiman seperti perjalanan dan belanja Tahun Baru Imlek. Di Hong Kong, pelemahan bersifat luas, dipimpin MMG (-7,5%), Swire Properties (-7,1%), Sun Hung Kai Properties (-6,7%), Cathay Pacific (-6,6%), dan AIA Group (-5,7%). - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

3.06.2026

PT Solid Gold Berjangka | Indeks Dolar Mampu Bertahan di 99!

 

Harga Emas hari ini - Indeks dolar bertahan di sekitar 99 pada Jumat dan berada di jalur menguat lebih dari 1% sepanjang pekan ini, ditopang arus safe haven di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak yang kembali mengguncang pasar keuangan. Permintaan terhadap aset defensif meningkat ketika ketidakpastian geopolitik memperlebar volatilitas lintas aset.

Ofensif AS–Israel terhadap Iran memasuki hari ketujuh, sementara Teheran meluncurkan gelombang baru serangan rudal dan drone di kawasan Teluk. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan ingin memiliki peran dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya, seraya menilai Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi, sebagai pilihan yang kecil kemungkinannya.

Kenaikan harga minyak memperkuat kekhawatiran kebangkitan inflasi global, yang pada gilirannya mendorong pasar menilai Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama cenderung mendukung dolar melalui selisih imbal hasil dan preferensi likuiditas.

Tekanan tersebut paling terasa pada mata uang negara dan kawasan pengimpor minyak, karena kenaikan biaya energi berpotensi memperburuk neraca perdagangan dan menekan prospek pertumbuhan. Dalam kerangka ini, dolar mendapat tambahan dukungan dari penyesuaian ulang posisi investor terhadap risiko stagflasi jangka pendek.

Pasar juga menggeser perkiraan waktu pemangkasan suku bunga The Fed. Ekspektasi pemangkasan berikutnya didorong mundur ke September atau Oktober dari proyeksi sebelumnya pada Juli, sejalan dengan naiknya risiko inflasi berbasis energi dan meningkatnya ketidakpastian dari sisi geopolitik.

Sepanjang pekan ini, penguatan dolar paling menonjol terjadi terhadap euro. Pergerakan tersebut dikaitkan dengan sensitivitas Eropa terhadap energi, mengingat ketergantungan yang tinggi pada pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah, sehingga guncangan harga energi cenderung lebih cepat tercermin pada sentimen dan valuasi mata uang.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau arah konflik dan dinamika harga minyak sebagai pemicu utama volatilitas FX, bersamaan dengan perubahan penetapan harga ekspektasi kebijakan The Fed. Kombinasi risk-off, energi, dan imbal hasil berpotensi tetap menjadi faktor dominan dalam pergerakan dolar dalam waktu dekat. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

3.02.2026

PT Solid | Nikkei Jatuh 2,3%: Jepang Tersungkur

 

Harga Emas hari ini - Bursa saham Jepang melemah tajam pada awal pekan, terseret kekhawatiran pasar soal stabilitas di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak setelah serangan AS dan Israel ke Iran. Sentimen risk-off bikin investor mengurangi posisi di saham-saham yang sensitif terhadap ketidakpastian global.

Tekanan paling berat datang dari sektor keuangan dan maskapai, yang langsung kena imbas saat risiko geopolitik naik dan biaya energi diperkirakan makin mahal. Nomura Holdings anjlok 7,3%, sementara Japan Airlines turun 6,2%.

Di sisi lain, saham energi justru jadi pengecualian. Inpex melonjak 12% karena harga minyak yang menguat memberi prospek pendapatan lebih baik bagi perusahaan eksplorasi migas.

Di pasar valuta, USD/JPY menguat ke 156,43 dari 155,90 pada penutupan bursa Tokyo hari Jumat, menandakan demand dolar naik saat investor cari aset yang dianggap lebih aman. Pada saat yang sama, Nikkei tercatat turun 2,3% ke 57.478,55, dengan pasar terus memantau perkembangan Timur Tengah dan pergerakan minyak. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

2.26.2026

Solid Gold Berjangka | Emas Dekati $5.200, Ini Pemicu Berikutnya!

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melanjutkan reli mereka pada hari Kamis, karena para pelaku pasar mempertimbangkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan dampak tarif AS terhadap perdagangan global. Emas bergerak menuju area $5.200/oz, memperpanjang reli yang telah mencapai hampir 6% dalam enam sesi terakhir, karena pasar global tetap waspada terhadap berita utama yang berisiko.

