Tampilkan postingan dengan label pt solid group. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pt solid group. Tampilkan semua postingan

2.04.2026

PT Solid Gold | Aussie Bertahan, PMI Tiongkok Menguat

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) melanjutkan penguatan pada Rabu dan bertahan solid setelah naik lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Sentimen pasar ditopang data aktivitas ekonomi yang membaik, sementara dolar AS masih melemah untuk dua sesi beruntun.

Dorongan pertama datang dari Tiongkok. PMI Jasa Januari naik ke 52,3 dari 52,0 (Desember) dan melampaui ekspektasi 51,8. Karena China adalah mitra dagang utama Australia, perbaikan data di sana cenderung cepat mengangkat sentimen ke AUD.

Dari dalam negeri, data S&P Global menunjukkan lonjakan aktivitas yang lebih kencang. PMI Gabungan (Composite) Australia Januari melesat ke 55,7 dari 51,0, menjadi ekspansi terkuat dalam 45 bulan. PMI Jasa juga naik ke 56,3 dari 51,1, level tertinggi sejak Februari 2022, sekaligus mengonfirmasi sektor jasa masih konsisten berekspansi.

Di sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia baru saja menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 3,85%. Bank sentral menyoroti pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan dan inflasi yang masih “bandel”, sehingga pasar kini mematok peluang sekitar 80% untuk kenaikan lanjutan pada Mei, dengan ekspektasi tambahan pengetatan sekitar 40 bps lagi sepanjang tahun.

Gubernur Michele Bullock menegaskan tekanan inflasi masih terlalu kuat dan proses kembali ke target bisa makan waktu lebih lama. Ia juga menekankan pendekatan yang tetap data-dependent tanpa memberi “janji arah” ke depan—membuat fokus pasar kini mengarah ke rilis data berikutnya, karena itu yang akan menentukan apakah AUD lanjut menguat atau mulai kehabisan bensin. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

2.03.2026

Solid Gold | Perak Rebound ke $81, Pasar Masih Waspada Efek Warsh & Fed

 

Harga Emas hari ini - Harga perak (XAG/USD) memantul di sesi Asia pada Selasa, diperdagangkan di sekitar $81-an per troy ons setelah dua sesi sebelumnya jatuh sangat dalam. Rebound ini lebih mirip “napas dulu” setelah aksi jual besar, bukan tanda tren sudah aman.

Tekanan utama datang sejak Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve. Pasar menilai Warsh cenderung lebih “ketat” dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan—ini biasanya bikin aset seperti perak (yang tidak memberi imbal hasil) jadi kurang menarik dibanding dolar/yield.

Aksi jual perak juga diperparah oleh spekulan China yang buru-buru mengurangi posisi. Tapi di sisi lain, pasar juga ngelirik potensi “buy the dip”: kalau pembeli kembali masuk saat harga diskon, perak bisa dapat bantalan.

Sebelumnya, perak sempat melesat ke rekor (disebut $121,66 pada 29 Januari) karena kombinasi: ketidakpastian geopolitik-ekonomi, kekhawatiran pelemahan nilai mata uang, dan isu independensi bank sentral. Namun ketika tensi mereda—termasuk sinyal komunikasi AS–Iran—permintaan safe haven ikut mendingin. Ayatollah Ali Khamenei juga sempat memperingatkan bahwa serangan AS bisa memicu konflik lebih luas, jadi headline geopolitik masih bisa bikin harga loncat kapan saja.

Dari sisi Fed, komentar pejabat juga bernada hati-hati: Federal Reserve Bank of St. Louis melalui Alberto Musalem menyebut pemangkasan lanjutan belum diperlukan dan level kebijakan dinilai cukup netral, sementara Federal Reserve Bank of Atlanta lewat Raphael Bostic menekankan kesabaran dan kebijakan sebaiknya tetap agak ketat. Kombinasi ini bikin perak rebound, tapi pasar tetap “pasang rem” karena arah suku bunga masih jadi faktor kunci. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

2.02.2026

PT Solid | Kursi The Fed Mau Ganti: Dolar Menguat, Emas Tumbang

 

Harga Emas hari ini - Donald Trump resmi mengumumkan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve pada Jumat, 30 Januari 2026 (waktu AS). Pengumuman ini langsung jadi pemantik volatilitas karena pasar menilai perubahan pucuk pimpinan bank sentral bisa mengubah arah kebijakan, terutama soal suku bunga dan kekuatan dolar.

Warsh direncanakan menggantikan Jerome Powell ketika masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir Mei 2026. Tapi pergantian ini belum otomatis terjadi—Warsh masih harus melewati proses konfirmasi Senat sebelum resmi menduduki kursi tertinggi The Fed.

Di sinilah “bumbu menggigitnya”: proses konfirmasi berpotensi tidak mulus. Senator Republik Thom Tillis disebut mengancam akan menahan proses konfirmasi sampai isu investigasi terkait Powell (soal proyek renovasi gedung The Fed) selesai, yang membuka peluang tarik-ulur politik di Senat.

Dari pihak Trump, narasinya dibungkus optimisme. Trump menyebut Warsh kandidat berkualitas dan bahkan yakin bisa menarik sebagian dukungan Demokrat. Trump juga menepis isu bahwa ia meminta Warsh berjanji soal pemangkasan suku bunga, meski ia tetap menyuarakan harapan suku bunga bisa turun.

Kenapa pasar cepat “nangkep sinyal”? Karena Warsh dipandang membawa gaya kebijakan yang bisa lebih pro-dolar/lebih ketat dibanding skenario yang paling “dovish” yang sempat dibayangkan pasar. Begitu ekspektasi itu muncul, pelaku pasar buru-buru menata ulang posisi—yang biasanya memicu penguatan dolar dan tekanan pada aset yang sensitif terhadap yield.

Efeknya makin kencang karena timing-nya datang setelah reli besar di banyak aset dan posisi spekulatif yang sudah padat. Jadi pengumuman ini bukan sekadar berita politik—tapi jadi “pemicu” buat market yang memang sudah rapuh: begitu satu bata dicabut, yang lain ikut runtuh.

Pengaruh ke harga emas & oil (di tengah emas lagi turun): emas paling cepat terpukul ketika dolar menguat dan pasar mengurangi risiko—itulah yang terlihat setelah pengumuman Warsh, saat emas dan perak mengalami penurunan tajam. Untuk minyak, dampaknya cenderung campuran: dolar yang lebih kuat bisa jadi “rem” harga, tapi minyak juga sangat sensitif pada geopolitik dan pasokan; ketika tensi Timur Tengah mereda sedikit, minyak bisa turun karena premi risiko dilepas (profit-taking). - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

1.30.2026

PT Solid Gold Berjangka | Siapa Pilihan Trump untuk Pimpin The Fed?

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mengumumkan pilihan calon Ketua Federal Reserve pada Jumat pagi, mengakhiri spekulasi yang sudah berbulan-bulan soal siapa pengganti Jerome Powell.

Trump menyebut sosok yang dipilih “tidak akan terlalu mengejutkan” dan merupakan figur yang dikenal luas di dunia keuangan. Ia juga memberi sinyal bahwa kandidatnya adalah orang yang “seharusnya bisa menjabat beberapa tahun lalu.”

Menurut laporan, ada empat nama yang masuk daftar pendek: Direktur NEC Kevin Hassett, Gubernur The Fed Christopher Waller, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, dan eksekutif BlackRock Rick Rieder.

Pemilihan ini penting karena Trump terang-terangan ingin Ketua The Fed berikutnya lebih cepat dan lebih agresif menurunkan suku bunga, sejalan dengan preferensinya mendorong biaya pinjaman lebih rendah.

Proses seleksi disebut dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, yang membantu menyaring kandidat hingga tersisa empat nama final.

Namun, jalan kandidat Trump bisa tidak mulus di Senat. Senator Republik Thom Tillis menyatakan akan menghambat nominee Fed sampai isu penyelidikan terkait renovasi kantor pusat The Fed diselesaikan—yang ikut memicu kekhawatiran soal independensi bank sentral.

Pengumuman ini datang setelah The Fed menahan suku bunga usai sebelumnya melakukan tiga kali pemangkasan di bulan-bulan terakhir 2025, sehingga pasar akan langsung menilai apakah pilihan Trump berpotensi mengubah arah kebijakan moneter ke depan.- PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

1.29.2026

Solid Gold Berjangka | Emas Tembus $5.500, Pasar “Kabur” dari Dolar & Obligasi

 

Harga Emas hari ini - Harga emas kembali bikin heboh setelah melonjak ke rekor baru di atas $5.500 per ons, memperpanjang reli yang sudah super kencang sepanjang awal tahun. Di sesi Asia, emas sempat mencetak puncak baru sebelum bergerak lebih rendah; pukul 08.02 di Singapura, emas disebut berada di sekitar $5.461,98/ons setelah sebelumnya menyentuh rekor intraday. Lonjakan ini terjadi saat dolar AS melemah dan investor makin agresif mencari “aset penyimpan nilai” alternatif.

Dorongan terbesarnya bukan cuma soal inflasi—tapi soal kepercayaan. Banyak investor mulai ragu mengandalkan obligasi pemerintah dan mata uang sebagai “safe haven” utama, sehingga arus dana bergeser ke emas. Reuters juga mencatat reli emas ditopang permintaan safe-haven, ketidakpastian ekonomi-geopolitik, dan momentum pembelian yang terus menguat.

Pasar juga sedang “melihat jauh ke depan” dari keputusan The Fed yang baru saja menahan suku bunga. Fokusnya sekarang bergeser ke arah kebijakan berikutnya—terutama karena isu ketua The Fed berikutnya ikut memanaskan spekulasi: jika kepemimpinan baru lebih dovish, peluang suku bunga turun akan makin terbuka, dan itu biasanya jadi bensin tambahan buat emas (karena emas tidak memberi imbal hasil).

Dari sisi global, tekanan juga datang dari luar AS: gejolak di pasar obligasi (termasuk kekhawatiran fiskal) dan dinamika yen–dolar ikut menambah cerita “lari dari mata uang”. Di saat yang sama, komentar Trump soal dolar serta berbagai risiko geopolitik membuat pasar semakin defensif—dan emas jadi tujuan paling mudah saat volatilitas naik.

Efeknya merembet ke logam mulia lain. Reuters melaporkan perak juga berada dekat rekor/menyentuh rekor di rangkaian reli ini, sementara platinum dan palladium ikut bergerak mengikuti sentimen safe-haven dan pelemahan dolar. Dengan reli yang sudah “parabolik”, pasar biasanya tetap mewaspadai koreksi jangka pendek—tapi selama dolar lemah dan risiko global tinggi, biasnya masih condong ke atas.

 

5 Poin Kesimpulan

Emas melejit karena kombinasi dolar melemah + investor mengurangi posisi di obligasi/mata uang.

Pasar tidak berhenti di keputusan The Fed, tapi menatap arah kebijakan berikutnya.

Spekulasi ketua The Fed baru yang lebih dovish memperkuat taruhan suku bunga turun—positif untuk emas.

Risiko geopolitik dan “krisis kepercayaan” ke aset AS bikin emas makin dilirik.

Perak ikut terangkat dalam reli logam mulia, menandakan demand safe-haven menyebar. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

1.28.2026

Solid Gold | Nikkei Tersandung, Yen Mendadak Menguat

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang melemah pada awal perdagangan, karena penguatan yen membuat pasar waspada soal kekuatan laba emiten. Indeks Nikkei turun sekitar 0,8% ke area 52.893.

Tekanan paling besar datang dari eksportir saham, terutama sektor otomotif dan farmasi. Toyota turun sekitar 2,7%, sementara Daiichi Sankyo melemah sekitar 4,8%. Penguatan yen biasanya membuat pendapatan perusahaan eksportir terlihat “lebih kecil” saat konversi, sehingga investor cepat-cepat mengurangi risiko.

Di pasar valuta, USD/JPY turun tajam ke sekitar 152,53 dari sekitar 154,57 saat penutupan bursa Tokyo sebelumnya. Investor juga menunggu komentar pejabat Jepang soal yen, plus menyusun rencana ekonomi PM Sanae Takaichi jelang pemilu awal Februari—karena arah kebijakan bisa ikut menggerakkan yen dan sentimen saham. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Solid Gold | Dolar Anjlok Jelang Fed, Saham dan Emas Menguat

 

Harga Emas hari ini - Dolar merosot ke level terendah dalam hampir empat tahun, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap mata uang cadangan dunia di tengah pembuatan kebijakan yang tidak dapat diprediksi dari Washington. Pelemahan tersebut memicu reli pada yen, emas, dan saham AS.

Indeks Spot Dolar Bloomberg merosot ke level terendah sejak Februari 2022 karena tanda-tanda dukungan AS untuk meningkatkan yen memperkuat argumen tentang potensi intervensi terkoordinasi untuk mengarahkan dolar AS lebih rendah terhadap mitra dagang utama. Penurunan dipercepat setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia tidak khawatir tentang pelemahan tersebut.

Yen menyentuh level terkuatnya terhadap dolar AS sejak Oktober pada sesi Selasa untuk diperdagangkan sekitar 152 per dolar. Emas, perak, dan minyak mentah — semuanya dihargai dalam dolar — naik dan Indeks S&P 500 ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Sementara indeks berjangka ekuitas untuk beberapa indikator Asia mengalami kenaikan, indeks berjangka untuk Jepang mengalami penurunan karena penguatan yen biasanya menjadi hambatan bagi ekuitas negara tersebut.

Dolar melemah di tengah ketidakpastian kebijakan dari pemerintahan Trump, termasuk ancaman untuk mengambil alih Greenland dan komentar yang menimbulkan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve. Investor menghadapi minggu yang penting, dengan bank sentral akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu dan perusahaan teknologi megakapitalisasi mulai melaporkan pendapatan.

“Pemerintahan Trump mengambil risiko yang diperhitungkan,” kata Win Thin, kepala ekonom di Bank of Nassau 1982 Ltd. “Nilai tukar biasanya menjadi indikator utama dalam menunjukkan ketidaknyamanan pasar terhadap kebijakan dan prospek ekonomi suatu negara, jadi pelemahan dolar ini perlu diperhatikan.” - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

1.26.2026

PT Solid | Emas Tembus $5.000: Kenapa Tiba-tiba Meledak?

 

Harga Emas hari ini - Emas naik melewati $5.000 per ons untuk pertama kalinya, melanjutkan reli kencang karena pasar global makin tidak tenang. Investor mulai menghindari obligasi pemerintah dan mata uang, lalu pindah ke aset “pelindung” seperti emas.

Kenaikan ini terjadi di awal perdagangan Senin, setelah emas melonjak 8,5% minggu lalu. Dorongan besar datang dari dolar AS yang melemah, sehingga harga emas terasa lebih murah bagi pembeli di luar AS.

Indikator dolar Bloomberg turun 1,6%, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak Mei. Saat dolar melemah, logam mulia biasanya lebih mudah naik karena permintaan global ikut terdorong. Di waktu yang sama, perak juga menyentuh rekor baru pada Senin.

Reli emas sekarang makin menegaskan perannya sebagai “termometer ketakutan” pasar. Dalam dua tahun terakhir, harga emas sudah lebih dari dua kali lipat. Setelah mencatat performa tahunan terbaik sejak 1979, emas masih lanjut naik 15% sepanjang tahun ini.

Pemicu utamanya adalah campuran risiko: ketegangan geopolitik yang meningkat, ketidakpastian arah kebijakan, serta kekhawatiran soal stabilitas institusi—yang bikin investor makin memilih strategi “jaga-jaga” dan keluar dari aset berisiko.

Pada 7:22 a.m. di Singapura, emas naik 0,8% ke $5,029.05 per ons. Perak naik 1,7% ke $104.9148. Palladium ikut naik, sementara platinum justru turun. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

1.23.2026

PT Solid Gold Berjangka | Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

 

Harga Emas hari ini - Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada saham-saham terkait chip dan kecerdasan buatan.

Sentimen didorong oleh komentar dari CEO Nvidia, Jensen Huang, di Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang memperkuat antusiasme investor terhadap tema AI. Performa terbaik di sektor teknologi termasuk Kioxia Holdings (8,6%), SoftBank Group (11,6%), Lasertec (5,8%), Disco Corp (17,1%), dan Advantest (5%). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang mundur dari level tertinggi historis karena investor terus menilai prospek fiskal negara tersebut.

Saham-saham lokal juga mengikuti kenaikan di Wall Street semalam setelah Presiden AS Donald Trump menolak menggunakan kekerasan untuk mengakuisisi Greenland dan mengurangi ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa menyusul kerangka kerja untuk perjanjian di masa depan. - PT Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

1.22.2026

Solid Gold Berjangka | Euforia Safe Haven : Emas Melonjak

 

Harga Emas hari ini - Harga emas kembali naik tajam pada hari Selasa (20/1) dan mencetak rekor baru, menembus level psikologis di atas $4.700 per ons. Kenaikan ini didorong gelombang "flight to safety" karena ketegangan geopolitik meningkat dan kekhawatiran perang dagang kembali menghantui pasar global.

Di pasar spot, emas naik lebih dari 3% ke sekitar $4.750/oz, setelah sempat menyentuh puncak intraday di $4.766,10/oz. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup 3,7% lebih tinggi menjadi $4.765,80/oz. Pergerakan ini menunjukkan permintaan emas tetap kuat meski harganya sudah berada di area yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Pemicunya datang dari kombinasi faktor risiko. Isu utama yang membuat pasar tegang adalah memanasnya kembali tensi AS – Eropa terkait Greenland, setelah Trump mengancam tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa. Situasi ini memperkuat suasana "risk-off", membuat investor mengurangi posisi di aset berisiko dan memindahkan dana ke instrumen defensif seperti emas.

Dolar AS yang melemah juga ikut memberi dorongan tambahan. Ketika dolar turun, emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih "murah" bagi pembeli dengan mata uang lain. Efek ini biasanya memperkuat reli logam mulia, apalagi saat pasar sedang sensitif terhadap berita geopolitik dan kebijakan dagang.

Selain itu, pasar juga masih membaca arah kebijakan suku bunga AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga membuat emas lebih menarik, karena emas tidak memberikan imbal hasil (yield). Saat suku bunga diperkirakan turun, "biaya peluang" memegang emas jadi lebih rendah.

Reuters melaporkan pasar memperkirakan kemungkinan dua kali pemangkasan 25 bps pada pertengahan 2026, dan perhatian bertambah setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi sinyal Trump bisa menunjuk ketua The Fed baru paling cepat minggu depan.

Perak ikut terdorong oleh gelombang safe haven dan reli logam mulia secara umum. Perak sempat mencetak rekor di $95,87/oz, sebelum turun tipis ke sekitar $94,37/oz karena aksi ambil untung setelah kenaikan cepat. Reuters juga mencatat perak melonjak besar sepanjang 2025, dan reli berlanjut pada awal 2026, sehingga volatilitasnya cenderung lebih "liar" dibanding emas.

Logam mulia lain bergerak beragam. Platinum naik sekitar 2,8% ke $2.440,94/oz, sementara palladium turun sekitar 0,7% ke $1.828,39/oz. Perbedaan arah ini menunjukkan pasar tidak hanya bergerak karena "tema safe-haven", tapi juga dipengaruhi faktor spesifik tiap logam, termasuk permintaan industri dan posisi spekulatif. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

1.21.2026

PT Solid Gold | Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit

 

Harga Emas hari ini - Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sentimen global tetap "berat" setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman tarif terkait sengketa Greenland, yang membuat pelaku pasar kembali masuk mode risk-off.

Trump menyatakan akan menerapkan tarif 10% mulai 1 Februari untuk barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, serta mengancam eskalasi menjadi 25% per 1 Juni bila tidak ada kesepakatan soal Greenland. Dari Eropa, respons mulai dipanaskan: sejumlah laporan menyebut Uni Eropa menimbang paket balasan, termasuk opsi menghidupkan kembali rencana tarif terhadap impor AS senilai €93 miliar.

Di pasar valas utama, dolar melemah terhadap mata uang Eropa: EUR/USD bertahan di sekitar 1,1650 dan GBP/USD di area 1,3440 seiring euro dan sterling ikut diuntungkan dari meningkatnya premi risiko politik di kubu dolar. Sementara itu, USD/JPY bergerak di sekitar 158,00 tetap sensitif pada arus safe-haven di tengah tensi dagang dan AUD/USD pulih ke sekitar 0,6720 setelah dorongan dari data inflasi Australia yang lebih hangat dari perkiraan.

Untuk Kanada, USD/CAD berada di kisaran 1,3870 meski inflasi tahunan Kanada dilaporkan menguat—pasar menilai headline geopolitik dan risiko perang dagang masih lebih dominan dalam membentuk arah dolar di awal pekan. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

1.19.2026

PT Solid | Pasar Saham Hong Kong Tertekan di Pembukaan, Sentimen Tarif AS Membayangi

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Hong Kong dibuka melemah tajam pada awal perdagangan Senin, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi perang dagang global. Tekanan datang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan rencana pengenaan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa, yang langsung memicu aksi jual di kawasan Asia.

Indeks acuan Hang Seng dibuka turun 203 poin atau sekitar 0,75% ke level 26.641. Pelemahan terjadi secara luas, dengan Hang Seng China Enterprises Index ikut terkoreksi 0,75%, sementara Hang Seng Tech Index melemah lebih dalam sebesar 0,77%. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya sikap risk-off pelaku pasar yang khawatir kebijakan perdagangan agresif AS dapat kembali mengganggu stabilitas ekonomi global.

Sektor teknologi menjadi salah satu yang paling tertekan pada awal sesi. Saham Alibaba Group mencatat penurunan terdalam dengan pelemahan sekitar 2,5%. Tekanan juga terlihat pada Meituan dan Xiaomi yang masing-masing turun 1,2%. Sementara itu, Tencent Holdings dan JD.com turut bergerak di zona merah meski dengan penurunan yang relatif lebih terbatas.

Sektor keuangan juga tidak luput dari tekanan. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti HSBC Holdings terkoreksi sekitar 1,1%, sedangkan AIA Group melemah 0,9%, mengikuti sentimen negatif pasar secara keseluruhan.

Di tengah pelemahan pasar, saham-saham pertambangan emas justru mencuri perhatian dengan penguatan signifikan. Lonjakan ini sejalan dengan harga emas global yang mencetak rekor tertinggi baru, didorong meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan perdagangan. Shandong Gold Mining memimpin penguatan sektor dengan kenaikan sekitar 2,5%, disusul Zhaojin Mining yang naik 2%.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati sambil mencermati perkembangan kebijakan tarif AS dan respons dari negara-negara mitra dagang, yang berpotensi menentukan arah pergerakan pasar Asia dalam waktu dekat. - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

1.15.2026

Solid Gold Berjangka | AUD Tertekan Lagi, Kenapa 0,6700 Sulit Ditembus?


 Harga Emas hari iniAUD/USD kembali melemah dan turun di bawah 0,6700 pada sesi Asia Kamis, bergerak di sekitar 0,6680. Tekanan muncul setelah ekspektasi inflasi konsumen Australia turun tipis ke 4,6% pada Januari dari 4,7% sebelumnya - sinyal bahwa persepsi kenaikan harga mulai sedikit mereda.

Dari sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia (RBA) masih menahan suku bunga di 3,6% dalam pertemuan Desember untuk ketiga kalinya. Inflasi memang sudah melandai dari puncak 2022, tetapi masih berada di atas target RBA 2–3%. Headline inflasi Australia tercatat 3,4% (YoY) pada November, level terendah sejak Agustus, namun belum cukup “aman” untuk mengubah sikap bank sentral secara cepat.

Sementara itu dari Amerika Serikat, data ritel memberi dukungan pada dolar. Penjualan ritel AS naik 0,6% pada November menjadi US$735,9 miliar, melampaui ekspektasi dan membaik dari Oktober yang sempat terkontraksi. Aktivitas konsumsi yang tetap kuat membuat pasar menilai ekonomi AS masih punya daya tahan.

Di sisi inflasi produsen, PPI AS juga terbilang kuat, dengan inflasi tahunan headline dan core berada di sekitar 3%. Kombinasi konsumsi yang solid dan tekanan harga dari sisi produsen membuat pasar semakin yakin The Fed tidak perlu buru-buru melonggarkan kebijakan, sehingga dolar cenderung tetap tertopang.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data initial jobless claims AS dan komentar pejabat The Fed. Dengan pengangguran AS yang turun ke 4,4% pada Desember, sejumlah pelaku pasar menunda proyeksi pemangkasan suku bunga—bahkan ada bank investasi yang menggeser ekspektasi pemotongan ke pertengahan tahun. Selama narasi “suku bunga AS bertahan lebih lama” masih dominan, AUD berpotensi tetap kesulitan menguat signifikan.

Inti Poin:

- AUD/USD turun lagi ke sekitar 0,6680 dan gagal bertahan di atas 0,6700.

- Ekspektasi inflasi konsumen Australia turun tipis ke 4,6% (Jan).

- RBA masih tahan suku bunga 3,6%; inflasi Australia masih di atas target 2–3%.

- Penjualan ritel AS naik 0,6% (Nov), memperkuat dolar.

- Data kuat AS mendorong ekspektasi The Fed menahan suku bunga lebih lama, menekan AUD. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

1.14.2026

PT Solid Gold | Dolar Australia Melemah, Pasar Mulai Ragu Kenaikan Suku Bunga

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) bergerak di sekitar $0,668, bertahan dekat level terlemah dalam dua minggu terakhir. Pasar masih menimbang apakah bank sentral Australia (RBA) benar-benar akan menaikkan suku bunga secepat Februari.

Peluang kenaikan suku bunga 25 bps pada Februari kini diperkirakan sekitar 27%, turun dari hampir 40% pekan lalu. Namun, pasar masih melihat peluang lebih besar untuk kenaikan suku bunga pada periode berikutnya—dengan sekitar 76% kemungkinan kenaikan terjadi paling lambat Mei.

Sejumlah data terbaru membuat pelaku pasar ragu-ragu. Inflasi November sedikit melunak dan kepercayaan konsumen menurun, sehingga keyakinan untuk kenaikan suku bunga cepat ikut berkurang. Sementara itu, lowongan kerja turun tipis 0,2% pada kuartal November, mengisyaratkan permintaan tenaga kerja masih stabil—tidak panas, tapi juga belum melemah tajam.

Di sisi lain, belanja rumah tangga November yang kuat bisa menjadi “pengganjal” penurunan inflasi. Kalau konsumsi tetap kencang, tekanan harga bisa bertahan lebih lama—dan ini yang bisa menghidupkan lagi ekspektasi RBA untuk bersikap lebih ketat.

Karena itu, arah AUD dan keputusan RBA kini sangat bergantung pada dua data kunci: rilis CPI kuartal IV yang akan keluar akhir bulan ini, serta laporan tenaga kerja Desember pekan depan. Jika inflasi inti (core) Q4 lebih tinggi dari perkiraan, tekanan untuk kenaikan suku bunga lebih cepat bisa kembali membesar.

5 Inti Poin:

- AUD di $0,668, dekat low 2 minggu.

- Peluang rate hike Februari turun ke 27% (dari -40% pekan lalu).

- Pasar masih lihat 76% peluang kenaikan suku bunga paling lambat Mei.

- Data campuran: inflasi melunak dan confidence turun, tapi belanja rumah tangga kuat.

- Penentu berikutnya: CPI Q4 akhir bulan dan data kerja Desember pekan depan.- PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

1.12.2026

PT Solid | Saham Hong Kong Lesu, Siap Turun Mingguan

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong sedikit berubah pada perdagangan Jumat pagi, berfluktuasi di sekitar 26.165 setelah dua sesi penurunan, karena pelemahan di sektor properti dan keuangan diimbangi oleh kenaikan di saham teknologi dan konsumen. Para pedagang menilai data CPI China menunjukkan harga konsumen datar pada tahun 2025, di bawah target resmi sekitar 2%, meskipun inflasi Desember mencapai level tertinggi hampir 3 tahun di angka 0,8%. Sementara itu, harga produsen di negara tersebut turun untuk bulan ke-39 berturut-turut, meskipun laju penurunan sedikit melambat. Di AS, futures saham stabil menjelang data pekerjaan penting, sementara Mahkamah Agung bersiap untuk memutuskan tarif era Trump. Saham yang mengalami kenaikan signifikan termasuk Kuaishou (3,6%), Zijin Mining (2,6%), dan Techtronic Industries (2,0%). Di sisi lain, WH Group turun 2,8%, Mixue Group turun 2,5%, dan Meituan kehilangan 2,3%. Untuk pekan ini, pasar diperkirakan akan mengalami penurunan pertama dalam tiga pekan, turun sekitar 0,7% sejauh ini, terbebani oleh ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, dan kehati-hatian menjelang data perdagangan China yang akan dirilis pekan depan. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

1.08.2026

Solid Gold Berjangka | Emas "Nunggu" Momen Besar Jumat Ini

 

Harga Emas hari ini - Harga emas cenderung stabil setelah sempat turun hampir 1% pada sesi sebelumnya. Pasar sekarang menahan langkah sambil menunggu dua hal besar: rilis data tenaga kerja AS dan proses penyesuaian (rebalancing) indeks komoditas tahunan.

Pada Kamis pagi, emas bertahan di sekitar US$4.460 per troy ounce. Pergerakan yang "kalem" ini wajar karena banyak pelaku pasar memilih menunggu arah baru sebelum mengambil posisi besar.

Fokus utama datang dari rebalancing indeks komoditas global. Sejumlah dana pasif (passive tracking funds) diperkirakan mulai menjual kontrak berjangka logam mulia agar komposisi portofolionya sesuai bobot baru yang ditetapkan indeks.

Potensi penjualan kali ini diprediksi lebih besar dari biasanya, karena harga logam mulia sudah melonjak kuat sepanjang satu tahun terakhir. Kondisi itu membuat bobot logam mulia di indeks membengkak, sehingga perlu "dikurangi" lewat aksi jual untuk kembali seimbang.

Di sisi lain, pasar juga menatap data ekonomi AS pada Jumat, terutama laporan ketenagakerjaan (jobs report) bulan Desember. Kalau datanya lebih lemah dari perkiraan, peluang pemangkasan suku bunga bisa menguat—dan ini biasanya jadi angin segar untuk aset seperti emas yang tidak memberi imbal hasil bunga.

Di pasar logam lainnya, perak memantul setelah sehari sebelumnya jatuh tajam. Platinum ikut mencoba pulih, sementara palladium menguat. Pergerakan dolar juga ikut jadi perhatian karena bisa memengaruhi daya tarik logam mulia.

Inti Poin :

Emas stabil di area US$4.460/oz setelah sebelumnya turun hampir 1%.

Pasar menunggu rebalancing indeks komoditas dan data tenaga kerja AS.

Dana pasif diperkirakan menjual futures logam mulia untuk menyesuaikan bobot indeks.

Penjualan diprediksi lebih besar karena logam mulia naik tajam sepanjang tahun lalu.

Data jobs AS yang lebih lemah bisa dorong ekspektasi rate cut, biasanya mendukung emas.- Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

12.23.2025

Solid Gold | Emas Pecah Rekor! Apa yang Mendorong Lonjakan Ini?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas mencatatkan rekor baru pada hari Senin, menguat tajam setelah meningkatnya ketegangan geopolitik dan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada tahun depan. Emas melonjak hingga $4,459.60 per ounce, mencatatkan kenaikan 2,4% pada hari itu—kenaikan terbesar dalam lebih dari sebulan.

Lonjakan harga emas ini didorong oleh ekspektasi pasar bahwa The Fed akan kembali menurunkan biaya pinjaman di tahun 2026, sebuah kebijakan yang akan menguntungkan logam mulia. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan bunga, sering kali mendapatkan keuntungan di lingkungan suku bunga yang lebih rendah.

Ketegangan geopolitik, terutama yang terjadi di Venezuela, juga memperburuk kekhawatiran pasar. AS memperketat blokade kapal tanker minyak Venezuela sebagai bagian dari tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro, meningkatkan ketidakpastian yang mendorong investor untuk mencari perlindungan dalam bentuk emas.

Pada pagi hari di Singapura, spot gold diperdagangkan 0,3% lebih tinggi di $4,465.12 per ounce, tetap dekat dengan rekor tertinggi sebelumnya. Sementara itu, perak juga mencatatkan kenaikan kecil, 0,3% menjadi $69,21 per ounce, tidak jauh dari rekor harga sebelumnya yang tercatat di $69,4549.

Selain itu, harga platina dan palladium juga mengalami kenaikan, mengikuti pergerakan harga emas. Semua ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar Bloomberg, yang turun 0,4% pada sesi sebelumnya.

Investor saat ini juga memantau dengan cermat pergerakan pasar menjelang rilis data ekonomi AS yang dapat mempengaruhi keputusan The Fed. Jika data mendukung pandangan pasar bahwa ekonomi AS melambat, kemungkinan besar The Fed akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter yang menguntungkan emas.

Secara keseluruhan, harga emas terus memperlihatkan momentum yang kuat, didorong oleh kombinasi ketegangan geopolitik yang meningkat, kebijakan moneter yang dovish dari The Fed, dan permintaan untuk safe-haven assets. Seiring ketidakpastian yang terus berlanjut, emas diperkirakan akan tetap menjadi pilihan utama bagi investor. - Solid Gold 

Sumber: Newsmaker.id

12.22.2025

PT Solid | Yen Melemah, Nikkei Langsung Ngebut

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang menguat pada awal perdagangan setelah yen melemah tajam setelah Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga pada hari Jumat, sesuai ekspektasi pasar.

Kenaikan indeks banyak ditopang saham-saham chip. Sektor ini langsung memimpin penguatan di tengah sentimen positif dari pelemahan yen.

Beberapa saham besar ikut melesat: SoftBank Group naik 6,7%, Kioxia Holdings naik 5,7%, dan Tokyo Electron Ltd. naik 5,1%.

Pergerakan yen terlihat jelas di pasar valuta asing. USD/JPY berada di 157,56, naik dari 155,95 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Jumat.

Investor juga mengikuti langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat ekonomi. Pada saat yang sama, Nikkei Stock Average naik 1,5% menjadi 50.257,94. - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

12.19.2025

PT Solid Gold Berjangka | Silver Terus Menguat, Pasokan Ketat Dorong Harga Naik

 

Harga Emas hari ini - Perak masih menunjukkan fundamental yang kuat pada 19 Desember 2025, dengan harga yang terus mendekati atau bahkan menembus rekor tertinggi karena permintaan global yang tinggi dan pasokan yang relatif ketat. Silver telah menguat tajam sepanjang 2025, jauh melampaui emas dalam performa harga, karena banyak faktor pendorong baik dari sisi industri maupun investasi.

Salah satu alasan utama fundamentalnya kuat adalah defisit struktural yang berkelanjutan: permintaan global untuk silver - terutama dari sektor industri seperti panel surya, kendaraan listrik, elektronik, dan teknologi hijau lainnya - terus meningkat, sementara produksi dari tambang dan pasokan daur ulang tidak cukup mengejar kebutuhan pasar. Ini berarti permintaan seringkali melebihi pasokan, mendorong harga naik.

Selain itu, sentimen pasar didukung oleh prospek pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat dan negara lainnya, yang melemahkan dolar dan meningkatkan daya tarik logam mulia seperti silver. Investor juga semakin tertarik pada silver karena perannya ganda sebagai komoditas industri dan aset lindung nilai (safe haven), membuatnya banyak diburu baik oleh pelaku industri maupun investor. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

12.18.2025

Solid Gold Berjangka | Saham Asia Tergelincir, Teknologi Mulai Ditinggal

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Asia dibuka melemah mengikuti kejatuhan Wall Street, ketika investor kembali menghindari aset berisiko. Saham di Jepang dan Australia turun, diikuti kontrak berjangka Hong Kong. Tekanan datang terutama dari sektor teknologi, setelah Nasdaq 100 jatuh 1,9% dan saham Nvidia anjlok 3,8% ke level terendah sejak September, menyeret sentimen global.

Penjualan besar-besaran saham teknologi mencerminkan meningkatnya keraguan investor terhadap valuasi tinggi dan belanja besar perusahaan yang terlibat dalam booming kecerdasan buatan (AI). Kekhawatiran atas biaya pembangunan pusat data dan keberlanjutan pertumbuhan membuat pasar mulai berhati-hati. Uang pun mengalir ke aset aman, mendorong obligasi pemerintah jangka pendek serta mengangkat harga emas dan perak, sementara Bitcoin ikut tertekan meski sempat pulih tipis.

Gejolak pasar juga dipicu faktor global lain, mulai dari risiko geopolitik Rusia dan Venezuela yang menopang harga minyak, hingga penantian data inflasi AS yang dinilai krusial. Di Asia, yen Jepang menguat tipis jelang potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan, sementara China dibayangi isu restrukturisasi utang raksasa properti. Menjelang akhir tahun, pasar diperkirakan tetap bergejolak karena likuiditas menipis dan kepercayaan pada saham teknologi besar mulai diuji. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id