5.31.2019

SOLID BERJANGKA | Kenaikan Harga Kakao

SOLID BERJANGKA - Profit Taking Terus Menghadang Kenaikan Harga Kakao


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Juli di ICE New York  ditutup turun 13 poin atau 0,49 % pada posisi $2426  per ton. Untuk  harga kakao berjangka kontrak bulan Juli  bursa London  ditutup turun 2 poin atau 0,11% ke posisi $1773 per ton.

Di sisi negatif lainnya perdagangan kakao adalah persediaan kakao saat ini berlimpah setelah persediaan kakao di gudang ICE-dimonitor naik ke tertinggi 9-1/2 bulan  dari 4,631 juta kantong.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, diperkirakan  harga kakao kakao di ICE London diwaspadai akan rebound oleh proyeksi pelemahan dollar Amerika Serikat.

Harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa ICE New York dan berakhir pada hari  Kamis kemarin alami pelemahan 2 hari berturut oleh aksi profit taking pasar. Demikian dengan harga kakao di bursa ICE London masih bergerak lemah setelah sebelumnya retreat dari puncak tinggi 10 bulan.

Harga kakao jatuh kembali dikarena pergerakan dollar Amerika Serikat yang lebih kuat terhadap semua mata uang dunia lainnya sehingga memperlancar aksi profit taking pasca kenaikan harga di posisi tinggi 10-1/2 bulan akhir pekan lalu.

Selain itu juga tertekan sentimen laporan pemerintah Pantai Gading pada hari Senin  bahwa petani kakao Pantai Gading mengirim 1.965 MMT kakao ke pelabuhan selama 1 Oktober-26 Mei, naik 17,7 % dari waktu yang sama tahun lalu. Juga, data dari  Dewan Kakao Ghana  menunjukkan  petani Ghana selama 32 minggu pertama panen (5 Oktober hingga 16 Mei) naik 3,0% y/y menjadi 743.935 MT.
SOLID BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.29.2019

PT SOLID GOLD | Melawan Yen Dollar

PT SOLID GOLD - Hanya Melawan Yen Dollar Amerika Serikat Menyerah Karena Obligasi


PT SOLID GOLD JAKARTA - Terkait perkembangan baru perang dagang Amerika-China, Presiden Donald Trump menyatakan optimisme Amerika Serikat dan China pada akhirnya akan mencapai kesepakatan perdagangan. Namun, Trump juga memperingatkan bahwa tarif Amerika Serikat untuk barang-barang Cina bisa  naik sangat, sangat besar, sangat mudah. Trump juga mengatakan Amerika Serikat tidak siap untuk membuat kesepakatan dan menyarankan China mungkin berharap  mereka membuat kesepakatan yang mereka miliki di atas meja sebelum mereka mencoba untuk menegosiasikan ulang.

Melihat rilis data ekonomi Amerika Serikat semalam, menurut laporan Conference Board, kepercayaan konsumen Amerika Serikat alami peningkatan substansial di bulan Mei. CB melaporkan  indeks kepercayaan konsumen melonjak ke 134,1 pada Mei setelah melompat ke 129,2 pada April.

Dolar masih mampu bergerak rally meskipun imbal hasil obligasi negeri tersebut anjlok ke bawah posisi 2,30 % atau telah anjlok ke posisi terendah dalam 19 bulan. Imbal hasil obligasi 10th tutun 0,11 % ke posisi 2,27 %.

Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu Rabu mata uang utama Dollar Amerika Serikat masih berjaya dan diperdagangkan kuat pada sebagian besar mata uang utama lainnya. Sentimen positif pasar didapat dari rilis data kepercayaan konsumen Amerika Serikat menurut survey CB yang meningkat dan  berlanjutnya kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan Amerika-China.

Indeks dolar naik menjadi 97,97, naik lebih dari 0,35 %.Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dollar Amerika Serikat terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya ditutup menguat lebih dari 0,3 % ke posisi 97,96 setelah sempat naik pada posisi 97.98 dan turun ke posisi terendah di 97.62. Kini terpantau dollar Amerika Serikat retreat ke  posisi 97,95.

Euro turun hampir 0,3 % pada $1,1166, setelah naik ke $ 1,1203 di awal sesi. Hasil pemilihan parlemen Uni Eropa dan data menunjukkan peningkatan kepercayaan ekonomi zona euro untuk pertama kalinya dalam hampir setahun membantu euro keluar dari level yang lebih rendah. Eurostat melaporkan indeks sentimen ekonomi naik secara tak terduga menjadi 105,1 dari revisi 103,9 pada bulan sebelumnya.

Terhadap poundsterling Inggris, dolar menguat 0,22 % pada $ 1,2652 per sterling. Poundsterling berada di bawah tekanan jual baru  mengikuti komentar dari kandidat PM Inggris, Esther McVey, yang mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk memberikan hasil referendum adalah Brexit tanpa kesepakatan.

Sementara terhadap mata uang Jepang, dollar Amerika Serikat turun 0,14 % pada 109,35 yen. Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam kunjungan kenegaraan empat harinya ke Jepang, menggambarkan ketidakseimbangan perdagangan Amerika Serikat dengan Jepang sebagai luar biasa besar  tetapi mengatakan ia akan mengumumkan sesuatu tentang perdagangan mungkin pada bulan Agustus.
PT SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.28.2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Tarik Menarik Sentimen

SOLID GOLD BERJANGKA - Harga Minyak Mixed Dengan Tarik Menarik Sentimen


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, dengan pengumuman Washington pada hari Jumat bahwa mereka akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke Timur Tengah, mendukung pasar tetapi beberapa analis mengatakan pengaruhnya bisa terbatas.

Meskipun demikian, kekhawatiran tentang ekonomi global membebani. Angka pada hari Senin menunjukkan bahwa laba untuk perusahaan industri China menyusut pada bulan April sementara pesanan baru untuk barang modal buatan Amerika Serikat turun lebih dari yang diperkirakan.

Selain pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC, sanksi Amerika Serikat terhadap anggota OPEC Iran dan Venezuela telah mengekang ekspor minyak mentah mereka, mengurangi pasokan lebih lanjut.

Struktur harga Brent masih terbelakang, dengan harga untuk pengiriman yang cepat lebih tinggi daripada pengiriman di masa depan, menunjukkan keseimbangan yang ketat antara penawaran dan permintaan.

Diperkirakan harga minyak mentah berpotensi mixed dengan adanya tarik menarik sentimen, baik ketegangan Timur Tengah dan pengurangan pasokan OPEC menghadapi sentimen perang dagang Amerika Serikat-China yang terus berlanjut. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 57,80 - $ 57,30, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 58,80 - $ 59,30.

Harga minyak bergerak mixed pada Senin kemarin. Minyak Brent naik didukung oleh ketegangan Timur Tengah dan pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC, namun Minyak WTI tertekan kekhawatiran perang perdagangan Amerika Serikat dan China dan perlambatan ekonomi global.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate Amerika Serikat turun 31 sen atau 0,53 % menjadi $ 58,32.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 30 sen atau 0,44 % pada $ 68,99 per barel, setelah turun sekitar 4,5 % minggu lalu.

Kedua kontrak minyak mentah mencatat penurunan harga mingguan terbesar mereka tahun ini minggu lalu. Hari libur umum di Amerika Serikat dan Inggris pada hari Senin membatasi partisipasi, menjaga volume rendah.
SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.27.2019

SOLID GOLD | Alami Kerugian Mingguan Terbesar

SOLID GOLD - Harga Minyak Pulih, Namun Alami Kerugian Mingguan Terbesar


SOLID GOLD JAKARTA - Kurva harga ke depan untuk minyak mentah berjangka Brent tetap berada di belakang, di mana harga untuk pengiriman yang cepat lebih tinggi daripada yang untuk pengiriman nanti, menyiratkan kondisi pasar yang ketat dan membuatnya menguntungkan untuk memproduksi dan menjual minyak segera daripada menyimpannya untuk penjualan nanti.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah memimpin pengurangan pasokan sejak awal tahun yang bertujuan memperketat pasar dan menopang harga.

Tetapi harga Jumat yang lebih kuat tidak bisa membuat kemerosotan yang jauh lebih besar di awal pekan ini, yang telah menempatkan minyak mentah berjangka di jalur untuk kerugian mingguan terbesar mereka tahun ini, dengan Brent ditetapkan untuk penurunan lebih dari 5 %.

Dari pertengahan minggu, peningkatan persediaan minyak di Amerika Serikat mulai membebani harga.

Peningkatan produksi telah menyebar ke luar Amerika Utara. Berjuang untuk mengatasi perlambatan ekonomi dan kelebihan pasokan dari bahan bakar, margin kilang Asia minggu ini turun ke level musiman terendah sejak setidaknya krisis keuangan satu dekade lalu, memicu rencana pemotongan yang dijalankan kilang.

Dengan perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang sedang berlangsung, para analis mengatakan lebih banyak penurunan di pasar keuangan, termasuk minyak mentah berjangka.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik dengan aksi bargain hunting memanfaatkan harga minyak yang sebelumnya turun. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 59,00 - $ 59,50, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 58,00 - $ 57,50.

Harga minyak pulih pada hari Jumat minggu lalu namun berada di jalur untuk kerugian mingguan terbesar tahun ini setelah meningkatnya persediaan dan kekhawatiran perlambatan ekonomi.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 65 sen, atau 1,12 %, menjadi $ 58,56 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berada di $ 68,54 per barel, naik 78 sen atau 1,15 %, dengan harga didukung oleh pemotongan pasokan OPEC dan ketegangan Timur Tengah.
SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.24.2019

SOLID BERJANGKA | Anjlok Akibat Peningkatan Produksi

SOLID BERJANGKA - Harga Minyak Anjlok Akibat Peningkatan Produksi Amerika Serikat dan Perang Dagang


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Persediaan minyak mentah Amerika Serikat naik minggu lalu, mencapai level tertinggi sejak Juli 2017, Administrasi Informasi Energi pemerintah mengatakan pada hari Rabu. Data industri juga menunjukkan lonjakan pasokan minyak mentah Amerika Serikat.

Persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat naik 4,7 juta barel dalam pekan yang berakhir 17 Mei menjadi 476,8 juta barel, data EIA menunjukkan.

Di luar permintaan kilang yang lemah untuk minyak mentah, kenaikan juga datang di belakang rencana penjualan cadangan minyak strategis (SPR) Amerika Serikat ke pasar komersial.

Produksi minyak mentah Amerika Serikat naik 100.000 barel per hari (bph) menjadi 12,2 juta barel per hari, menempatkan produksi mendekati rekornya 12,3 juta barel per hari mencapai akhir bulan lalu.

Juga sentimen bearish adalah perang perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, yang menekan pertumbuhan ekonomi dan proyeksi permintaan minyak juga.