Dukungan utama datang dari peningkatan tekanan AS terhadap Iran menjelang putaran terbaru pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa. Washington memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 30 entitas yang dituduh mendukung penjualan minyak dan senjata Iran. Langkah ini, ditambah dengan peningkatan pasukan AS di kawasan tersebut, menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi—kondisi yang biasanya mendukung permintaan akan aset aman seperti emas.

Di bidang perdagangan, ketidakpastian meningkat setelah tarif global 10% resmi berlaku pada hari Selasa, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan skema tarif "timbal balik" sebelumnya. Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengatakan Presiden Donald Trump akan menandatangani arahan untuk meningkatkan tarif global menjadi 15% "jika sesuai," mendorong pasar untuk menilai kembali potensi peningkatan tarif terhadap mitra dagang.

Beberapa analis percaya bahwa pergerakan emas saat ini mencerminkan penyesuaian harga karena ketidakpastian tarif dan risiko geopolitik baru. Meskipun tren tetap positif, emas berpotensi memasuki fase konsolidasi dua arah karena pelaku pasar juga harus mempertimbangkan arah kebijakan Fed dan pergerakan dolar. Indeks Dolar Bloomberg sedikit turun, yang juga memberi ruang bagi logam mulia untuk mempertahankan level tertingginya.

Secara umum, emas telah naik hampir 20% tahun ini dan kembali berada di atas $5.000/oz setelah koreksi tajam dari rekor $5.595 pada akhir Januari. Di luar tarif dan geopolitik, kekhawatiran tentang potensi intervensi pemerintah dalam kebijakan Fed juga telah memperkuat narasi lindung nilai. Pada pukul 9:19 pagi waktu Singapura, harga emas spot naik 0,5% menjadi $5.188,76/oz; Perak menguat 0,9% menjadi $89,99, sementara platinum dan paladium juga bergerak lebih tinggi. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id 

2.24.2026

Solid Gold | Hang Seng Jatuh 1,8%, Sentimen Tarif Trump Guncang

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong melemah tajam pada Selasa pagi, dengan Hang Seng turun 489 poin atau 1,8% ke 26.604. Pelemahan ini monokromatik reli 2,5% sehari sebelumnya, setelah Wall Street jatuh semalam akibat menyalakan kebijakan baru dagang AS menyusul tarif global terbaru Presiden Donald Trump pasca putusan Mahkamah Agung.

Pasar mundur dari level tertinggi dua pekan, dengan koreksi merata di berbagai sektor. Saham teknologi turun lebih dari 2% menjelang laporan keuangan Nvidia, sementara sektor konsumen dan keuangan ikut tertekan setelah data lokal menunjukkan tingkat kemiskinan Hong Kong naik ke 3,9% (tertinggi dalam lebih dari tiga tahun) untuk periode tiga bulan hingga Januari. Investor juga menantikan rilis penting pekan ini seperti PDB Q4, inflasi Januari, dan data perdagangan Hong Kong.

Meski begitu, penurunan Hang Seng tertahan oleh penguatan pasar China daratan setelah kembali dibuka pasca libur Imlek. Shanghai Composite yang membaik membantu menahan tekanan, sementara PBoC mempertahankan Loan Prime Rate di rekor terendah untuk bulan kesembilan berturut-turut. Beberapa saham yang paling tertekan antara lain Tencent Music (-4,3%), Laopu Gold (-3,9%), Pop Mart (-3,4%), dan SMIC (-1,8%). - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

2.19.2026

Solid Gold Berjangka | Aussie Naik, Pasar Makin Yakin RBA Bisa Naikkan Bunga

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia menguat setelah data pengangguran yang lebih solid dari perkiraan mendorong pelaku pasar menaikkan peluang kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada Mei.

Pasangan AUD/USD sempat naik hingga 0,4% ke 0,7068, memangkas pelemahan pada Rabu yang terjadi di tengah penguatan dolar AS secara luas. Namun, penguatan Aussie disebut tertahan oleh level opsi besar di sekitar 0,7050 yang akan jatuh tempo pekan depan, menurut seorang pelaku pasar FX di Asia.

Data dari Australian Bureau of Statistics pada Kamis menunjukkan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%, lebih baik dari perkiraan ekonom 4,2%. Angka ini menguatkan persepsi bahwa pasar tenaga kerja Australia masih cukup ketat.

Imbal hasil obligasi Australia tenor tiga tahun yang sensitif terhadap kebijakan moneter melanjutkan kenaikan intraday, naik 6 basis poin ke 4,31%. Pasar kini mematok peluang 88% untuk kenaikan suku bunga pada Mei, naik dari sekitar 80% sebelum data dirilis, berdasarkan data swap yang terkait pertemuan kebijakan.

“Laporan tenaga kerja Australia yang solid, tanpa kenaikan tingkat pengangguran yang masih berada di sisi ketat, seharusnya membantu mengokohkan dukungan AUD di atas level 70 sen AS,” kata Rodrigo Catril, strategist di National Australia Bank (NAB).

NAB menilai AUD kemungkinan besar akan bergerak terbatas dalam kisaran 0,70 hingga 0,75 dolar AS sepanjang 2026, seiring pasar terus menimbang arah kebijakan RBA dan kondisi global.

Sementara itu, indeks dolar Bloomberg cenderung stabil setelah naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada Rabu dan mencatat penguatan harian terbesar bulan ini. Yield US Treasury naik tipis, dengan tenor 10 tahun berada di sekitar 4,09%.

Di pasar mata uang utama, USD/JPY naik 0,1% ke 154,96, sementara EUR/USD naik 0,1% ke 1,1795. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

2.18.2026

PT Solid Gold | Emas & Perak Merosot, Sentimen “Risk-On” Menekan

 

Harga Emas hari ini - Harga emas dan perak melanjutkan penurunannya pada hari Selasa (17/2) seiring dolar AS menguat dan pelaku pasar memilih menunggu rilis data ekonomi AS berikutnya serta risalah rapat FOMC. Emas spot tercatat turun 2,29% ke $4.876,70/oz, sementara perak spot turun 4,42% ke $73,229/oz.

Penguatan dolar kembali menjadi beban utama bagi logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi greenback. Indeks dolar (DXY) terpantau naik 0,26% ke 97,07, membuat emas dan perak relatif lebih mahal bagi pembeli di luar AS dan menekan minat beli jangka pendek.

Dari sisi geopolitik, perhatian pasar juga tertuju pada jalur diplomasi AS–Iran di Jenewa. Pernyataan dari pihak Iran yang menyebut sudah ada kesepahaman atas “prinsip-prinsip panduan” untuk melanjutkan pembahasan naskah kesepakatan ikut meredakan ketegangan—dan ini menahan permintaan aset safe haven seperti emas, meski risiko kawasan belum sepenuhnya hilang.

Ke depan, arah logam mulia masih sangat sensitif terhadap kombinasi nada kebijakan The Fed dan perkembangan headline geopolitik. Pasar cenderung tetap defensif: jika dolar lanjut menguat dan selera risiko bertahan, emas-perak berpotensi sulit pulih; sebaliknya, bila data AS melemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga menguat, ruang rebound tetap terbuka—terutama setelah pergerakan yang kembali volatil dalam beberapa sesi terakhir.  - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

2.13.2026

PT Solid Gold Berjangka | Emas Bangkit Usai Selloff, CPI AS Jadi Penentu

 

Harga Emas hari ini - Emas memantul pada Jumat (13/2) setelah terpukul dalam aksi jual mendadak pada sesi sebelumnya, ketika pasar yang gelisah mendorong pelepasan aset lintas kelas. Sejumlah pembeli kembali masuk menjelang rilis data inflasi AS (CPI) yang dinilai bisa mengubah ekspektasi pasar terhadap langkah Federal Reserve berikutnya.

Bullion sempat naik hingga 1,4% pada Jumat, setelah sehari sebelumnya merosot 3,2%—penurunan harian terbesar dalam sepekan. Kejatuhan tersebut terjadi berbarengan dengan keguncangan di Wall Street, saat harga-harga di berbagai aset melemah karena kekhawatiran baru mengenai dampak AI terhadap kinerja laba perusahaan. Koreksi emas juga disebut makin dalam akibat kombinasi margin call dan perdagangan algoritmik yang mempercepat tekanan jual.

Menurut analis Zijin Tianfeng Futures, pelemahan saham AS ikut “menular” ke logam mulia karena sebagian investor yang memegang portofolio luas terpaksa menjual komoditas untuk menutup kebutuhan margin. Dalam praktiknya, ketika satu sisi portofolio dijual besar-besaran, aset lain ikut menghadapi tekanan penarikan dana—meski mereka menilai dampaknya tidak akan permanen karena emas masih berada dalam fase konsolidasi.

Tekanan jual juga diduga diperkuat oleh aksi pelaku commodity trading advisers (CTA) yang menggunakan model komputer untuk mengikuti arah momentum harga. Selain itu, sebagian pelemahan emas dan perak kemungkinan dipicu aksi ambil untung, mengingat volatilitas logam mulia meningkat tajam setelah pasar sempat mengalami “rout” besar di pergantian bulan. Meski geraknya liar, emas diperkirakan mengakhiri pekan ini relatif mendatar.

Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang dijadwalkan rilis Jumat malam. Data tenaga kerja Januari yang kuat pekan ini membuat urgensi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat berkurang—padahal suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi angin segar bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, manajer hedge fund David Einhorn mengatakan ia memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga “lebih besar” dari perkiraan pasar, dan menilai Kevin Warsh—yang dipilih Donald Trump untuk menggantikan Jerome Powell—berpotensi mendorong biaya pinjaman lebih rendah.

Emas sebelumnya mencetak rekor di atas $5.595/oz pada 29 Januari, namun setelah reli yang dinilai “terlalu panas” akibat pembelian spekulatif, harga kemudian jatuh sekitar 13% dalam dua sesi berikutnya. Meski demikian, sejumlah bank besar masih mempertahankan proyeksi bullish, dengan alasan pendorong utama—mulai dari risiko geopolitik, isu independensi The Fed, hingga pergeseran dari aset tradisional—dinilai masih relevan. BNP Paribas melihat emas menuju $6.000 pada akhir tahun, sementara Deutsche Bank dan Goldman Sachs juga tetap optimistis.

Pada perdagangan Asia, emas spot naik 1,1% ke $4.977,44/oz (pukul 10:20 pagi di Singapura). Perak menguat 1,9% ke $76,70, platinum naik 1,4%, dan palladium bertambah 2,2%. Bloomberg Dollar Spot Index naik tipis 0,1%. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

2.11.2026

PT Solid Gold | Minyak Naik Lagi, Iran Jadi Pemicu

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat pada Rabu, karena ketegangan di Timur Tengah yang berpusat pada Iran kembali menjadi perhatian utama dan menutupi sinyal kenaikan persediaan minyak di Amerika Serikat. Fokus pasar saat ini lebih condong pada risiko geopolitik ketimbang data stok jangka pendek.

Minyak Brent kembali menembus $69 per barel setelah pada Selasa ditutup sedikit lebih rendah, sementara WTI bertahan di kisaran $64. Pelaku pasar menimbang sejumlah laporan, termasuk kabar bahwa AS sedang mempertimbangkan langkah untuk menyita tanker yang membawa minyak mentah Iran. Ada juga laporan lain yang menyebut AS dapat mengirim kelompok kapal induk tambahan ke kawasan jika negosiasi program nuklir Iran gagal.

Di sisi lain, laporan industri dari American Petroleum Institute (API) menyatakan persediaan minyak mentah AS melonjak 13,4 juta barel pekan lalu. Jika data ini dikonfirmasi oleh angka resmi, kenaikan tersebut akan menjadi yang terbesar secara volume sejak November 2023—yang biasanya memberi tekanan turun pada harga.

Namun, pasar menilai risiko gangguan pasokan masih lebih dominan. Sepanjang tahun ini, minyak mentah sudah naik lebih dari 10%, ditopang rangkaian ketegangan geopolitik, termasuk upaya terbaru AS mendorong kesepakatan terkait program nuklir Iran. Meski pembicaraan awal disebut positif, pelaku pasar khawatir kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu eskalasi—mulai dari potensi serangan AS hingga respons Iran—yang dapat mengancam kelancaran aliran minyak dari anggota OPEC tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga menambah sorotan setelah mengatakan bahwa pimpinan di Teheran “ingin membuat kesepakatan” dan “akan bodoh jika tidak melakukannya,” merujuk pada pernyataannya kepada Fox Business. Trump dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Rabu untuk membahas situasi itu.

Ke depan, trader juga menantikan laporan bulanan OPEC tentang prospek pasar global, disusul analisis International Energy Agency (IEA) pada Kamis. IEA sebelumnya memperingatkan potensi surplus besar tahun ini jika pertumbuhan pasokan melampaui permintaan—faktor yang bisa menjadi penyeimbang di tengah risiko geopolitik.

Pada perdagangan pagi di Asia, Brent kontrak April naik 0,5% ke $69,14 per barel pada 09:33 waktu Singapura, sedangkan WTI kontrak Maret naik 0,5% ke $64,30 per barel. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

2.09.2026

PT Solid | Takaichi Menang Telak, Jepang Masuk Era Baru

 

Harga Emas hari iniPerdana Menteri Sanae Takaichi mencetak kemenangan pemilu yang disebut sebagai yang terbesar di era pascaperang Jepan dan efeknya langsung terasa di pasar. Saham Jepang melesat, imbal hasil obligasi naik, sementara yen bergerak liar—tanda investor bersiap menghadapi periode belanja negara yang lebih agresif.

Partai berkuasa Partai Demokrat Liberal meraih hasil yang luar biasa, setelah sempat terseok pada musim panas lalu. Data penghitungan dari NHK menunjukkan koalisi pemerintah mengamankan 352 kursi di DPR (lower house), jauh di atas mayoritas tipis sebelumnya.

Yang paling mencolok: partai Takaichi sendiri mengunci dua pertiga kursi di parlemen dan mengantongi 316 kursi dari total 465. Dengan “super mayoritas” ini, jalur pemerintah untuk meloloskan undang-undang jadi jauh lebih mulus, termasuk isu sensitif seperti amandemen konstitusi yang bisa memicu perdebatan baru soal arah pertahanan dan identitas pasifisme Jepang.

Kemenangan ini juga terasa personal buat Takaichi. Ia sempat mempertaruhkan jabatannya lewat pemilu dadakan, dengan janji mundur jika koalisinya gagal meraih mayoritas. Taruhan itu justru dibayar mahal oleh lawan politik: tujuh bulan setelah partainya sempat kehilangan kontrol di parlemen, kini ia kembali memegang kendali penuh.

Di pasar, “Takaichi trade” langsung hidup lagi: indeks Nikkei 225 sempat melonjak hingga 5,7%, sementara yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,275%. Investor menilai mandat yang kuat membuka peluang stimulus fiskal lebih besar—bagus untuk saham, tapi biasanya menekan obligasi karena kekhawatiran pembiayaan dan inflasi.

Isu yang paling dipantau adalah rencana pemotongan pajak konsumsi untuk makanan. Takaichi menyebut skema penangguhan dua tahun tanpa menerbitkan obligasi baru, namun mengakui masih perlu pembahasan lintas partai. Estimasi biaya kebijakan ini tidak kecil—sekitar ¥5 triliun per tahun—dan inilah yang membuat pasar obligasi sempat tegang karena sumber dananya belum benar-benar “clear”.

Sementara itu, yen jadi titik sensitif. Komentar Takaichi yang sempat dianggap “menerima manfaat yen lemah” membuat mata uang itu tertekan, sebelum ia bilang pernyataannya disalahartikan dan menegaskan fokusnya ekonomi yang kuat tanpa terguncang kurs. Pemerintah melalui Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyatakan terus memantau pasar, dan pejabat valuta Atsushi Mimura mengaku berjaga dengan sense of urgency—karena pelemahan lebih dalam bisa mendekati level yang dulu pernah memicu intervensi.

Di sisi kebijakan moneter, tantangannya ikut membesar untuk Bank of Japan: yen lemah bisa menambah tekanan inflasi (mendorong kenaikan suku bunga), tapi pengetatan terlalu cepat berisiko mengganggu pemulihan. Bahkan Donald Trump ikut memberi selamat, menambah sorotan global pada kepemimpinan baru Jepang—yang kini terlihat jauh lebih stabil, tapi juga membawa daftar keputusan besar yang bakal diuji pasar sejak awal pekan ini. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

2.06.2026

PT Solid Gold Berjangka | Trump di National Prayer Breakfast: Kabinet Dibela, “Law and Order” Ditegaskan; TrumpRx Resmi Meluncur

 

Harga Emas hari ini - Dalam waktu Indonesia (WIB), pidato Presiden AS Donald Trump yang ramai dibahas pada Jumat, 6 Februari 2026 terjadi dini hari karena acara utamanya berlangsung Kamis, 5 Februari 2026 waktu Washington. Di National Prayer Breakfast, Trump menyampaikan pidato panjang yang banyak keluar dari teks, memadukan pesan keagamaan dengan gaya pidato politik khas kampanye.

Dalam pidatonya, Trump menekankan tema penegakan hukum (law and order) dan kekuatan militer AS, sambil membela sejumlah pejabat kabinet yang belakangan jadi sorotan.

Salah satu poin yang paling menonjol adalah pembelaannya terhadap Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, yang dikritik setelah penembakan fatal oleh petugas federal terhadap dua warga AS dalam protes kebijakan deportasi di Minnesota. Trump menolak desakan agar Noem dicopot, dan mengatakan ia memindahkan penanganan operasi di Minnesota kepada Tom Homan dengan alasan perlu “pendekatan yang lebih lembut”.

Trump juga membela Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard setelah Gabbard terlihat berada di lokasi penggerebekan FBI pada fasilitas pemilu di Georgia—bagian dari rangkaian isu yang kembali mengangkat narasi seputar pemilu 2020. Trump turut memuji Jaksa Agung Pam Bondi, yang menurutnya terlibat dalam penugasan tersebut.

Di bagian lain, Trump menyelipkan pesan luar negeri: ia memperingatkan Hamas agar melucuti senjata atau menghadapi konsekuensi, serta memuji Presiden El Salvador Nayib Bukele terkait kebijakan penjara super-besar yang kerap disorot. Trump juga menyinggung situasi Venezuela dan mengklaim AS “senang” dengan perkembangan terbaru di sana

Meski formatnya acara doa, Trump tetap menyelipkan momen reflektif: ia mengutip ayat tentang “yang murni hatinya” dan bercanda soal apakah ia “memenuhi syarat”, lalu menyinggung peluangnya masuk surga sambil mengakui dirinya “bukan kandidat yang sempurna”.

Masih di hari yang sama (waktu AS), Trump juga tampil dalam acara terpisah di White House untuk meluncurkan TrumpRx.gov, sebuah situs yang diklaim memudahkan akses diskon obat resep dengan harga yang diposisikan setara “most-favored-nation” (MFN) dibanding negara maju lain. Gedung Putih menyebut peluncuran awal mencakup obat dari beberapa produsen, dan cakupan akan bertambah dalam beberapa bulan.

Menurut Reuters, TrumpRx.gov tidak menjual obat secara langsung; situs ini terhubung dengan layanan penghematan resep dan mengarahkan pengguna ke kanal pembelian lain, dengan target besar pada pembeli tunai (cash-paying) yang tidak memakai asuransi—sehingga manfaatnya untuk pasien yang memakai asuransi masih diperdebatkan, termasuk soal apakah pembelian akan dihitung ke deductible.

Efek kebijakan ini juga merembet ke pasar: Reuters melaporkan saham sejumlah perusahaan farmasi Jepang sempat melemah pada perdagangan Jumat pagi di Tokyo setelah peluncuran TrumpRx diumumkan. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

2.04.2026

PT Solid Gold | Aussie Bertahan, PMI Tiongkok Menguat

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) melanjutkan penguatan pada Rabu dan bertahan solid setelah naik lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Sentimen pasar ditopang data aktivitas ekonomi yang membaik, sementara dolar AS masih melemah untuk dua sesi beruntun.

Dorongan pertama datang dari Tiongkok. PMI Jasa Januari naik ke 52,3 dari 52,0 (Desember) dan melampaui ekspektasi 51,8. Karena China adalah mitra dagang utama Australia, perbaikan data di sana cenderung cepat mengangkat sentimen ke AUD.

Dari dalam negeri, data S&P Global menunjukkan lonjakan aktivitas yang lebih kencang. PMI Gabungan (Composite) Australia Januari melesat ke 55,7 dari 51,0, menjadi ekspansi terkuat dalam 45 bulan. PMI Jasa juga naik ke 56,3 dari 51,1, level tertinggi sejak Februari 2022, sekaligus mengonfirmasi sektor jasa masih konsisten berekspansi.

Di sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia baru saja menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 3,85%. Bank sentral menyoroti pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan dan inflasi yang masih “bandel”, sehingga pasar kini mematok peluang sekitar 80% untuk kenaikan lanjutan pada Mei, dengan ekspektasi tambahan pengetatan sekitar 40 bps lagi sepanjang tahun.

Gubernur Michele Bullock menegaskan tekanan inflasi masih terlalu kuat dan proses kembali ke target bisa makan waktu lebih lama. Ia juga menekankan pendekatan yang tetap data-dependent tanpa memberi “janji arah” ke depan—membuat fokus pasar kini mengarah ke rilis data berikutnya, karena itu yang akan menentukan apakah AUD lanjut menguat atau mulai kehabisan bensin. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

2.03.2026

Solid Gold | Perak Rebound ke $81, Pasar Masih Waspada Efek Warsh & Fed

 

Harga Emas hari ini - Harga perak (XAG/USD) memantul di sesi Asia pada Selasa, diperdagangkan di sekitar $81-an per troy ons setelah dua sesi sebelumnya jatuh sangat dalam. Rebound ini lebih mirip “napas dulu” setelah aksi jual besar, bukan tanda tren sudah aman.

Tekanan utama datang sejak Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve. Pasar menilai Warsh cenderung lebih “ketat” dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan—ini biasanya bikin aset seperti perak (yang tidak memberi imbal hasil) jadi kurang menarik dibanding dolar/yield.

Aksi jual perak juga diperparah oleh spekulan China yang buru-buru mengurangi posisi. Tapi di sisi lain, pasar juga ngelirik potensi “buy the dip”: kalau pembeli kembali masuk saat harga diskon, perak bisa dapat bantalan.

Sebelumnya, perak sempat melesat ke rekor (disebut $121,66 pada 29 Januari) karena kombinasi: ketidakpastian geopolitik-ekonomi, kekhawatiran pelemahan nilai mata uang, dan isu independensi bank sentral. Namun ketika tensi mereda—termasuk sinyal komunikasi AS–Iran—permintaan safe haven ikut mendingin. Ayatollah Ali Khamenei juga sempat memperingatkan bahwa serangan AS bisa memicu konflik lebih luas, jadi headline geopolitik masih bisa bikin harga loncat kapan saja.

Dari sisi Fed, komentar pejabat juga bernada hati-hati: Federal Reserve Bank of St. Louis melalui Alberto Musalem menyebut pemangkasan lanjutan belum diperlukan dan level kebijakan dinilai cukup netral, sementara Federal Reserve Bank of Atlanta lewat Raphael Bostic menekankan kesabaran dan kebijakan sebaiknya tetap agak ketat. Kombinasi ini bikin perak rebound, tapi pasar tetap “pasang rem” karena arah suku bunga masih jadi faktor kunci. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

2.02.2026

PT Solid | Kursi The Fed Mau Ganti: Dolar Menguat, Emas Tumbang

 

Harga Emas hari ini - Donald Trump resmi mengumumkan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve pada Jumat, 30 Januari 2026 (waktu AS). Pengumuman ini langsung jadi pemantik volatilitas karena pasar menilai perubahan pucuk pimpinan bank sentral bisa mengubah arah kebijakan, terutama soal suku bunga dan kekuatan dolar.

Warsh direncanakan menggantikan Jerome Powell ketika masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir Mei 2026. Tapi pergantian ini belum otomatis terjadi—Warsh masih harus melewati proses konfirmasi Senat sebelum resmi menduduki kursi tertinggi The Fed.

Di sinilah “bumbu menggigitnya”: proses konfirmasi berpotensi tidak mulus. Senator Republik Thom Tillis disebut mengancam akan menahan proses konfirmasi sampai isu investigasi terkait Powell (soal proyek renovasi gedung The Fed) selesai, yang membuka peluang tarik-ulur politik di Senat.

Dari pihak Trump, narasinya dibungkus optimisme. Trump menyebut Warsh kandidat berkualitas dan bahkan yakin bisa menarik sebagian dukungan Demokrat. Trump juga menepis isu bahwa ia meminta Warsh berjanji soal pemangkasan suku bunga, meski ia tetap menyuarakan harapan suku bunga bisa turun.

Kenapa pasar cepat “nangkep sinyal”? Karena Warsh dipandang membawa gaya kebijakan yang bisa lebih pro-dolar/lebih ketat dibanding skenario yang paling “dovish” yang sempat dibayangkan pasar. Begitu ekspektasi itu muncul, pelaku pasar buru-buru menata ulang posisi—yang biasanya memicu penguatan dolar dan tekanan pada aset yang sensitif terhadap yield.

Efeknya makin kencang karena timing-nya datang setelah reli besar di banyak aset dan posisi spekulatif yang sudah padat. Jadi pengumuman ini bukan sekadar berita politik—tapi jadi “pemicu” buat market yang memang sudah rapuh: begitu satu bata dicabut, yang lain ikut runtuh.

Pengaruh ke harga emas & oil (di tengah emas lagi turun): emas paling cepat terpukul ketika dolar menguat dan pasar mengurangi risiko—itulah yang terlihat setelah pengumuman Warsh, saat emas dan perak mengalami penurunan tajam. Untuk minyak, dampaknya cenderung campuran: dolar yang lebih kuat bisa jadi “rem” harga, tapi minyak juga sangat sensitif pada geopolitik dan pasokan; ketika tensi Timur Tengah mereda sedikit, minyak bisa turun karena premi risiko dilepas (profit-taking). - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

1.29.2026

Solid Gold Berjangka | Emas Tembus $5.500, Pasar “Kabur” dari Dolar & Obligasi

 

Harga Emas hari ini - Harga emas kembali bikin heboh setelah melonjak ke rekor baru di atas $5.500 per ons, memperpanjang reli yang sudah super kencang sepanjang awal tahun. Di sesi Asia, emas sempat mencetak puncak baru sebelum bergerak lebih rendah; pukul 08.02 di Singapura, emas disebut berada di sekitar $5.461,98/ons setelah sebelumnya menyentuh rekor intraday. Lonjakan ini terjadi saat dolar AS melemah dan investor makin agresif mencari “aset penyimpan nilai” alternatif.

Dorongan terbesarnya bukan cuma soal inflasi—tapi soal kepercayaan. Banyak investor mulai ragu mengandalkan obligasi pemerintah dan mata uang sebagai “safe haven” utama, sehingga arus dana bergeser ke emas. Reuters juga mencatat reli emas ditopang permintaan safe-haven, ketidakpastian ekonomi-geopolitik, dan momentum pembelian yang terus menguat.

Pasar juga sedang “melihat jauh ke depan” dari keputusan The Fed yang baru saja menahan suku bunga. Fokusnya sekarang bergeser ke arah kebijakan berikutnya—terutama karena isu ketua The Fed berikutnya ikut memanaskan spekulasi: jika kepemimpinan baru lebih dovish, peluang suku bunga turun akan makin terbuka, dan itu biasanya jadi bensin tambahan buat emas (karena emas tidak memberi imbal hasil).

Dari sisi global, tekanan juga datang dari luar AS: gejolak di pasar obligasi (termasuk kekhawatiran fiskal) dan dinamika yen–dolar ikut menambah cerita “lari dari mata uang”. Di saat yang sama, komentar Trump soal dolar serta berbagai risiko geopolitik membuat pasar semakin defensif—dan emas jadi tujuan paling mudah saat volatilitas naik.

Efeknya merembet ke logam mulia lain. Reuters melaporkan perak juga berada dekat rekor/menyentuh rekor di rangkaian reli ini, sementara platinum dan palladium ikut bergerak mengikuti sentimen safe-haven dan pelemahan dolar. Dengan reli yang sudah “parabolik”, pasar biasanya tetap mewaspadai koreksi jangka pendek—tapi selama dolar lemah dan risiko global tinggi, biasnya masih condong ke atas.

 

5 Poin Kesimpulan

Emas melejit karena kombinasi dolar melemah + investor mengurangi posisi di obligasi/mata uang.

Pasar tidak berhenti di keputusan The Fed, tapi menatap arah kebijakan berikutnya.

Spekulasi ketua The Fed baru yang lebih dovish memperkuat taruhan suku bunga turun—positif untuk emas.

Risiko geopolitik dan “krisis kepercayaan” ke aset AS bikin emas makin dilirik.

Perak ikut terangkat dalam reli logam mulia, menandakan demand safe-haven menyebar. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

1.28.2026

Solid Gold | Nikkei Tersandung, Yen Mendadak Menguat

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang melemah pada awal perdagangan, karena penguatan yen membuat pasar waspada soal kekuatan laba emiten. Indeks Nikkei turun sekitar 0,8% ke area 52.893.

Tekanan paling besar datang dari eksportir saham, terutama sektor otomotif dan farmasi. Toyota turun sekitar 2,7%, sementara Daiichi Sankyo melemah sekitar 4,8%. Penguatan yen biasanya membuat pendapatan perusahaan eksportir terlihat “lebih kecil” saat konversi, sehingga investor cepat-cepat mengurangi risiko.

Di pasar valuta, USD/JPY turun tajam ke sekitar 152,53 dari sekitar 154,57 saat penutupan bursa Tokyo sebelumnya. Investor juga menunggu komentar pejabat Jepang soal yen, plus menyusun rencana ekonomi PM Sanae Takaichi jelang pemilu awal Februari—karena arah kebijakan bisa ikut menggerakkan yen dan sentimen saham. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id