Tampilkan postingan dengan label sg berjangka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sg berjangka. Tampilkan semua postingan

3.10.2026

Solid Gold | Pound Menguat Saat Pasar Kurangi Taruhan Pemangkasan BoE

 

Harga Emas hari ini - GBP/USD naik sekitar 0,3% pada Senin dan mendekati 1,3450, setelah sempat melemah ke area 1,3280 pada sesi awal. Pergerakan harga kemudian berosilasi di sekitar 1,3400, menandakan pasar mulai memasuki fase konsolidasi setelah rebound.

Penguatan pound terjadi ketika pasar memangkas agresif ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England (BoE) menyusul krisis Selat Hormuz. Probabilitas pemangkasan pada bulan ini turun menjadi di bawah 20% dari lebih dari 80% sebelum konflik, sementara kontrak berjangka suku bunga Inggris kini memproyeksikan kurang dari satu kali penurunan 25 bps untuk sisa 2026. Lonjakan biaya energi dinilai berisiko menjaga tekanan inflasi tetap tinggi, sehingga ruang pelonggaran kebijakan dinilai makin sempit.

Dari sisi global, agenda utama pekan ini adalah rilis CPI AS Februari pada Rabu, dengan konsensus memperkirakan inflasi headline 0,3% (MoM) dan 2,4% (YoY). Data ini menjadi penentu arah dolar dan selera risiko, yang pada akhirnya memengaruhi dinamika GBP/USD.

Di Inggris, Kamis akan diisi rilis produksi industri Januari dan pidato Gubernur BoE Andrew Bailey. Jumat menyusul data PDB Inggris Januari yang diperkirakan 0,2% (MoM) dan produksi manufaktur 0,2% (MoM). Dari AS, pasar juga menunggu inflasi PCE inti Januari (diperkirakan 0,4% MoM dan 3% YoY), PDB kuartal IV pendahuluan 1,4% (tahunan), serta indeks sentimen konsumen Michigan (Maret) di 55.

Ke depan, pasar akan memantau dua jalur utama: perkembangan harga energi yang membentuk ekspektasi inflasi dan suku bunga BoE, serta data inflasi AS yang menentukan arah dolar. Kombinasi keduanya akan menjadi pendorong utama volatilitas GBP/USD dalam sisa pekan ini. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

3.06.2026

PT Solid Gold Berjangka | Indeks Dolar Mampu Bertahan di 99!

 

Harga Emas hari ini - Indeks dolar bertahan di sekitar 99 pada Jumat dan berada di jalur menguat lebih dari 1% sepanjang pekan ini, ditopang arus safe haven di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak yang kembali mengguncang pasar keuangan. Permintaan terhadap aset defensif meningkat ketika ketidakpastian geopolitik memperlebar volatilitas lintas aset.

Ofensif AS–Israel terhadap Iran memasuki hari ketujuh, sementara Teheran meluncurkan gelombang baru serangan rudal dan drone di kawasan Teluk. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan ingin memiliki peran dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya, seraya menilai Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi, sebagai pilihan yang kecil kemungkinannya.

Kenaikan harga minyak memperkuat kekhawatiran kebangkitan inflasi global, yang pada gilirannya mendorong pasar menilai Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama cenderung mendukung dolar melalui selisih imbal hasil dan preferensi likuiditas.

Tekanan tersebut paling terasa pada mata uang negara dan kawasan pengimpor minyak, karena kenaikan biaya energi berpotensi memperburuk neraca perdagangan dan menekan prospek pertumbuhan. Dalam kerangka ini, dolar mendapat tambahan dukungan dari penyesuaian ulang posisi investor terhadap risiko stagflasi jangka pendek.

Pasar juga menggeser perkiraan waktu pemangkasan suku bunga The Fed. Ekspektasi pemangkasan berikutnya didorong mundur ke September atau Oktober dari proyeksi sebelumnya pada Juli, sejalan dengan naiknya risiko inflasi berbasis energi dan meningkatnya ketidakpastian dari sisi geopolitik.

Sepanjang pekan ini, penguatan dolar paling menonjol terjadi terhadap euro. Pergerakan tersebut dikaitkan dengan sensitivitas Eropa terhadap energi, mengingat ketergantungan yang tinggi pada pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah, sehingga guncangan harga energi cenderung lebih cepat tercermin pada sentimen dan valuasi mata uang.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau arah konflik dan dinamika harga minyak sebagai pemicu utama volatilitas FX, bersamaan dengan perubahan penetapan harga ekspektasi kebijakan The Fed. Kombinasi risk-off, energi, dan imbal hasil berpotensi tetap menjadi faktor dominan dalam pergerakan dolar dalam waktu dekat. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

2.26.2026

Solid Gold Berjangka | Emas Dekati $5.200, Ini Pemicu Berikutnya!

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melanjutkan reli mereka pada hari Kamis, karena para pelaku pasar mempertimbangkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan dampak tarif AS terhadap perdagangan global. Emas bergerak menuju area $5.200/oz, memperpanjang reli yang telah mencapai hampir 6% dalam enam sesi terakhir, karena pasar global tetap waspada terhadap berita utama yang berisiko.

Dukungan utama datang dari peningkatan tekanan AS terhadap Iran menjelang putaran terbaru pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa. Washington memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 30 entitas yang dituduh mendukung penjualan minyak dan senjata Iran. Langkah ini, ditambah dengan peningkatan pasukan AS di kawasan tersebut, menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi—kondisi yang biasanya mendukung permintaan akan aset aman seperti emas.

Di bidang perdagangan, ketidakpastian meningkat setelah tarif global 10% resmi berlaku pada hari Selasa, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan skema tarif "timbal balik" sebelumnya. Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengatakan Presiden Donald Trump akan menandatangani arahan untuk meningkatkan tarif global menjadi 15% "jika sesuai," mendorong pasar untuk menilai kembali potensi peningkatan tarif terhadap mitra dagang.

Beberapa analis percaya bahwa pergerakan emas saat ini mencerminkan penyesuaian harga karena ketidakpastian tarif dan risiko geopolitik baru. Meskipun tren tetap positif, emas berpotensi memasuki fase konsolidasi dua arah karena pelaku pasar juga harus mempertimbangkan arah kebijakan Fed dan pergerakan dolar. Indeks Dolar Bloomberg sedikit turun, yang juga memberi ruang bagi logam mulia untuk mempertahankan level tertingginya.

Secara umum, emas telah naik hampir 20% tahun ini dan kembali berada di atas $5.000/oz setelah koreksi tajam dari rekor $5.595 pada akhir Januari. Di luar tarif dan geopolitik, kekhawatiran tentang potensi intervensi pemerintah dalam kebijakan Fed juga telah memperkuat narasi lindung nilai. Pada pukul 9:19 pagi waktu Singapura, harga emas spot naik 0,5% menjadi $5.188,76/oz; Perak menguat 0,9% menjadi $89,99, sementara platinum dan paladium juga bergerak lebih tinggi. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id 

2.18.2026

PT Solid Gold | Emas & Perak Merosot, Sentimen “Risk-On” Menekan

 

Harga Emas hari ini - Harga emas dan perak melanjutkan penurunannya pada hari Selasa (17/2) seiring dolar AS menguat dan pelaku pasar memilih menunggu rilis data ekonomi AS berikutnya serta risalah rapat FOMC. Emas spot tercatat turun 2,29% ke $4.876,70/oz, sementara perak spot turun 4,42% ke $73,229/oz.

Penguatan dolar kembali menjadi beban utama bagi logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi greenback. Indeks dolar (DXY) terpantau naik 0,26% ke 97,07, membuat emas dan perak relatif lebih mahal bagi pembeli di luar AS dan menekan minat beli jangka pendek.

Dari sisi geopolitik, perhatian pasar juga tertuju pada jalur diplomasi AS–Iran di Jenewa. Pernyataan dari pihak Iran yang menyebut sudah ada kesepahaman atas “prinsip-prinsip panduan” untuk melanjutkan pembahasan naskah kesepakatan ikut meredakan ketegangan—dan ini menahan permintaan aset safe haven seperti emas, meski risiko kawasan belum sepenuhnya hilang.

Ke depan, arah logam mulia masih sangat sensitif terhadap kombinasi nada kebijakan The Fed dan perkembangan headline geopolitik. Pasar cenderung tetap defensif: jika dolar lanjut menguat dan selera risiko bertahan, emas-perak berpotensi sulit pulih; sebaliknya, bila data AS melemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga menguat, ruang rebound tetap terbuka—terutama setelah pergerakan yang kembali volatil dalam beberapa sesi terakhir.  - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

2.13.2026

PT Solid Gold Berjangka | Emas Bangkit Usai Selloff, CPI AS Jadi Penentu

 

Harga Emas hari ini - Emas memantul pada Jumat (13/2) setelah terpukul dalam aksi jual mendadak pada sesi sebelumnya, ketika pasar yang gelisah mendorong pelepasan aset lintas kelas. Sejumlah pembeli kembali masuk menjelang rilis data inflasi AS (CPI) yang dinilai bisa mengubah ekspektasi pasar terhadap langkah Federal Reserve berikutnya.

Bullion sempat naik hingga 1,4% pada Jumat, setelah sehari sebelumnya merosot 3,2%—penurunan harian terbesar dalam sepekan. Kejatuhan tersebut terjadi berbarengan dengan keguncangan di Wall Street, saat harga-harga di berbagai aset melemah karena kekhawatiran baru mengenai dampak AI terhadap kinerja laba perusahaan. Koreksi emas juga disebut makin dalam akibat kombinasi margin call dan perdagangan algoritmik yang mempercepat tekanan jual.

Menurut analis Zijin Tianfeng Futures, pelemahan saham AS ikut “menular” ke logam mulia karena sebagian investor yang memegang portofolio luas terpaksa menjual komoditas untuk menutup kebutuhan margin. Dalam praktiknya, ketika satu sisi portofolio dijual besar-besaran, aset lain ikut menghadapi tekanan penarikan dana—meski mereka menilai dampaknya tidak akan permanen karena emas masih berada dalam fase konsolidasi.

Tekanan jual juga diduga diperkuat oleh aksi pelaku commodity trading advisers (CTA) yang menggunakan model komputer untuk mengikuti arah momentum harga. Selain itu, sebagian pelemahan emas dan perak kemungkinan dipicu aksi ambil untung, mengingat volatilitas logam mulia meningkat tajam setelah pasar sempat mengalami “rout” besar di pergantian bulan. Meski geraknya liar, emas diperkirakan mengakhiri pekan ini relatif mendatar.

Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang dijadwalkan rilis Jumat malam. Data tenaga kerja Januari yang kuat pekan ini membuat urgensi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat berkurang—padahal suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi angin segar bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, manajer hedge fund David Einhorn mengatakan ia memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga “lebih besar” dari perkiraan pasar, dan menilai Kevin Warsh—yang dipilih Donald Trump untuk menggantikan Jerome Powell—berpotensi mendorong biaya pinjaman lebih rendah.

Emas sebelumnya mencetak rekor di atas $5.595/oz pada 29 Januari, namun setelah reli yang dinilai “terlalu panas” akibat pembelian spekulatif, harga kemudian jatuh sekitar 13% dalam dua sesi berikutnya. Meski demikian, sejumlah bank besar masih mempertahankan proyeksi bullish, dengan alasan pendorong utama—mulai dari risiko geopolitik, isu independensi The Fed, hingga pergeseran dari aset tradisional—dinilai masih relevan. BNP Paribas melihat emas menuju $6.000 pada akhir tahun, sementara Deutsche Bank dan Goldman Sachs juga tetap optimistis.

Pada perdagangan Asia, emas spot naik 1,1% ke $4.977,44/oz (pukul 10:20 pagi di Singapura). Perak menguat 1,9% ke $76,70, platinum naik 1,4%, dan palladium bertambah 2,2%. Bloomberg Dollar Spot Index naik tipis 0,1%. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

2.11.2026

PT Solid Gold | Minyak Naik Lagi, Iran Jadi Pemicu

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat pada Rabu, karena ketegangan di Timur Tengah yang berpusat pada Iran kembali menjadi perhatian utama dan menutupi sinyal kenaikan persediaan minyak di Amerika Serikat. Fokus pasar saat ini lebih condong pada risiko geopolitik ketimbang data stok jangka pendek.

Minyak Brent kembali menembus $69 per barel setelah pada Selasa ditutup sedikit lebih rendah, sementara WTI bertahan di kisaran $64. Pelaku pasar menimbang sejumlah laporan, termasuk kabar bahwa AS sedang mempertimbangkan langkah untuk menyita tanker yang membawa minyak mentah Iran. Ada juga laporan lain yang menyebut AS dapat mengirim kelompok kapal induk tambahan ke kawasan jika negosiasi program nuklir Iran gagal.

Di sisi lain, laporan industri dari American Petroleum Institute (API) menyatakan persediaan minyak mentah AS melonjak 13,4 juta barel pekan lalu. Jika data ini dikonfirmasi oleh angka resmi, kenaikan tersebut akan menjadi yang terbesar secara volume sejak November 2023—yang biasanya memberi tekanan turun pada harga.

Namun, pasar menilai risiko gangguan pasokan masih lebih dominan. Sepanjang tahun ini, minyak mentah sudah naik lebih dari 10%, ditopang rangkaian ketegangan geopolitik, termasuk upaya terbaru AS mendorong kesepakatan terkait program nuklir Iran. Meski pembicaraan awal disebut positif, pelaku pasar khawatir kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu eskalasi—mulai dari potensi serangan AS hingga respons Iran—yang dapat mengancam kelancaran aliran minyak dari anggota OPEC tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga menambah sorotan setelah mengatakan bahwa pimpinan di Teheran “ingin membuat kesepakatan” dan “akan bodoh jika tidak melakukannya,” merujuk pada pernyataannya kepada Fox Business. Trump dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Rabu untuk membahas situasi itu.

Ke depan, trader juga menantikan laporan bulanan OPEC tentang prospek pasar global, disusul analisis International Energy Agency (IEA) pada Kamis. IEA sebelumnya memperingatkan potensi surplus besar tahun ini jika pertumbuhan pasokan melampaui permintaan—faktor yang bisa menjadi penyeimbang di tengah risiko geopolitik.

Pada perdagangan pagi di Asia, Brent kontrak April naik 0,5% ke $69,14 per barel pada 09:33 waktu Singapura, sedangkan WTI kontrak Maret naik 0,5% ke $64,30 per barel. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

2.06.2026

PT Solid Gold Berjangka | Trump di National Prayer Breakfast: Kabinet Dibela, “Law and Order” Ditegaskan; TrumpRx Resmi Meluncur

 

Harga Emas hari ini - Dalam waktu Indonesia (WIB), pidato Presiden AS Donald Trump yang ramai dibahas pada Jumat, 6 Februari 2026 terjadi dini hari karena acara utamanya berlangsung Kamis, 5 Februari 2026 waktu Washington. Di National Prayer Breakfast, Trump menyampaikan pidato panjang yang banyak keluar dari teks, memadukan pesan keagamaan dengan gaya pidato politik khas kampanye.

Dalam pidatonya, Trump menekankan tema penegakan hukum (law and order) dan kekuatan militer AS, sambil membela sejumlah pejabat kabinet yang belakangan jadi sorotan.

Salah satu poin yang paling menonjol adalah pembelaannya terhadap Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, yang dikritik setelah penembakan fatal oleh petugas federal terhadap dua warga AS dalam protes kebijakan deportasi di Minnesota. Trump menolak desakan agar Noem dicopot, dan mengatakan ia memindahkan penanganan operasi di Minnesota kepada Tom Homan dengan alasan perlu “pendekatan yang lebih lembut”.

Trump juga membela Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard setelah Gabbard terlihat berada di lokasi penggerebekan FBI pada fasilitas pemilu di Georgia—bagian dari rangkaian isu yang kembali mengangkat narasi seputar pemilu 2020. Trump turut memuji Jaksa Agung Pam Bondi, yang menurutnya terlibat dalam penugasan tersebut.

Di bagian lain, Trump menyelipkan pesan luar negeri: ia memperingatkan Hamas agar melucuti senjata atau menghadapi konsekuensi, serta memuji Presiden El Salvador Nayib Bukele terkait kebijakan penjara super-besar yang kerap disorot. Trump juga menyinggung situasi Venezuela dan mengklaim AS “senang” dengan perkembangan terbaru di sana

Meski formatnya acara doa, Trump tetap menyelipkan momen reflektif: ia mengutip ayat tentang “yang murni hatinya” dan bercanda soal apakah ia “memenuhi syarat”, lalu menyinggung peluangnya masuk surga sambil mengakui dirinya “bukan kandidat yang sempurna”.

Masih di hari yang sama (waktu AS), Trump juga tampil dalam acara terpisah di White House untuk meluncurkan TrumpRx.gov, sebuah situs yang diklaim memudahkan akses diskon obat resep dengan harga yang diposisikan setara “most-favored-nation” (MFN) dibanding negara maju lain. Gedung Putih menyebut peluncuran awal mencakup obat dari beberapa produsen, dan cakupan akan bertambah dalam beberapa bulan.

Menurut Reuters, TrumpRx.gov tidak menjual obat secara langsung; situs ini terhubung dengan layanan penghematan resep dan mengarahkan pengguna ke kanal pembelian lain, dengan target besar pada pembeli tunai (cash-paying) yang tidak memakai asuransi—sehingga manfaatnya untuk pasien yang memakai asuransi masih diperdebatkan, termasuk soal apakah pembelian akan dihitung ke deductible.

Efek kebijakan ini juga merembet ke pasar: Reuters melaporkan saham sejumlah perusahaan farmasi Jepang sempat melemah pada perdagangan Jumat pagi di Tokyo setelah peluncuran TrumpRx diumumkan. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

2.04.2026

PT Solid Gold | Aussie Bertahan, PMI Tiongkok Menguat

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) melanjutkan penguatan pada Rabu dan bertahan solid setelah naik lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Sentimen pasar ditopang data aktivitas ekonomi yang membaik, sementara dolar AS masih melemah untuk dua sesi beruntun.

Dorongan pertama datang dari Tiongkok. PMI Jasa Januari naik ke 52,3 dari 52,0 (Desember) dan melampaui ekspektasi 51,8. Karena China adalah mitra dagang utama Australia, perbaikan data di sana cenderung cepat mengangkat sentimen ke AUD.

Dari dalam negeri, data S&P Global menunjukkan lonjakan aktivitas yang lebih kencang. PMI Gabungan (Composite) Australia Januari melesat ke 55,7 dari 51,0, menjadi ekspansi terkuat dalam 45 bulan. PMI Jasa juga naik ke 56,3 dari 51,1, level tertinggi sejak Februari 2022, sekaligus mengonfirmasi sektor jasa masih konsisten berekspansi.

Di sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia baru saja menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 3,85%. Bank sentral menyoroti pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan dan inflasi yang masih “bandel”, sehingga pasar kini mematok peluang sekitar 80% untuk kenaikan lanjutan pada Mei, dengan ekspektasi tambahan pengetatan sekitar 40 bps lagi sepanjang tahun.

Gubernur Michele Bullock menegaskan tekanan inflasi masih terlalu kuat dan proses kembali ke target bisa makan waktu lebih lama. Ia juga menekankan pendekatan yang tetap data-dependent tanpa memberi “janji arah” ke depan—membuat fokus pasar kini mengarah ke rilis data berikutnya, karena itu yang akan menentukan apakah AUD lanjut menguat atau mulai kehabisan bensin. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

1.30.2026

PT Solid Gold Berjangka | Siapa Pilihan Trump untuk Pimpin The Fed?

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mengumumkan pilihan calon Ketua Federal Reserve pada Jumat pagi, mengakhiri spekulasi yang sudah berbulan-bulan soal siapa pengganti Jerome Powell.

Trump menyebut sosok yang dipilih “tidak akan terlalu mengejutkan” dan merupakan figur yang dikenal luas di dunia keuangan. Ia juga memberi sinyal bahwa kandidatnya adalah orang yang “seharusnya bisa menjabat beberapa tahun lalu.”

Menurut laporan, ada empat nama yang masuk daftar pendek: Direktur NEC Kevin Hassett, Gubernur The Fed Christopher Waller, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, dan eksekutif BlackRock Rick Rieder.

Pemilihan ini penting karena Trump terang-terangan ingin Ketua The Fed berikutnya lebih cepat dan lebih agresif menurunkan suku bunga, sejalan dengan preferensinya mendorong biaya pinjaman lebih rendah.

Proses seleksi disebut dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, yang membantu menyaring kandidat hingga tersisa empat nama final.

Namun, jalan kandidat Trump bisa tidak mulus di Senat. Senator Republik Thom Tillis menyatakan akan menghambat nominee Fed sampai isu penyelidikan terkait renovasi kantor pusat The Fed diselesaikan—yang ikut memicu kekhawatiran soal independensi bank sentral.

Pengumuman ini datang setelah The Fed menahan suku bunga usai sebelumnya melakukan tiga kali pemangkasan di bulan-bulan terakhir 2025, sehingga pasar akan langsung menilai apakah pilihan Trump berpotensi mengubah arah kebijakan moneter ke depan.- PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

1.28.2026

Solid Gold | Nikkei Tersandung, Yen Mendadak Menguat

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang melemah pada awal perdagangan, karena penguatan yen membuat pasar waspada soal kekuatan laba emiten. Indeks Nikkei turun sekitar 0,8% ke area 52.893.

Tekanan paling besar datang dari eksportir saham, terutama sektor otomotif dan farmasi. Toyota turun sekitar 2,7%, sementara Daiichi Sankyo melemah sekitar 4,8%. Penguatan yen biasanya membuat pendapatan perusahaan eksportir terlihat “lebih kecil” saat konversi, sehingga investor cepat-cepat mengurangi risiko.

Di pasar valuta, USD/JPY turun tajam ke sekitar 152,53 dari sekitar 154,57 saat penutupan bursa Tokyo sebelumnya. Investor juga menunggu komentar pejabat Jepang soal yen, plus menyusun rencana ekonomi PM Sanae Takaichi jelang pemilu awal Februari—karena arah kebijakan bisa ikut menggerakkan yen dan sentimen saham. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Solid Gold | Dolar Anjlok Jelang Fed, Saham dan Emas Menguat

 

Harga Emas hari ini - Dolar merosot ke level terendah dalam hampir empat tahun, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap mata uang cadangan dunia di tengah pembuatan kebijakan yang tidak dapat diprediksi dari Washington. Pelemahan tersebut memicu reli pada yen, emas, dan saham AS.

Indeks Spot Dolar Bloomberg merosot ke level terendah sejak Februari 2022 karena tanda-tanda dukungan AS untuk meningkatkan yen memperkuat argumen tentang potensi intervensi terkoordinasi untuk mengarahkan dolar AS lebih rendah terhadap mitra dagang utama. Penurunan dipercepat setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia tidak khawatir tentang pelemahan tersebut.

Yen menyentuh level terkuatnya terhadap dolar AS sejak Oktober pada sesi Selasa untuk diperdagangkan sekitar 152 per dolar. Emas, perak, dan minyak mentah — semuanya dihargai dalam dolar — naik dan Indeks S&P 500 ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Sementara indeks berjangka ekuitas untuk beberapa indikator Asia mengalami kenaikan, indeks berjangka untuk Jepang mengalami penurunan karena penguatan yen biasanya menjadi hambatan bagi ekuitas negara tersebut.

Dolar melemah di tengah ketidakpastian kebijakan dari pemerintahan Trump, termasuk ancaman untuk mengambil alih Greenland dan komentar yang menimbulkan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve. Investor menghadapi minggu yang penting, dengan bank sentral akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu dan perusahaan teknologi megakapitalisasi mulai melaporkan pendapatan.

“Pemerintahan Trump mengambil risiko yang diperhitungkan,” kata Win Thin, kepala ekonom di Bank of Nassau 1982 Ltd. “Nilai tukar biasanya menjadi indikator utama dalam menunjukkan ketidaknyamanan pasar terhadap kebijakan dan prospek ekonomi suatu negara, jadi pelemahan dolar ini perlu diperhatikan.” - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

1.23.2026

PT Solid Gold Berjangka | Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

 

Harga Emas hari ini - Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada saham-saham terkait chip dan kecerdasan buatan.

Sentimen didorong oleh komentar dari CEO Nvidia, Jensen Huang, di Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang memperkuat antusiasme investor terhadap tema AI. Performa terbaik di sektor teknologi termasuk Kioxia Holdings (8,6%), SoftBank Group (11,6%), Lasertec (5,8%), Disco Corp (17,1%), dan Advantest (5%). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang mundur dari level tertinggi historis karena investor terus menilai prospek fiskal negara tersebut.

Saham-saham lokal juga mengikuti kenaikan di Wall Street semalam setelah Presiden AS Donald Trump menolak menggunakan kekerasan untuk mengakuisisi Greenland dan mengurangi ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa menyusul kerangka kerja untuk perjanjian di masa depan. - PT Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

1.12.2026

PT Solid | Saham Hong Kong Lesu, Siap Turun Mingguan

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong sedikit berubah pada perdagangan Jumat pagi, berfluktuasi di sekitar 26.165 setelah dua sesi penurunan, karena pelemahan di sektor properti dan keuangan diimbangi oleh kenaikan di saham teknologi dan konsumen. Para pedagang menilai data CPI China menunjukkan harga konsumen datar pada tahun 2025, di bawah target resmi sekitar 2%, meskipun inflasi Desember mencapai level tertinggi hampir 3 tahun di angka 0,8%. Sementara itu, harga produsen di negara tersebut turun untuk bulan ke-39 berturut-turut, meskipun laju penurunan sedikit melambat. Di AS, futures saham stabil menjelang data pekerjaan penting, sementara Mahkamah Agung bersiap untuk memutuskan tarif era Trump. Saham yang mengalami kenaikan signifikan termasuk Kuaishou (3,6%), Zijin Mining (2,6%), dan Techtronic Industries (2,0%). Di sisi lain, WH Group turun 2,8%, Mixue Group turun 2,5%, dan Meituan kehilangan 2,3%. Untuk pekan ini, pasar diperkirakan akan mengalami penurunan pertama dalam tiga pekan, turun sekitar 0,7% sejauh ini, terbebani oleh ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, dan kehati-hatian menjelang data perdagangan China yang akan dirilis pekan depan. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

1.08.2026

Solid Gold Berjangka | Emas "Nunggu" Momen Besar Jumat Ini

 

Harga Emas hari ini - Harga emas cenderung stabil setelah sempat turun hampir 1% pada sesi sebelumnya. Pasar sekarang menahan langkah sambil menunggu dua hal besar: rilis data tenaga kerja AS dan proses penyesuaian (rebalancing) indeks komoditas tahunan.

Pada Kamis pagi, emas bertahan di sekitar US$4.460 per troy ounce. Pergerakan yang "kalem" ini wajar karena banyak pelaku pasar memilih menunggu arah baru sebelum mengambil posisi besar.

Fokus utama datang dari rebalancing indeks komoditas global. Sejumlah dana pasif (passive tracking funds) diperkirakan mulai menjual kontrak berjangka logam mulia agar komposisi portofolionya sesuai bobot baru yang ditetapkan indeks.

Potensi penjualan kali ini diprediksi lebih besar dari biasanya, karena harga logam mulia sudah melonjak kuat sepanjang satu tahun terakhir. Kondisi itu membuat bobot logam mulia di indeks membengkak, sehingga perlu "dikurangi" lewat aksi jual untuk kembali seimbang.

Di sisi lain, pasar juga menatap data ekonomi AS pada Jumat, terutama laporan ketenagakerjaan (jobs report) bulan Desember. Kalau datanya lebih lemah dari perkiraan, peluang pemangkasan suku bunga bisa menguatĂ¢€”dan ini biasanya jadi angin segar untuk aset seperti emas yang tidak memberi imbal hasil bunga.

Di pasar logam lainnya, perak memantul setelah sehari sebelumnya jatuh tajam. Platinum ikut mencoba pulih, sementara palladium menguat. Pergerakan dolar juga ikut jadi perhatian karena bisa memengaruhi daya tarik logam mulia.

Inti Poin :

Emas stabil di area US$4.460/oz setelah sebelumnya turun hampir 1%.

Pasar menunggu rebalancing indeks komoditas dan data tenaga kerja AS.

Dana pasif diperkirakan menjual futures logam mulia untuk menyesuaikan bobot indeks.

Penjualan diprediksi lebih besar karena logam mulia naik tajam sepanjang tahun lalu.

Data jobs AS yang lebih lemah bisa dorong ekspektasi rate cut, biasanya mendukung emas.- Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

12.23.2025

Solid Gold | Emas Pecah Rekor! Apa yang Mendorong Lonjakan Ini?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas mencatatkan rekor baru pada hari Senin, menguat tajam setelah meningkatnya ketegangan geopolitik dan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada tahun depan. Emas melonjak hingga $4,459.60 per ounce, mencatatkan kenaikan 2,4% pada hari ituĂ¢€”kenaikan terbesar dalam lebih dari sebulan.

Lonjakan harga emas ini didorong oleh ekspektasi pasar bahwa The Fed akan kembali menurunkan biaya pinjaman di tahun 2026, sebuah kebijakan yang akan menguntungkan logam mulia. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan bunga, sering kali mendapatkan keuntungan di lingkungan suku bunga yang lebih rendah.

Ketegangan geopolitik, terutama yang terjadi di Venezuela, juga memperburuk kekhawatiran pasar. AS memperketat blokade kapal tanker minyak Venezuela sebagai bagian dari tekanan terhadap pemerintahan Presiden NicolĂƒ¡s Maduro, meningkatkan ketidakpastian yang mendorong investor untuk mencari perlindungan dalam bentuk emas.

Pada pagi hari di Singapura, spot gold diperdagangkan 0,3% lebih tinggi di $4,465.12 per ounce, tetap dekat dengan rekor tertinggi sebelumnya. Sementara itu, perak juga mencatatkan kenaikan kecil, 0,3% menjadi $69,21 per ounce, tidak jauh dari rekor harga sebelumnya yang tercatat di $69,4549.

Selain itu, harga platina dan palladium juga mengalami kenaikan, mengikuti pergerakan harga emas. Semua ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar Bloomberg, yang turun 0,4% pada sesi sebelumnya.

Investor saat ini juga memantau dengan cermat pergerakan pasar menjelang rilis data ekonomi AS yang dapat mempengaruhi keputusan The Fed. Jika data mendukung pandangan pasar bahwa ekonomi AS melambat, kemungkinan besar The Fed akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter yang menguntungkan emas.

Secara keseluruhan, harga emas terus memperlihatkan momentum yang kuat, didorong oleh kombinasi ketegangan geopolitik yang meningkat, kebijakan moneter yang dovish dari The Fed, dan permintaan untuk safe-haven assets. Seiring ketidakpastian yang terus berlanjut, emas diperkirakan akan tetap menjadi pilihan utama bagi investor. - Solid Gold 

Sumber: Newsmaker.id

12.22.2025

PT Solid | Yen Melemah, Nikkei Langsung Ngebut

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang menguat pada awal perdagangan setelah yen melemah tajam setelah Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga pada hari Jumat, sesuai ekspektasi pasar.

Kenaikan indeks banyak ditopang saham-saham chip. Sektor ini langsung memimpin penguatan di tengah sentimen positif dari pelemahan yen.

Beberapa saham besar ikut melesat: SoftBank Group naik 6,7%, Kioxia Holdings naik 5,7%, dan Tokyo Electron Ltd. naik 5,1%.

Pergerakan yen terlihat jelas di pasar valuta asing. USD/JPY berada di 157,56, naik dari 155,95 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Jumat.

Investor juga mengikuti langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat ekonomi. Pada saat yang sama, Nikkei Stock Average naik 1,5% menjadi 50.257,94. - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

12.19.2025

PT Solid Gold Berjangka | Silver Terus Menguat, Pasokan Ketat Dorong Harga Naik

 

Harga Emas hari ini - Perak masih menunjukkan fundamental yang kuat pada 19 Desember 2025, dengan harga yang terus mendekati atau bahkan menembus rekor tertinggi karena permintaan global yang tinggi dan pasokan yang relatif ketat. Silver telah menguat tajam sepanjang 2025, jauh melampaui emas dalam performa harga, karena banyak faktor pendorong baik dari sisi industri maupun investasi.

Salah satu alasan utama fundamentalnya kuat adalah defisit struktural yang berkelanjutan: permintaan global untuk silver - terutama dari sektor industri seperti panel surya, kendaraan listrik, elektronik, dan teknologi hijau lainnya - terus meningkat, sementara produksi dari tambang dan pasokan daur ulang tidak cukup mengejar kebutuhan pasar. Ini berarti permintaan seringkali melebihi pasokan, mendorong harga naik.

Selain itu, sentimen pasar didukung oleh prospek pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat dan negara lainnya, yang melemahkan dolar dan meningkatkan daya tarik logam mulia seperti silver. Investor juga semakin tertarik pada silver karena perannya ganda sebagai komoditas industri dan aset lindung nilai (safe haven), membuatnya banyak diburu baik oleh pelaku industri maupun investor. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

12.18.2025

Solid Gold Berjangka | Saham Asia Tergelincir, Teknologi Mulai Ditinggal

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Asia dibuka melemah mengikuti kejatuhan Wall Street, ketika investor kembali menghindari aset berisiko. Saham di Jepang dan Australia turun, diikuti kontrak berjangka Hong Kong. Tekanan datang terutama dari sektor teknologi, setelah Nasdaq 100 jatuh 1,9% dan saham Nvidia anjlok 3,8% ke level terendah sejak September, menyeret sentimen global.

Penjualan besar-besaran saham teknologi mencerminkan meningkatnya keraguan investor terhadap valuasi tinggi dan belanja besar perusahaan yang terlibat dalam booming kecerdasan buatan (AI). Kekhawatiran atas biaya pembangunan pusat data dan keberlanjutan pertumbuhan membuat pasar mulai berhati-hati. Uang pun mengalir ke aset aman, mendorong obligasi pemerintah jangka pendek serta mengangkat harga emas dan perak, sementara Bitcoin ikut tertekan meski sempat pulih tipis.

Gejolak pasar juga dipicu faktor global lain, mulai dari risiko geopolitik Rusia dan Venezuela yang menopang harga minyak, hingga penantian data inflasi AS yang dinilai krusial. Di Asia, yen Jepang menguat tipis jelang potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan, sementara China dibayangi isu restrukturisasi utang raksasa properti. Menjelang akhir tahun, pasar diperkirakan tetap bergejolak karena likuiditas menipis dan kepercayaan pada saham teknologi besar mulai diuji. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

12.16.2025

Solid Gold | Pasar Asia Terkoreksi, Saham AI Jadi Biang Tekanan

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas dibuka melemah pada Selasa(16/12), mengikuti penurunan Wall Street semalam. Tekanan datang dari aksi investor yang mulai keluar dari saham-saham kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat. Saham Oracle anjlok lebih dari 5%, Broadcom turun lebih dari 2%, sementara Microsoft juga mencatatkan pelemahan. Di AS, indeks S&P 500 turun 0,16%, Dow Jones melemah tipis, dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi jatuh 0,59%.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa cenderung bervariasi. Indeks S&P/ASX 200 Australia justru dibuka naik 0,14%. Namun, data awal indeks manajer pembelian (PMI) dari S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis Australia melambat pada Desember, dengan PMI komposit turun ke 51,1 dari 52,6 pada November. Sementara itu, Nikkei 225 Jepang merosot 1,27% dan Topix turun 0,97%, dengan pelaku pasar menunggu rilis data PMI Jepang hari ini.

Di Korea Selatan, tekanan pasar berlanjut untuk hari kedua. Indeks Kospi dibuka turun 0,37%, sedangkan Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil melemah 1,2%. Meski demikian, ada sentimen positif dari sektor kesehatan setelah perusahaan biotek ADEL mengumumkan kerja sama pengembangan obat dengan raksasa farmasi Prancis, Sanofi, senilai hingga US$1,04 miliar. Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di 25.574, sedikit di bawah penutupan terakhir indeks utama. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

12.15.2025

PT Solid | Saham Asia Merah Lagi-Tanda Bubble AI Mulai Retak?

 

Harga Emas hari ini - Bursa Asia dibuka melemah di pekan perdagangan penuh terakhir 2025, dipicu kekhawatiran soal prospek laba perusahaan teknologi dan belanja AI yang makin besar. Indeks saham regional versi MSCI turun sekitar 0,4%, sementara Korea Selatan yang selama ini ikut "euforia AI" jatuh lebih dari 2%. Di AS, futures indeks bergerak naik-turun tipis setelah Wall Street pada Jumat ditutup turun, dipimpin pelemahan saham-saham teknologi. Bitcoin juga ikut loyo, turun ke sekitar US$88.000.

Sentimen risk-on global lagi kendor karena investor mulai ragu: apakah saham teknologi masih pantas dihargai mahal, dan apakah belanja AI yang agresif benar-benar bakal menghasilkan cuan besar. Asia dinilai lebih rentan karena banyak negara di kawasan ini bergantung pada manufaktur komponen yang jadi "tulang punggung" boom teknologi. Beberapa analis bahkan melihat pergerakan ini sebagai sinyal awal kalau "gelembung AI" bisa pecah dalam waktu dekat.

Tanda-tanda skeptisisme makin kelihatan: dari aksi jual saham Nvidia, sampai Oracle yang anjlok setelah mengungkap biaya AI yang meningkat, plus sentimen yang memburuk pada jaringan perusahaan yang terekspos ke OpenAI. Pertanyaan besarnya menuju 2026: investor harus mengurangi porsi AI karena takut bubble pecah, atau justru tambah eksposur karena AI dianggap teknologi yang bakal mengubah segalanya? Kekhawatiran utamanya tetap sama-biaya pengembangan AI mahal, manfaatnya besar tapi belum semua jelas, dan belum tentu konsumen mau bayar layanan AI semahal itu.

Di sisi lain, pasar obligasi AS relatif stabil karena perdebatan masih panas soal seberapa jauh The Fed akan melonggarkan kebijakan tahun depan. Ada pejabat yang ingin suku bunga tetap agak ketat untuk menekan inflasi, tapi ada juga yang memproyeksikan pemangkasan lebih banyak di 2026. Emas cenderung datar setelah beberapa hari naik, dolar bergerak sempit, dan pasar menanti data China (penjualan ritel, produksi industri) serta rapat bank sentral besar minggu ini seperti BoE dan BoJ. Bahkan "Santa Rally" pun dibilang susah nyala kalau ketakutan valuasi AI makin besar-tapi kalau ada katalis dari data/rapat bank sentral, bisa jadi pemicu pantulanĂ¢€¦ atau malah sell-off makin dalam. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id