Membatasi faktor-faktor bearish ini adalah pemangkasan pasokan yang sedang berlangsung yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Diperkirakan harga minyak mentah berpotensi lemah dengan sentimen bearish peningkatan pasokan minyak Amerika Serikat dan ketegangan perdagangan Amerika Serikat-China yang masih terus berlangsung. Namun perlu dicermati aksi bargain hunting memanfaatkan harga minyak yang sedang turun. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 59,80-$ 59,30, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 60,80-$ 61,30.

Harga minyak turun pada hari Kamis kemarin akibat lonjakan persediaan minyak Amerika Serikat dan ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung membebani prospek permintaan.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun $ 1,09 sen menjadi $ 60,33 per barel, setelah turun 2,5 % pada hari sebelumnya.

Harga minyak mentah berjangka Brent berada di $ 69,77 per barel pada 1016 GMT, turun $ 1,22 dari penutupan terakhir mereka.
SOLID BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.23.2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Peningkatan Pasokan Amerika

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Harga Minyak Tertekan Peningkatan Pasokan Amerika Serikat; Data EIA Menjadi Perhatian


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Bank mengatakan beberapa dampak pemotongan diimbangi oleh perlambatan pertumbuhan permintaan minyak global karena ketegangan perdagangan hanya 0,7 juta barel per hari pada kuartal keempat 2018 dan kuartal pertama tahun ini, dibandingkan rata-rata lima tahun 1,5 juta bpd.

Di luar fundamental pasar, para pedagang minyak mengamati ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Senin mengancam Iran dengan “kekuatan besar” jika menyerang kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pada hari Selasa, penjabat Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat Patrick Shanahan mengatakan ancaman dari Iran tetap tinggi.

Ketegangan telah meningkat sejak Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap ekspor minyak Iran untuk mencoba mencekik ekonomi negara dan memaksa Teheran untuk menghentikan program nuklirnya.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan oleh EIA yang diindikasikan terjadi penurunan.

Diperkirakan harga minyak mentah berpotensi lemah dengan laporan peningkatan pasokan API. Namun jika malam ini data pasokan EIA terealisir menurun akan menguatkan harga minyak. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 62,20 - $ 61,70, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 63,20 - $ 63,70.

Harga minyak turun pada hari kemarin terpicu peningkatan persediaan minyak mentah AS dan karena janji Arab Saudi untuk menjaga keseimbangan pasar.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Juli turun 47 sen, atau 0,74 %, ke $ 62,66. Kontrak Juni berakhir pada Selasa, berakhir di $ 62,99 per barel, turun 11 sen.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 21 sen, atau 0,29 %, pada $ 71,97, setelah naik 21 sen pada hari Selasa.

American Petroleum Institute (API) mengatakan pada hari Selasa bahwa pasokan minyak mentah Amerika Serikat naik 2,4 juta barel pekan lalu, menjadi 480,2 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 599.000 barel.

Di luar Amerika Serikat, Arab Saudi pada hari Rabu mengatakan berkomitmen untuk pasar minyak yang seimbang dan berkelanjutan.

Arab Saudi telah berada di garis depan pemotongan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang dimulai pada bulan Januari dan bertujuan mengurangi kelebihan pasokan global yang muncul pada 2018.

Karena pemotongan, Bank of America Merrill Lynch mengatakan produksi minyak mentah oleh OPEC dan sekutunya turun 2,3 juta barel per hari (bpd) antara November 2018 dan April 2019. Itu telah membantu mendorong kenaikan harga minyak mentah Brent lebih dari sepertiga sejak awal tahun.
PT SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.22.2019

PT SOLID GOLD | Mendaki ke Puncak Tinggi

PT SOLID GOLD - Dollar Amerika Serikat Mendaki ke Puncak Tinggi 1 Bulan


PT SOLID GOLD JAKARTA - Terhadap euro, dolar naik 0,06 % pada $ 1,1161, meskipun data kepercayaan konsumen zona euro naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Mei ke level tertinggi dalam tujuh bulan, setelah melemah pada bulan sebelumnya oleh survey Eurostat.

Dollar Amerika Serikat juga naik sekitar 0,2 % terhadap Poundsterling ke posisi  $ 1,2701. Rilis data  survei Tren Industri dari Konfederasi Industri Inggris menunjukkan bahwa pesanan manufaktur Inggris mencapai level terendah sejak Oktober 2016. Selain itu terkait  Brexit, Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond memperingatkan hari ini bahwa mereka yang berada di  hak populis  mendorong UK untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan akan melakukan kerusakan yang disengaja untuk ekonomi Inggris.

Terhadap yen Jepang, dolar naik hampir 0,5 % dengan satu dollar ditukar dengan 110,57 yen. Dollar Amerika Serikat juga naik 0,35 % terhadap Aussie ke posisi 0,6883 dan naik 0,27% terhadap franc Swiss ke posisi 1,0113.

Dalam berita ekonomi Amerika Serikat semalam, penjualan rumah di Amerika Serikat secara tak terduga menunjukkan penurunan moderat pada bulan April, menurut laporan yang dirilis oleh National Association of Realtors  bahwa penjualan rumah yang ada turun 0,4 % ke tingkat tahunan 5,19 juta pada April setelah turun 4,9 % ke tingkat 5,21 juta pada Maret.

Selain itu juga OECD juga  menurunkan perkiraan pertumbuhan global, karena  kerentanan yang berasal dari ketegangan perdagangan, ketidakpastian kebijakan yang tinggi, risiko di pasar keuangan dan perlambatan di China. OECD memperkirakan pertumbuhan 3,2 % untuk 2019 versus 3,3 % diperkirakan pada bulan Maret. Prospek pertumbuhan global untuk tahun 2020 dipertahankan pada 3,4 %.

OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada 2,8 % pada 2019, dan 2,3 % pada 2020, sebelumnya di bulan Maret OECD memperkirakan pertumbuhan 2,6 % untuk tahun ini dan 2,2 % pada 2020.

Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu hari Rabu dollar Amerika Serikat berhasil membalikkan tekanan yang terjadi pada awal sesi sehingga berhasil mendaki ke puncak tertinggi 1 bulan. Dollar Amerika Serikat ditutup rebound oleh kuatnya permintaan safe haven.

Sentimen yang membuat meninggalkan perdagangan aset resiko merespon ketidakpastian yang terjadi pada Brexit, ketegangan di Timur Tengah dan revisi perkiraan pertumbuhan global oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) sehingga memberikan kekhawatiran ekonomi global.

Namun kini terpantau indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dollar Amerika Serikat terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya sedang melemah 0,06 % ke posisi 98,01 setelah dibuka pada posisi 98.02. Akhir perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu indeks ditutup pada posisi 98,01 atau telah naik 0,12 %.
PT SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.21.2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Review Forex Kemarin

SOLID GOLD BERJANGKA - Dollar Amerika Serikat Hanya Kuat Lawan Poundsterling


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Terpantau indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dollar Amerika Serikat terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya sedang melemah 0,07 % ke posisi 97,92 setelah dibuka pada posisi 97.96. Akhir perdagangan forex awal pekan beberapa saat lalu indeks ditutup pada posisi 97,95.

Pasar juga mempertimbangkan dampak keputusan Amerika Serikat terhadap raksasa teknologi Cina, Google telah memotong Huawei dari bisnis yang melibatkan transfer perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan teknis.

Terhadap euro, dollar turun 0,04 % pada 1,1166 euro. Padahal dalam rilis ekonomi semalam surplus neraca berjalan kawasan euro turun ke EUR25 miliar  pada bulan Maret dari EUR28 miliar pada bulan Februari karena penurunan pendapatan primer.

Terhadap British Pound Sterling, dollar Amerika Serikat naik 0,13 %, dengan latar belakang data kesejahteraan keuangan rumah tangga Inggris memburuk pada laju tercepat sejak September 2017 menurut survei dari IHS Markit. Skor sekarang menunjukkan tingkat pesimisme terkuat terhadap kesejahteraan keuangan saat ini di antara rumah tangga UK sejak September 2017.

Terhadap aussie, dollar Amerika Serikat melemah hingga 0,77 % ke posisi 0.6906. Dipengaruhi sentimen hasil pemilu Australia yang tidak terduga dengan kemenangan pada pihak partai Koalisi Liberal-Nasional yang mengusung PM Australia sekarang Scott Morrison.

Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu dollar Amerika Serikat sedikit melemah terhadap beberapa rival utamanya oleh sentimen pasar menanti  perkembangan front perdagangan Amerika-Cina serta  risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan lalu. Dan masuki perdagangan hari ini kembali bergerak negatif.
SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.20.2019

SOLID GOLD | Berhentinya Pembicaraan Brexit

SOLID GOLD  - GBP/USD Menyentuh Terendah Sejak Bulan Januari Dengan Berhentinya Pembicaraan Brexit Lintas Partai


SOLID GOLD JAKARTA - Oposisi partai Buruh kemungkinan akan mengakhiri pembicaraan lintas partai sekarang pada saat May sedang akan keluar. Pemimpin Jeremy Corbyn dilaporkan sedang menyiapkan referendum kedua. Jika opsi yang berpotensi membalikkan Brexit samasekali ini berhasil menarik perhatian, poundsterling akan punya ruangan untuk pulih kembali.

Bukan hanya diskusi internal Inggris saja yang ditepi kehancuran. Media Cina mengatakan bahwa negara tersebut tidak lagi tertarik untuk mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat dengan Amerika Serikat memblacklist Huawei, raksasa telekomunikasi Cina yang efektif berlaku sejak hari Jumat minggu lalu.

Perkembangan memburuk ini membebani pasar dan mendorong dollar Amerika Serikat yang “safe-haven” naik.

Secara tehnikal, penurunan pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.2670 yang apabila terlewati akan lanjut ke 1.2620. Sebaliknya kenaikan akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.2830 yang apabila terlewati akan lanjut ke 1.2900 dan akhirnya 1.2925.

GBP/USD menyentuh level terendah sejak bulan Februari, dibawah 1.2750. Partai Buruh Inggris berkata bahwa tidak ada poinnya berbicara dengan pemerintah yang akan runtuh. PM Inggris May berencana untuk turun pada bulan Juni.

Boris Johnson yang akan menjadi Perdana Menteri merupakan berita yang akan segera muncul di surat-kabar dan pasar tidak antusias mengenai hal ini. PM May menjamin jadwal turunnya pada awal Juni, setelah pemungutan suara Brexit berikutnya dan tidak peduli apapun hasilnya. Johnson, penganut Brexit yang setia menjadi kandidat yang terdepan untuk menggantikan posisi Theresa May.

