6.26.2019

PT SOLID GOLD | Amerika Cetak Kerugian

PT SOLID GOLD - 2 Data Ekonomi Amerika Serikat Membuat Saham Bursa Amerika Cetak Kerugian


PT SOLID GOLD JAKARTA - Saham-saham perangkat lunak bergerak turun tajam selama sesi perdagangan, menyeret Indeks Perangkat Lunak Amerika Serikat Dow Jones turun 2,7 %. Seperti saham raksasa industri Microsoft memimpin pelemahan sektor perangkat lunak, jatuh 3,2 % setelah mengakhiri sesi sebelumnya pada rekor penutupan tertinggi.

Kemudian terjadi kelemahan yang cukup besar di antara saham perumahan, seperti tercermin oleh penurunan 1,6 % oleh Philadelphia Housing Sector Index. Saham gas alam, emas, dan semikonduktor juga alami pelemahan signifikan pada hari itu, sementara saham tembakau menunjukkan pergerakan substansial ke atas.

Kelemahan di Wall Street sebagian mencerminkan reaksi negatif terhadap laporan Conference Board yang menunjukkan penurunan substansial dalam kepercayaan konsumen Amerika Serikat di bulan Juni. Indeks kepercayaan konsumen CB jatuh ke 121,5 pada Juni dari revisi 131,3 pada Mei.

Selain itu  Departemen Perdagangan juga secara tak terduga melaporkan  penurunan tajam penjualan rumah baru di Amerika Serikat pada bulan Mei. Penjualan rumah baru turun 7,8 % ke tingkat tahunan 626.000 pada Mei setelah jatuh 3,7 % ke tingkat revisi 679.000 pada April.

Kerugian masih terus menggrogoti bursa saham Amerika dengan saham-saham yang anjlok cukup parah. Perdagangan saham yang ditutup beberapa saat lalu bergerak  lebih rendah sejak awal sesi, bahkan indeks S & P 500 ditutup lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut setelah mengakhiri perdagangan Kamis lalu di rekor penutupan tertinggi.

Akhir bursa saham di Wall Street ditutup dengan indeks Dow Jones turun 179,32 poin atau 0,7 % menjadi 26.548,22, indeks Nasdaq anjlok 120,98 poin atau 1,5 % menjadi 7.884,72 dan indeks S&P 500 turun 27,97 poin atau 1 persen menjadi 2.917,38.
PT SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

6.25.2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Menekan Rival Utamanya

SOLID GOLD BERJANGKA - Dollar Amerika Serikat Kehilangan Kekuatan Menekan Rival Utamanya


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Sentimen perdagangan global kini menghindari aset resiko yang terlihat dari anjloknya bursa saham Asia dan juga imbal hasil obligasi Amerika dibawah 2 %. Sentimen diperkuat setelah Presiden Trump mengumumkan serangkaian sanksi baru terhadap Iran pada awal minggu.

Untuk penggerak katalis yang perlu diperhatikan hari ini dari sisi data ekonomi, akan dirilis data penjualan Rumah Baru dan indikator Keyakinan Konsumen oleh Conference Board. Kemudian terdapat moment mendengar komentar Ketua Fed J.Powell akan membahas Outlook Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Ketua Fed New York J. Williams di Forum Keuangan, Ketua Fed Atlanta  R.Bostic  akan berbicara tentang Perumahan,  Ketua Fed Richmond T.Barkin berbicara di Kanada dan Ketua Fed  St.Louis J.Bullard  berbicara di St.Louis.

Untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan indeks dolar selanjutnya berpotensi terus alami pelemahan oleh sentimen diatas dengan bergerak ke posisi  support 95.75 – 95.00. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan naik menemui posisi resisten 96.10 – 96.75.

Di tengah perdagangan  forex sesi Asia hari Selasa ini, posisi dollar Amerika Serikat kehilangan kekuatan untuk sesi kelima berturut-turut. Merosot sekitar 2 % sejak pekan lalu di puncak tinggi 2 minggu oleh spekulasi pada penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dollar Amerika Serikat terhadap mata uang utama lainnya sedang melemah 0,06 % dari penutupan sebelumnya ke posisi 95.93 setelah dibuka pada posisi 95,99 dan sempat terjun ke posisi terendah di 95.84.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

6.24.2019

SOLID GOLD | Ditengah Ketidakpastian Politik

SOLID GOLD - GBP/USD Diperdagangkan Dibawah 1.2750 Ditengah Ketidakpastian Politik


SOLID GOLD JAKARTA - Kepastian Johnson untuk memasuki Downing Street 10 membebani Poundsterling yang cenderung turun karena naiknya prospek Brexit yang keras. Berita yang menambah beban terhadap poundsterling ini datang setelah komentar dari Bank of England (BOE) yang mengkuatirkan. BOE mencatat penurunan di dalam outlook ekonomi yang disebabkan karena ketegangan perdagangan dan juga penilaian bahwa akselerasi di dalam pertumbuhan upah kemungkinan telah turun.

BOE juga telah mengulangi bahwa sementara mereka berasumsi keluarnya Inggris dari Uni Eropa dengan mulus, namun pasar memandang berbeda di dalam perhitungan harganya. Mark Carney, Gubernur BOE, telah memberikan peringatan bahwa mereka yang mempromosikan Brexit yang keras harus sadar sepenuhnya akan konsekwensinya.

Pasar juga masih menggali keputusan baru-baru ini dari Federal Reserve Amerika Serikat yang telah membuka pintu untuk pemangkasan suku bunga. Negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini sedang berjalan dengan baik, namun inflasi yang rendah dan ketidakpastian perdagangan membebaninya. Pergerakan the Fed ini telah membebani dollar Amerika Serikat dan kemungkinan kenaikan dollar Amerika Serikat terhadap poundsterling merefleksikan aksi ambil untung setelah pergerakan yang substansial sebelumnya.

Ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran juga terus diperhatikan. Menurut New York Times, Presiden Donald Trump telah dengan segera memutuskan untuk membatalkan serangan udara atas target di Iran yang dia telah perintahkan sebelumnya. Ketegangan meningkat sejak Iran menembak jatuh “drone” Amerika Serikat baru-baru ini.

Secara keseluruhan, internal politik Inggris dan ketegangan geopolitik terus diawasi dengan cermat kemarin. Secara tehnikal, “support” awal menunggu di 1.2660 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2640 dan kemudian 1.2605. Sebaliknya “resistance” awal menunggu di 1.2765 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2815 dan kemudian 1.2870.

GBP/USD telah mengkonsolidasikan kerugiannya dibawah 1.2700 setelah Public Sector Net Borrowing Inggris telah mengecewakan dengan 4.5 miliar poundsterling. Investor prihatin mengenai Brexit dengan Boris Johnson mendekat ke Downing Street 10.

Poundsterling tidak berhasil untuk mempertahankan rallynya – yang berdiri pada dasar  yang mudah digoyahkan – dan telah jatuh kembali ke rentang sebelumnya.

Bekas menteri luarnegeri Boris Johnson akan menghadapi Jeremy Hunt pada tahap final dari kontes kepemimpinan di Partai Konservatif dimana 160.000 anggota akan memberikan suaranya via pos.

Johnson dituduh mengirimkan pesan yang bercampur – mengatakan kepada tiap anggota parlemen apa yang anggota tersebut ingin mendengar. Dia akan mendapatkan tugas yang lebih mudah sekarang karena para anggota ingin meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan. Hunt dipandang sebagai seorang yang moderat, dan Johnson kemungkinan sekarang mempertajam kepercayaan Brexitnya dengan menganut sikap yang lebih keras Brexit.
SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

6.21.2019

SOLID BERJANGKA | Naik Mendekati 1.1260

SOLID BERJANGKA - EUR/USD Merayap Naik Mendekati 1.1260


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Dari medan data, Uni Eropa merilis Output Construction April, yang turun 0.81% MoM namun naik 3.9 % Y0Y. Di AS MBA mortgage applications turun -3.4 % dibandingkan dengan sebelumnya +26.8 %.

Federal Reserve mengumumkan bahwa mereka tetap mempertahankan tingkat bunga “benchmark” tidak berubah setelah pertemuan kebijakan moneter selama dua hari.

Ini adalah keputusan yang telah diperkirakan secara luas, dengan para investor sebagian besar fokus terhadap setiap petunjuk mengenai kemungkinan pemangkasan tingkat suku bunga pada bulan Juli. Sebelum keputusan berlangsung, pasar memperhitungkan dalam harga probabilita the Fed akan tetap mempertahankan tingkat bunga sekarang ini sebanyak 74 % dan probabilita pemangkasan tingkat bunga pada bulan Juli adalah sebanyak 63.8 %, menurut CME FedWatch Tool.

Secara tehnikal, kenaikan lebih lanjut dari pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.1280 yang apabila terlewati akan lanjut ke 1.1325 dan akhirnya 1.1336. Sebaliknya penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat pada 1.1180 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1150 dan akhirnya 1.1105.

Pada saat mendekati keputusan the Fed, dollar Amerika Serikat berada dalam tekanan, walaupun EUR adalah diantara yang terlemah, tidak bisa naik setelah perkataan Draghi yang “dovish” pada hari Selasa. Keputusan the Fed membuat dolar Amerika Serikat bertambah turun karena  bank sentral bersikap “dovish” dengan menghilangkan perkataan “bersabar” di dalam pernyataannya, sehingga membawa naik EUR/USD ke level mendekati 1.1260.

Pasangan matauang EUR/USD menghabiskan separuh dari hari perdagangan kemarin dengan tidak banyak pergerakan dibawah level 1.1200, dengan para spekulan menahan diri menjelang keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve yang keluar pada saat perdagangan sesi Amerika Serikat. Matauang Amerika turun dibawah basis harian namun tidak ada pergerakan yang signifikan.

Saham-saham naik di Asia walaupun indeks saham Eropa bertengger disekitar level pembukaan, ditengah kehati-hatian yang menguasai pasar, sementara imbal hasil obligasi pemerintah stabil disekitar penutupan pada hari Selasa.
SOLID BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

6.20.2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Kenaikan Harga Minyak

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Serangan Roket di Irak Menambah Kenaikan Harga Minyak


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Inventaris minyak Amerika turun sebesar -0,812 juta selama pekan yang berakhir pada 14 Juni, setelah periode sebelumnya bertambah sebesar 4,450 juta barel. Untuk data resmi pasokan minyak Amerika Serikat akan dilaporkan oleh  Energy Information Administration (EIA) malam nanti.

Selain sentimen laporan API, harga minyak mentah juga mendapat dukungan dari kondisi geopolitik yang bertambah tegang di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat baru-baru ini mengirim 1.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah untuk menjaga keamanan dari Iran sementara  baru saja diberitakan  adanya roket yang ditembakkan ke sebuah perusahaan minyak asing di Irak.

Untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan harga minyak WTI selanjutnya berpotensi terus alami penguatan oleh kedua sentimen diatas dengan bergerak ke posisi resisten 55.05 – 56.35. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan naik menemui posisi  support 52.20 – 51.70.

Harga minyak mentah di perdagangan sesi Asia hari Rabu kemarin bergerak lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya oleh laporan pasokan minyak mentah yang menurun pada periode pekan lalu menurut survey American Petroleum Institute.

Harga minyak mentah berjangka acuan internasional atau minyak Brent naik 23 sen atau 0,37 % dari perdagangan sebelumnya ke posisi $ 62,27 per barel. Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat berada di posisi $ 54,25 , yang naik 26 sen atau 0,48 % dari perdagangan sebelumnya.
PT SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

6.19.2019

PT SOLID GOLD | Turun Yang Normal

PT SOLID GOLD - Emas Mengalami Koreksi Turun Yang Normal


PT SOLID GOLD JAKARTA - Tidak ada perkembangan berita utama di medan geopolitik sampai akhir minggu lalu, termasuk tidak ada eskalasi ketegangan Amerika-Iran setelah penyerangan atas kapal besar di teluk Oman pada minggu lalu dimana Amerika Serikat mempersalahkan Iran. Pemimpin Iran membuat pernyataan yang memancing keributan mengenai Amerika Serikat dan ambisi nuklirnya, namun pasar telah memadamkan semuanya. Meskipun demikian, hal ini tidak mungkin begitu saja lenyap dan tetap merupakan elemen yang “bullish” bagi metal “safe-haven”.

Saham-saham Eropa kebanyakan menguat semalam, sementara saham-saham Asia bercampur. Indeks saham Amerika Serikat juga mengarah sedikit naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Hal-hal kunci diluar pasar emas kemarin adalah harga minyak mentah Nymex yang sedikit melemah dan diperdagangkan disekitar $ 52.00 per barel. Sementara itu, indeks dollar Amerika Serikat sedikit turun pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $ 1,362.20 setelah melewati $ 1,347.10 dan kemudian $ 1,350.00. sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $ 1, 323.60 setelah melewati $ 1,336.60 dan kemudian $ 1, 330.00.

Pasar lebih tenang pada awal minggu ini dengan para trader & investor diseluruh dunia menunggu pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dimulai pada hari Selasa pagi dan berakhir pada hari Rabu sore dengan sebuah pernyataan. Anggota FOMC akan mendiskusikan kebijakan moneter Amerika Serikat. Kebanyakan percaya bahwa the Fed tidak akan menaikkan tingkat suku bunga pada pertemuan kali ini, tapi para anggota kemungkinan akan lebih bersikap “dovish” atas kebijakan moneter, bersiap untuk terjadi kenaikan sukubunga pada bulan-bulan yang akan datang.
PT SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

6.18.2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Menghentikan Rally Dollar

SOLID GOLD BERJANGKA - Data Bisnis Fed Menghentikan Rally Dollar Amerika Serikat 4 Hari Berturut


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Indeks dollar yang menunjukkan kekuatan mata uang dollar Amerika Serikat terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya sedang melemah 0,10 % ke posisi 97,46 setelah dibuka pada posisi 97.55. Perdagangan sebelumnya  posisi dollar Amerika Serikat di tutup  pada posisi 97.56.

Data ekonomi yang tidak optimis dilaporkan bank sentral Amerika New York tersebut memberikan harapan tambahan akan dipangkasnya suku bunga bank sentral Amerika. Buruknya ekonomi diatas mematahkan optimis sebagian pasar yang menyebutkan ekonomi Amerika masih kuat.

Dan secara teknikal, untuk pergerakan selanjutnya diperkirakan indeks dollar akan turun menuju kisaran supportnya di 97.37 – 96.54. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya, akan naik menuju posisi resistennya di 97.63 – 98.35.

Diawal perdagangan forex awal pekan sesi Asia hari Selasa pagi, dollar Amerika Serikat retreat dari rally 4 hari berturut oleh sentimen buruknya rilis data bisnis yang dilaporkan Fed semalam. Data ini memberikan tambahan optimisme pasar harapan penurunan suku bunga Fed.

Federal Reserve New York melaporkan  pada hari Senin bahwa ukuran pertumbuhan bisnis di negara bagian New York mencetak rekor penurunan bulan ini ke level terlemah dalam lebih dari 2-1/2 tahun, menunjukkan kontraksi mendadak dalam aktivitas regional.
SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :