12.15.2025

PT Solid | Saham Asia Merah Lagi-Tanda Bubble AI Mulai Retak?

 

Harga Emas hari ini - Bursa Asia dibuka melemah di pekan perdagangan penuh terakhir 2025, dipicu kekhawatiran soal prospek laba perusahaan teknologi dan belanja AI yang makin besar. Indeks saham regional versi MSCI turun sekitar 0,4%, sementara Korea Selatan yang selama ini ikut "euforia AI" jatuh lebih dari 2%. Di AS, futures indeks bergerak naik-turun tipis setelah Wall Street pada Jumat ditutup turun, dipimpin pelemahan saham-saham teknologi. Bitcoin juga ikut loyo, turun ke sekitar US$88.000.

Sentimen risk-on global lagi kendor karena investor mulai ragu: apakah saham teknologi masih pantas dihargai mahal, dan apakah belanja AI yang agresif benar-benar bakal menghasilkan cuan besar. Asia dinilai lebih rentan karena banyak negara di kawasan ini bergantung pada manufaktur komponen yang jadi "tulang punggung" boom teknologi. Beberapa analis bahkan melihat pergerakan ini sebagai sinyal awal kalau "gelembung AI" bisa pecah dalam waktu dekat.

Tanda-tanda skeptisisme makin kelihatan: dari aksi jual saham Nvidia, sampai Oracle yang anjlok setelah mengungkap biaya AI yang meningkat, plus sentimen yang memburuk pada jaringan perusahaan yang terekspos ke OpenAI. Pertanyaan besarnya menuju 2026: investor harus mengurangi porsi AI karena takut bubble pecah, atau justru tambah eksposur karena AI dianggap teknologi yang bakal mengubah segalanya? Kekhawatiran utamanya tetap sama-biaya pengembangan AI mahal, manfaatnya besar tapi belum semua jelas, dan belum tentu konsumen mau bayar layanan AI semahal itu.

Di sisi lain, pasar obligasi AS relatif stabil karena perdebatan masih panas soal seberapa jauh The Fed akan melonggarkan kebijakan tahun depan. Ada pejabat yang ingin suku bunga tetap agak ketat untuk menekan inflasi, tapi ada juga yang memproyeksikan pemangkasan lebih banyak di 2026. Emas cenderung datar setelah beberapa hari naik, dolar bergerak sempit, dan pasar menanti data China (penjualan ritel, produksi industri) serta rapat bank sentral besar minggu ini seperti BoE dan BoJ. Bahkan "Santa Rally" pun dibilang susah nyala kalau ketakutan valuasi AI makin besar-tapi kalau ada katalis dari data/rapat bank sentral, bisa jadi pemicu pantulanĂ¢€¦ atau malah sell-off makin dalam. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

12.12.2025

PT Solid Gold Berjangka | Nikkei Nanjak, Jepang Kebanjiran Sentimen Positif dari Wall Street

 

Harga Emas hari ini - Indeks saham Jepang menguat pada perdagangan terbaru, mengikuti jejak Wall Street yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang longgar dalam waktu dekat. Sektor teknologi, logam, dan elektronik memimpin penguatan, dengan saham SoftBank Group melonjak 4,9%, Sumitomo Metal Mining naik 4,7%, dan Hitachi Ltd. menguat 3,2%. Di pasar valuta asing, USD/JPY bergerak di sekitar 155,58, sedikit melemah dari level 156,09 pada penutupan pasar Tokyo hari Kamis, mencerminkan sentimen yang sedikit lebih positif terhadap yen.

Investor juga mulai fokus pada faktor domestik, terutama data ekonomi Jepang dan langkah kebijakan dari Perdana Menteri Sanae Takaichi menjelang rapat kebijakan Bank of Japan (BoJ) minggu depan. Pasar ingin melihat apakah BoJ akan tetap ultra-dovish atau mulai memberi sinyal perubahan sikap. Untuk saat ini, sentimen masih cenderung konstruktif, tercermin dari Indeks Nikkei yang naik 1,1% ke level 50.694,27, menandakan minat risiko di pasar Jepang masih cukup kuat. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

12.11.2025

Solid Gold Berjangka | Nikkei Naik Tipis, Sektor Keuangan Jadi Pengantar Reli

 

Harga Emas hari ini - Indeks Nikkei dibuka menguat sekitar 0,2% ke 50.707,54, mengikuti sentimen positif Wall Street setelah The Fed memangkas suku bunga. Kenaikan hari ini dipimpin saham-saham keuangan dan trading house; Dai-ichi Life Holdings naik sekitar 2,4%, sementara Sumitomo Corp. menguat sekitar 2,5%, mencerminkan minat risiko yang kembali ke pasar saham Jepang.

Di sisi mata uang, USD/JPY melemah ke area 155,62 dari 156,73 pada penutupan sebelumnya, menandakan penguatan yen setelah keputusan The Fed. Investor kini fokus ke rilis data ekonomi domestik dan kebijakan PM Sanae Takaichi menjelang rapat Bank of Japan pekan depan, yang berpotensi mengubah ekspektasi pasar terkait arah suku bunga dan volatilitas yen ke depan. - Solid Gold Berjangka

Sumber:  Newsmaker.id

12.09.2025

Solid Gold | Yen Lemah, Kok Nikkei 225 Malah Naik?

 

Harga Emas hari ini - Saham-saham Jepang menguat pada perdagangan terbaru, dipimpin oleh sektor mesin dan elektronik yang diuntungkan dari pelemahan yen. Saham Kawasaki Heavy Industries naik sekitar 3,4%, sementara Tokyo Electron Ltd. menguat 2,1%. Di pasar valuta asing, pasangan USD/JPY berada di kisaran 155,83, naik dari level 155,26 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Senin, sehingga membuat saham-saham eksportir Jepang terlihat lebih menarik.

Investor kini fokus menunggu rilis data ekonomi jelang pertemuan kebijakan Bank of Japan (BoJ) minggu depan yang bisa menjadi petunjuk arah suku bunga dan kebijakan moneter ke depan. Selain itu, tanda-tanda membaiknya hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang ikut memberikan sentimen positif ke pasar. Di tengah kombinasi faktor tersebut, indeks Nikkei tercatat naik sekitar 0,3% hingga menyentuh level 50.734,83. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

12.08.2025

PT Solid | Ada Apa dengan Jepang? Saham Tiba-Tiba Merosot di Awal Pekan

 

Harga Emas hari iniPasar saham Jepang dibuka melemah pada awal perdagangan setelah data pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil yang mengecewakan. Produk domestik bruto (PDB) Jepang tercatat turun 0,6% pada kuartal Juli-September dibandingkan tiga bulan sebelumnya-lebih buruk dari perkiraan penurunan 0,4%. Data tersebut langsung menekan sentimen pasar dan membuat beberapa saham unggulan mengalami pelemahan.

Sektor elektronik, teknologi, dan perbankan menjadi yang paling terpukul. Lasertec merosot 1,8%, SoftBank Group turun 1,6%, dan Resona Holdings terkoreksi 1,8%. Sementara itu, nilai tukar dolar AS terhadap yen menguat ke 155,21, naik dari level 154,59 pada penutupan perdagangan sebelumnya. Pergerakan mata uang ini ikut memberikan tekanan tambahan bagi pasar saham, terutama bagi perusahaan yang sensitif terhadap fluktuasi yen.

Para investor kini menunggu sinyal kebijakan dari Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang diharapkan dapat segera merespons melemahnya ekonomi. Ketidakpastian ini tercermin pada pergerakan Indeks Nikkei, yang turun 0,3% ke posisi 50.334,02. Pelaku pasar tetap waspada sambil menunggu arah kebijakan ekonomi selanjutnya untuk melihat apakah pasar mampu kembali pulih dalam waktu dekat. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

12.03.2025

PT Solid Gold | Perak Dekati Rekor, Apa yang Memicu Reli Logam Mulia?

 

Harga Emas hari ini - Perak terus stabil mendekati rekor tertingginya setelah naik sekitar 17% selama tujuh sesi terakhir. Reli ini terjadi karena para pedagang memperkirakan suku bunga AS akan lebih rendah, yang biasanya menguntungkan logam mulia. Sementara itu, harga emas tetap datar setelah mengalami penurunan selama dua hari, mencerminkan pasar yang menunggu arah kebijakan moneter baru dari Federal Reserve.

Investor menaruh perhatian pada kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Ketua Federal Reserve yang baru serta data ekonomi AS yang akan dirilis bulan ini. Suku bunga yang lebih rendah membuat emas dan perak lebih menarik karena logam mulia tidak memberikan bunga. Kenaikan harga baru-baru ini juga dipicu oleh ekspektasi pasar akan pelonggaran moneter setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang.

Selain faktor suku bunga, pasokan perak yang ketat turut mendukung harga logam putih ini. Volume perak yang masuk ke London mencapai rekor bulan lalu, sementara persediaan di gudang terkait Bursa Berjangka Shanghai menyusut ke level terendah dalam satu dekade. Perak stabil di harga $58,47 per ons setelah mencapai rekor $58,84, sementara platinum dan paladium justru mengalami penurunan harga. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

12.01.2025

PT Solid | Apa yang Sebenarnya Menggerakkan Minyak ?

 




Harga Emas hari ini - Harga minyak kembali naik setelah OPEC+ menegaskan rencana untuk menghentikan sementara kenaikan produksi selama kuartal pertama. Keputusan yang dipimpin Arab Saudi ini dianggap sebagai respons terhadap kondisi pasar musiman yang cenderung lebih lemah. Brent kini diperdagangkan di atas $63 per barel, sementara WTI mendekati $60, memberi sinyal bahwa pasar mulai menyesuaikan diri dengan kebijakan pasokan terbaru tersebut.

Kenaikan ini datang setelah minyak mencatat penurunan bulanan selama empat bulan berturut-turut akibat kekhawatiran surplus pasokan. IEA bahkan memprediksi rekor kelebihan pasokan pada 2026, sementara JPMorgan memperkirakan harga minyak bisa turun mendekati $50 per barel. Meski demikian, ketegangan geopolitik-yang beberapa kali muncul sepanjang tahun-masih menjadi faktor yang kerap menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam.

Salah satu pemicu terbaru adalah retorika Presiden Donald Trump terkait Venezuela, yang sempat memperingatkan kemungkinan penutupan wilayah udara di sekitar negara tersebut. Meski komentarnya mereda keesokan hari, kehadiran pasukan AS di kawasan itu membuat pasar tetap berhati-hati. Sementara itu, volume perdagangan WTI melonjak di awal sesi Asia, menyusul gangguan pada platform CME hari Jumat lalu saat AS merayakan Thanksgiving, yang sempat mengguncang aktivitas pasar global. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id