Jika yang sebelumnya Sekretaris Luar Negeri ini memasuki Downing Street, dia akan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan, hal yang terburuk bagi pasar.
SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews

Baca Juga :


5.17.2019

SOLID BERJANGKA | Ketegangan Di Teluk Persia

SOLID BERJANGKA - Harga Emas Naik Didukung Bullishnya Postur Tehnikal & Naiknya Ketegangan Di Teluk Persia


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Para trader dan investor agak ditenangkan pada pertengahan minggu setelah lebih banyak komentar-komentar yang positip dari Presiden Trump dan pejabat Cina pada hari Selasa yang menunjukkan kepada dunia bahwa kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini menginginkan resolusi yang disepakati bersama segera di dalam perang dagang mereka.

Namun, pasar dunia pada saat sekarang ini nampaknya melewati pembangunan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Presiden Trump kemungkinan sedang mempersiapkan untuk mengirim 100.000 atau lebih pasukan ke daerah itu, untuk menyertai pasukan angkatan laut Amerika Serikat yang sedang bergerak menuju Teluk Persia.

Penyerangan pada minggu ini terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Selat Hormuz menunjukkan ketegangan di daerah itu sedang meningkat – yakni masalah Amerika Serikat dengan Iran. Situasi ini pasti akan menjadi penggerak pasar pada minggu-minggu yang akan datang. Pemerintah Amerika Serikat juga memperingati warga negara Amerika Serikat untuk keluar dari Irak.

Hal kunci diluar pasar pada hari kemarin adalah sedikit menguatnya indeks dollar Amerika Serikat. Sementara itu, harga minyak mentah Nymex sedikit menguat kemarin dan diperdagangkan disekitar $ 62.00 per barel.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas selanjutnya adalah menembus “resistance” yang solid di $ 1,314.70 setelah melewati $ 1,304.20 dan kemudian $ 1,310.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $ 1,267.30 setelah melewati $ 1,293.60 dan kemudian $ 1.290.00.

Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Rabu kemarin. Postur tehnikal yang lebih “bullish” dan meningkatnya ketegangan di Teluk Persia bekerja mendukung pasar emas “safe-haven” minggu ini.

Emas berjangka bulan Juni terakhir naik $ 2.10 per ons pada $ 1,298.40. Perak Comex bulan Juli terakhir naik $ 0.008 pada $ 14.82 per ons.
SOLID BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.16.2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Jual Kakao Murah

PT SOLID GOLD BERJANGKA - ICE London Jual Kakao Murah Karena Poundsterling Anjlok


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Juli di ICE New York  ditutup naik  6 poin atau 0.26 % pada posisi $ 2293  per ton. Untuk  harga kakao berjangka kontrak bulan Juli  bursa London  ditutup turun 22 poin atau 1.29 % ke posisi $ 1680 per ton.

Kenaikan harga kakao dalam waktu dekat tampaknya dibatasi oleh produksi kakao yang kuat di Afrika Barat seperti yang dilaporkan pemerintah Pantai Gading dan Ghana sebelumnya, selain itu juga akan ditekan laporan persediaan kakao di gudang yang dipantau ICE naik ke level tertinggi 8-1/2 bulan Kamis lalu dari 4,529 juta kantong.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, diperkirakan  harga kakao berpotensi  turun kembali oleh laporan pasokan di Afrika Barat.

Harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa ICE New York dan berakhir pada hari  Rabu kemarin bangkit dari perdagangan sebelumnya. Berbeda dengan harga kakao di bursa ICE London turun ke posisi terendah 1-1/2 bulan.

Kenaikan harga kakao di New York dipicu oleh kondisi kering di Pantai Gading  dari Pusat Prediksi Iklim Amerika Serikat menunjukkan curah hujan di bawah rata-rata di Pantai Gading selama 5-11 Mei. Namun anjloknya harga kakao di London dipicu oleh penurunan poundsterling dalam GBPUSD ke level terendah 2 minggu.
PT SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews

Baca Juga :


5.15.2019

PT SOLID GOLD | Bangkit Melawan Rival

PT SOLID GOLD - Penggerak Dollar Amerika Serikat Bangkit Melawan Rival Utamanya


PT SOLID GOLD JAKARTA - Euro turun ke posisi $ 1,1208 yang turun dari $ 1,1223 sesi sebelumnya, dipengaruhi oleh data produksi industri zona euro turun untuk bulan kedua berturut-turut di bulan Maret, menurun sebesar 0,3 % bulan ke bulan  dari Eurostat .

Terhadap Pound Sterling, dolar naik 0,4 % pada $ 1,2907, menguat dari rendahnya $ 1,2971. Dalam berita ekonomi dari Inggris, Kantor Statistik Nasional melaporkan tingkat pengangguran menurun pada kuartal pertama ke level terendah sejak 1974, menandakan terus menguatnya pasar tenaga kerja.

Terhadap mata uang lainnya juga dollar Amerika Serikat menguat seperti  terhadap Aussie  diperdagangkan di 0,6943. Terhadap loonie, dolar turun 0,1 % di 1,3464 dan  terhadap franc Swiss  naik 0,27 % pada 1,0091. Namun Yuan China, yang turun menjadi sekitar 6.9200 pada hari Senin ketika ketegangan perang perdagangan meningkat, pulih kembali

Dalam berita ekonomi Amerika Serikat, sebuah laporan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga impor Amerika Serikat naik jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan pada bulan April. Harga impor naik 0,2 % di bulan April setelah naik 0,6 % di bulan Maret. Laporan itu mengatakan harga ekspor juga naik 0,2 % pada bulan April menyusul kenaikan 0,6 % pada bulan sebelumnya.

Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu posisi mata uang utama dollar Amerika Serikat menunjukkan kekuatan terhadap sebagian besar mata uang utama disaat investor terus mempertimbangkan kemungkinan dampak dari konflik perdagangan Amerika Serikat-China pada ekonomi global dan mencerna kumpulan data ekonomi terbaru.

Terpantau indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dollar Amerika Serikat terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya ditutup menguat   0,17 % ke posisi 97,55 setelah sempat turun ke posisi 97,27 ketika dibuka pada posisi 97,37.

Yen Jepang, yang naik tajam pada kuatnya permintaan safe haven pada perdagangan sebelumnya retreat dan  melemah menjadi 109,77 per dolar pada satu tahap sebelum pulih menjadi 109,60 dollar, masih turun hampir 0,3 % dari penutupan sebelumnya.

Anjloknya yen mendapat tekanan juga dari rilis data dari Kementerian Keuangan Jepang menunjukkan surplus neraca transaksi berjalan Jepang mencapai 2.847,9 miliar yen pada 31 Maret 2019, turun 10,6 % YoY.
PT SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.14.2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Turun Dibawah 1,3000

SOLID GOLD BERJANGKA - GBP/USD Turun Dibawah 1,3000 Dengan Pulihnya USD & Keprihatinan Brexit


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Sekitar setengah dari partainya tidak akan mendukung “Tory Brexit” tidak juga memberikan garis kehidupan bagi pemerintah. Namun, jika May setuju untuk referendum kedua, dia malah akan harus keluar lebih cepat.

Di dalam semuanya, pembicaraan mengenai Brexit mendekati keruntuhan lebih dekat lagi dan hal ini tidak baik bagi Poundsterling.

Namun, tidak semua kerugian bagi GBP/USD. Pada hari Jumat minggu lalu, ekonomi Inggris bertumbuh kuat sebesar 0.5 % pada kuartal pertama tahun ini. Meskipun banyak ditimbuni menjelang Brexit, pemulihan ini masih merupakan kabar baik. Terlebih lagi, kejatuhan imbal hasil obligasi Amerika Serikat setelah krisis perdagangan membatasi keuntungan dollar Amerika Serikat.

Secara tehnikal, apabila turun  “support” terdekat berada di 1.2990 yang apabila ditembus akan lanjut ke 1.2920 dan kemudian 1.2870. Sebaliknya apabila naik, “resistance” terdekat berada pada 1.3035 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.3050 dan kemudian 1.3130.

GBP/USD diperdagangkan dibawah 1.3000, turun secara signifikan. USD mengalami pemulihan setelah jatuh sebelumnya ditengah pembalasan tarif oleh Cina terhadap Amerika Serikat. Pembicaraan lintas partai Brexit masih mandek.

Nigel Farage, partai Brexit yang baru akan menerima lebih banyak suara daripada partai Konservatif dan Partai Buruh digabung di dalam pemilihan Eropa yang akan datang, menurut hasil polling pada akhir minggu. Berita yang mengejutkan ini membuat para politikus terpukul dan bisa membuat pembicaraan lintas partai hancur. Anggota Pro-Brexit dari partai Konservatif menambah tekanan terhadap PM Theresa May untuk menyiapkan tanggal berhenti dari jabatan Perdana Menteri. Banyak di partainya yang mengatakan bahwa kesepakatan telah mati.
SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.13.2019

SOLID GOLD | Tekanan Perang Dagang Berlanjut

SOLID GOLD - Posisi Dollar Amerika Serikat Awal Pekan Masih Lemah, Tekanan Perang Dagang Berlanjut


SOLID GOLD JAKARTA - Setelah perdagangan pekan lalu dollar Amerika alami kerugian mingguan untuk dua pekan berturut, masuki perdagangan forex pekan ini di sesi Asia hari Senin (13/05) posisi dolar terhadap beberapa rival utamanya masih sangat lemah. Terpantau sentimen perdagangan safe haven masih kuasdai pasar.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dollar Amerika terhadap beberapa rival mata uang utama melemah 0,05 % di 97.28 setelah dibuka pada posisi 97.29. Sebagai informasi, perdagangan sesi Amerika akhir pekan lalu ditutup pada posisi 97.30 namun sempat turun ke posisi 97.13 yang merupakan posisi terendah dalam 3 pekan.

Pekan lalu dollar Amerika tergelincir ke level terendah tiga minggu  setelahn pemerintah Amerika Serikat menaikkan tarif menjadi 25 % dari 10 % untuk barang-barang dagang Cina senilai sekitar $ 200 miliar dan mengancam akan mengenakan tarif pada hampir semua impor dari China. Keputusan diatas terjadi oleh tuduhan Presiden Donald Trump melihat China sangat lambat dari komitmen dalam negoisasi perdagangan.

China bersumpah untuk membalas dengan memberlakukan sanksi pada barang-barang Amerika, dan itu  meningkatkan kekhawatiran perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia yang dapat secara signifikan merusak pertumbuhan global.

Untuk pergerakan dolar selanjutnya, indeks dollar diperkirakan akan turun menuju supportnya di 97.09 – 96.85. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan naik ke posisi resisten di  posisi  97.43 – 97.76.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews

Baca Juga :


5.10.2019

SOLID BERJANGKA | Anjloknya Harga Minyak di Asia

SOLID BERJANGKA - Perang Dagang Amerika-China Picu Anjloknya Harga Minyak di Asia


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Pendukung harga terbaru datang dari penurunan persediaan minyak mentah AS yang tak terduga menurut laporan mingguan EIA, persediaan minyak mentah Amerika turun 4 juta barel dalam minggu hingga 3 Mei.

Untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan harga minyak WTI selanjutnya akan  turun ke posisi support di 61.12 – 60.38. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan mendaki  ke resisten 62.42 – 63.10.

Harga minyak mentah yang diperdagangkan pada sesi Asia hari Kamis  (09/05) bergerak turun  di tengah kekhawatiran atas meningkatnya pertempuran perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina, meskipun ada kejutan penurunan persediaan minyak mentah Amerika.

Harga minyak mentah berjangka Brent atau harga acuan minyak internasional berada di $ 69,56 per barel  yang  turun 67 sen atau 0,95 % dari penutupan sesi Amerika beberapa saat lalu. Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 59 sen  atau 0,95 % berada di $61,40 per barel.

Perang perdagangan China-Amerika telah membebani harga minyak minggu ini karena meningkatnya ketegangan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia dapat mempengaruhi prospek ekonomi global. Selain itu juga China merupakan konsumen minyak dunia terbesar, dimana  impor minyak mentah China pada April mencapai rekor untuk bulan ini, yaitu 10,6 juta barel per hari (bph).

Meskipun demikian, harga minyak telah didukung oleh tanda-tanda pasokan global yang lebih ketat di belakang pengurangan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia.  Pasokan global juga diperketat oleh sanksi Amerika terhadap Venezuela dan Iran.
SOLID BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.09.2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Arabika dan Robusta

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Kopi Arabika dan Robusta Sedang Dijual Paling Murah Oleh ICE


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu bulan Juli 2019 bursa New York  ditutup turun  2,15  poin atau 2,38 % dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $ 88.00 per lb.  Sedangkan harga kopi robusta kontrak bulan Juli di London ditutup turun  50 poin atau 3,72 % dari perdagangan sebelumnya ke posisi 1.271 pe lb.

Sentimen positif untuk perdagangan kopi Robusta dari  Kantor Statistik Umum Vietnam bahwa ekspor kopi Jan-April dari Vietnam, produsen robusta terbesar dunia, turun -13,5 % y/y menjadi 629 MT.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, diperkirakan harga kopi arabika  berpotensi rebound secara teknikal dan juga oleh pulihnya kurs uang Brasil.

Harga kopi Arabika berjangka di bursa komoditas internasional New York pada penutupan perdagangan kemarin anjlok parah ke posisi terendah sepanjang kontrak. Demikian juga harga kopi Robusta di bursa ICE London terjun ke posisi terburuknya.

Anjloknya harga kopi di kedua bursa komoditas tersebut terjadi setelah Organisasi Kopi Internasional (ICO) menaikkan perkiraan surplus kopi global 2018/19 menjadi 3,7 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 3,1 juta kantong.

Tekanan selanjutnya bagi perdagangan kopi Arabika oleh anjloknya Real Brasil turun ke level terendah 1 minggu terhadap dolar. Faktor bearish lain yang menekan harga kopi adalah perkiraan Senin oleh INTL FCStone untuk panen kopi 2019 Brasil turun menjadi 53 juta kantong dari 61,7 juta kantong pada 2018, yang berada di atas perkiraan dari Conab, agen peramalan tanaman pemerintah Brazil, 52,5 juta kantong.
PT SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.08.2019

PT SOLID GOLD | Kakao Yang Terpukul

PT SOLID GOLD - Harga Kakao Dipukulin Oleh Produksi Afrika Barat Yang Membengkak


PT SOLID GOLD JAKARTA - Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Juli di ICE New York  ditutup melemah tajam sebesar  39 poin atau 1,64 % pada posisi $ 2340 per ton. Untuk  kakao berjangka kontrak bulan Juli  bursa London tidak diperdagangkan karena libur publik.

Pekan lalu harga kakao naik tinggi seperti di ICE London naik ke 9-1/2 bulan tertinggi karena kondisi kering di Pantai Gading dan  permintaan global yang kuat dengan laporan yang dirilis pada bulan April yang menunjukkan bahwa konsumsi kakao pada Q1 naik sebesar   2,0 % y/y menjadi 121,129 MT di Amerika Utara, sebesar   3,3 % y/y menjadi 370,359 MT di Eropa, dan oleh + 9,5 % y / y ke 208.388 MT di Asia.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, diperkirakan secara teknikal harga kakao berpotensi turun terus oleh sentimen diatas dan juga kekhawatiran lemahnya permintaan global.

Harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa ICE New York dan berakhir pada hari  Selasa kemarin rebound kuat dari pelemahan 2 hari berturut. Namun untuk  kakao di bursa ICE London tidak diperdagangkan karena bursa libur publik.

Harga kakao di ICE New York anjlok parah dikarenakan laporan produksi kakao yang kuat di Afrika Barat. Data pemerintah Pantai Gading pada hari Senin menunjukkan bahwa petani kakao Pantai Gading mengirim 1,87 MMT kakao ke pelabuhan selama 1 Oktober-5 Mei, naik 16,1 % dari waktu yang sama tahun lalu.

Juga, data Senin dari Dewan Kakao Ghana menunjukkan bahwa produksi kakao di Ghana, produsen kakao terbesar kedua di dunia, kuat karena pembelian kakao dari petani Ghana selama 29 minggu pertama panen (5 Oktober hingga 25 April) naik   4,3 % y/y hingga 717.605 MT. Selain itu, data dari Pusat Prediksi Iklim Amerika menunjukkan sebagian besar curah hujan normal di Pantai Gading selama 28 April-4 Mei.
PT SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.07.2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Bergerak Kuat di Zona Negatif

SOLID GOLD BERJANGKA - Bursa Amerika Awal Pekan Mampu Bergerak Kuat di Zona Negatifnya


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Tekanan jual awal yang cukup besar  di Wall Street terjadi setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada semua impor Cina dalam serangkaian posting di twitternya. Trump mengatakan tarif barang-barang China senilai $ 200 miliar akan meningkat menjadi 25 % pada hari Jumat dan mengancam akan mengenakan tarif pada barang-barang Cina senilai $ 325 miliar yang tersisa.

Ancaman dari Trump tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang putaran pembicaraan perdagangan Amerika-China berikutnya yang dijadwalkan akhir pekan ini di Washington. Namun kemudian tekanan jual berkurang  karena para investor menggambarkan tweet dari Trump sebagai taktik negosiasi, setelah pemberitaan bahwa delegasi Tiongkok pada kenyataannya masih melakukan perjalanan ke Amerika untuk melanjutkan negosiasi minggu ini meskipun dengan kelompok yang lebih kecil dari yang direncanakan sebelumnya.

Secara sektoral, sebagian besar sektor utama naik dari level terburuknya hari ini, meskipun kelemahan yang cukup besar tetap terlihat di antara saham semikonduktor. Philadelphia Semiconductor Index kembali menguat setelah aksi jual awal tetapi masih turun 1,7 %.

Untuk saham sektor  kimia juga tetap kuat di wilayah negatif  dengan Indeks Sektor Kimia S&P merosot 1,5 %. Saham sektor baja, perangkat keras komputer, dan jaringan juga berakhir lebih rendah, sementara saham tembakau menunjukkan pergerakan kuat ke atas.

Bursa saham Amerika awal pekan yang dibuka pada zona merah  jelang penutupan bergerak rebound, sehingga saat penutupan bursa Wall Street beberapa saat lalu tekanan jual indeks utama berkurang. Indeks Dow Jones yang paling anjlok awal sesi berhasil memangkas kerugian cukup signifikan.

Setelah jatuh lebih dari 470 poin, indeks Dow Jones mengakhiri sesi turun 66,47 poin atau 0,3 % menjadi 26.438,48. Indeks Nasdaq turun 40,71 poin atau 0,5 % menjadi 8.123,29 dan indeks S&P 500 turun 13,17 poin atau 0,5 % menjadi 2.932,47.
SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

5.06.2019

SOLID GOLD | Lelang SUN

SOLID GOLD - Lelang SUN Akan Diselenggarakan Besok


SOLID GOLD JAKARTA - Pemerintah akan kembali melaksanakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan Selasa (7/6) besok. Dalam lelang kali ini, pemerintah memasang target indikatif sebesar Rp 15 triliun dan target maksimal sebesar Rp 30 triliun.

Terdapat 7 seri SUN yang akan ditawarkan pada lelang nanti, menurut keterangan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, yaitu SPN03190808, SPN12200508, FR0077, FR0078, FR0068, FR0079, dan FR0076.

Seri SPN03190808 menawarkan tingkat kupon dengan sistem diskonto, dengan jatuh tempo pada 8 Agustus 2019. Seri ini merupakan seri terbaru yang belum pernah diikutsertakan dalam lelang sebelumnya. Sedangkan seri SPN12200508 juga menawarkan tingkat kupon secara diskonto dengan waktu jatuh tempo pada 8 Mei 2020.

Lain halnya Seri FR0077 yang menawarkan tingkat kupon sebesar 8,125% dengan waktu jatuh tempo pada 15 Mei 2024. Seri FR0078 menawarkan tingkat kupon sebesar 8,25% dengan waktu jatuh tempo pada 15 Mei 2029. Seri FR0068 menawarkan tingkat kupon sebesar 8,375% dengan waktu jatuh tempo pada 15 Maret 2034.

Seri FR0079 menawarkan tingkat kupon sebesar 8,375% dengan waktu jatuh tempo pada 15 April 2039. Terakhir, seri FR0076 menawarkan tingkat kupon sebesar 7,375% dengan waktu jatuh tempo pada 15 Mei 2048.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews

Baca Juga :


5.03.2019

SOLID BERJANGKA | Rupiah Akhir Pekan

SOLID BERJANGKA - Rupiah Akhir Pekan Lanjut Melemah ke Rp14.284/USD; Bertengger di 6 Minggu Terendahnya


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat siang ini (03/05), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, di sekitar 6 minggu terendahnya, sementara dollar AS di pasar Eropa terlihat melanjutkan gain di hari ketiganya dari sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS siang menjelang sore ini melemah 0,20% ke level Rp 14.284 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.242.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.245, kemudian bergerak lemah sampai ke Rp14.284, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 14.284. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar di pasar uang Eropa tampak dalam gain oleh antisipasi positif pasar terhadap rilis data tenaga kerja AS di malam nanti.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang WIB ini naik ke level 97,90, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,84.

Sementara itu, IHSG Kamis di sesi kedua, terpantau merosot 1,21% atau 77,312 poin ke level 6.297,407, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah menjelang rilis data tenaga kerja AS nanti.

Melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini masih menguat, di minggu ketiganya, dengan dollar di pasar Eropa tetap gain di hari yang ketiga didorong kuatnya rilis data tenaga kerja AS nanti.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :