12.18.2025

Solid Gold Berjangka | Saham Asia Tergelincir, Teknologi Mulai Ditinggal

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Asia dibuka melemah mengikuti kejatuhan Wall Street, ketika investor kembali menghindari aset berisiko. Saham di Jepang dan Australia turun, diikuti kontrak berjangka Hong Kong. Tekanan datang terutama dari sektor teknologi, setelah Nasdaq 100 jatuh 1,9% dan saham Nvidia anjlok 3,8% ke level terendah sejak September, menyeret sentimen global.

Penjualan besar-besaran saham teknologi mencerminkan meningkatnya keraguan investor terhadap valuasi tinggi dan belanja besar perusahaan yang terlibat dalam booming kecerdasan buatan (AI). Kekhawatiran atas biaya pembangunan pusat data dan keberlanjutan pertumbuhan membuat pasar mulai berhati-hati. Uang pun mengalir ke aset aman, mendorong obligasi pemerintah jangka pendek serta mengangkat harga emas dan perak, sementara Bitcoin ikut tertekan meski sempat pulih tipis.

Gejolak pasar juga dipicu faktor global lain, mulai dari risiko geopolitik Rusia dan Venezuela yang menopang harga minyak, hingga penantian data inflasi AS yang dinilai krusial. Di Asia, yen Jepang menguat tipis jelang potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan, sementara China dibayangi isu restrukturisasi utang raksasa properti. Menjelang akhir tahun, pasar diperkirakan tetap bergejolak karena likuiditas menipis dan kepercayaan pada saham teknologi besar mulai diuji. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

12.17.2025

PT Solid Gold | Perak Bergerak Hati-Hati, Pasar Menanti Arah The Fed

 

Harga Emas hari ini - Harga perak bergerak stabil dengan kecenderungan melemah seiring investor mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lesu. Data tersebut belum cukup kuat untuk mendorong spekulasi penurunan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve, sehingga minat beli terhadap logam mulia masih terbatas.

Jumlah pekerjaan AS yang bertambah lebih rendah dan tingkat pengangguran yang naik menunjukkan pasar tenaga kerja mulai melambat. Namun, pelaku pasar menilai The Fed akan berhati-hati menanggapi data ini karena adanya gangguan akibat penutupan pemerintahan. Kondisi tersebut membuat perak, seperti emas, belum mendapat dorongan kuat dari sisi kebijakan moneter.

Dari sisi sentimen global, kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik turut memengaruhi pasar komoditas. Meski demikian, perak belum sepenuhnya diuntungkan karena dolar AS cenderung stabil dan imbal hasil obligasi tidak menunjukkan penurunan signifikan. Hal ini membuat pergerakan perak cenderung terbatas dalam jangka pendek.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data inflasi AS dan pernyataan pejabat Federal Reserve. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda melambat, peluang penurunan suku bunga bisa kembali menguat dan menjadi sentimen positif bagi perak. Untuk sementara, investor memilih bersikap hati-hati sambil menunggu kejelasan arah kebijakan moneter. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

12.16.2025

Solid Gold | Pasar Asia Terkoreksi, Saham AI Jadi Biang Tekanan

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas dibuka melemah pada Selasa(16/12), mengikuti penurunan Wall Street semalam. Tekanan datang dari aksi investor yang mulai keluar dari saham-saham kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat. Saham Oracle anjlok lebih dari 5%, Broadcom turun lebih dari 2%, sementara Microsoft juga mencatatkan pelemahan. Di AS, indeks S&P 500 turun 0,16%, Dow Jones melemah tipis, dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi jatuh 0,59%.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa cenderung bervariasi. Indeks S&P/ASX 200 Australia justru dibuka naik 0,14%. Namun, data awal indeks manajer pembelian (PMI) dari S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis Australia melambat pada Desember, dengan PMI komposit turun ke 51,1 dari 52,6 pada November. Sementara itu, Nikkei 225 Jepang merosot 1,27% dan Topix turun 0,97%, dengan pelaku pasar menunggu rilis data PMI Jepang hari ini.

Di Korea Selatan, tekanan pasar berlanjut untuk hari kedua. Indeks Kospi dibuka turun 0,37%, sedangkan Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil melemah 1,2%. Meski demikian, ada sentimen positif dari sektor kesehatan setelah perusahaan biotek ADEL mengumumkan kerja sama pengembangan obat dengan raksasa farmasi Prancis, Sanofi, senilai hingga US$1,04 miliar. Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di 25.574, sedikit di bawah penutupan terakhir indeks utama. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

12.15.2025

PT Solid | Saham Asia Merah Lagi-Tanda Bubble AI Mulai Retak?

 

Harga Emas hari ini - Bursa Asia dibuka melemah di pekan perdagangan penuh terakhir 2025, dipicu kekhawatiran soal prospek laba perusahaan teknologi dan belanja AI yang makin besar. Indeks saham regional versi MSCI turun sekitar 0,4%, sementara Korea Selatan yang selama ini ikut "euforia AI" jatuh lebih dari 2%. Di AS, futures indeks bergerak naik-turun tipis setelah Wall Street pada Jumat ditutup turun, dipimpin pelemahan saham-saham teknologi. Bitcoin juga ikut loyo, turun ke sekitar US$88.000.

Sentimen risk-on global lagi kendor karena investor mulai ragu: apakah saham teknologi masih pantas dihargai mahal, dan apakah belanja AI yang agresif benar-benar bakal menghasilkan cuan besar. Asia dinilai lebih rentan karena banyak negara di kawasan ini bergantung pada manufaktur komponen yang jadi "tulang punggung" boom teknologi. Beberapa analis bahkan melihat pergerakan ini sebagai sinyal awal kalau "gelembung AI" bisa pecah dalam waktu dekat.

Tanda-tanda skeptisisme makin kelihatan: dari aksi jual saham Nvidia, sampai Oracle yang anjlok setelah mengungkap biaya AI yang meningkat, plus sentimen yang memburuk pada jaringan perusahaan yang terekspos ke OpenAI. Pertanyaan besarnya menuju 2026: investor harus mengurangi porsi AI karena takut bubble pecah, atau justru tambah eksposur karena AI dianggap teknologi yang bakal mengubah segalanya? Kekhawatiran utamanya tetap sama-biaya pengembangan AI mahal, manfaatnya besar tapi belum semua jelas, dan belum tentu konsumen mau bayar layanan AI semahal itu.

Di sisi lain, pasar obligasi AS relatif stabil karena perdebatan masih panas soal seberapa jauh The Fed akan melonggarkan kebijakan tahun depan. Ada pejabat yang ingin suku bunga tetap agak ketat untuk menekan inflasi, tapi ada juga yang memproyeksikan pemangkasan lebih banyak di 2026. Emas cenderung datar setelah beberapa hari naik, dolar bergerak sempit, dan pasar menanti data China (penjualan ritel, produksi industri) serta rapat bank sentral besar minggu ini seperti BoE dan BoJ. Bahkan "Santa Rally" pun dibilang susah nyala kalau ketakutan valuasi AI makin besar-tapi kalau ada katalis dari data/rapat bank sentral, bisa jadi pemicu pantulan… atau malah sell-off makin dalam. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

12.12.2025

PT Solid Gold Berjangka | Nikkei Nanjak, Jepang Kebanjiran Sentimen Positif dari Wall Street

 

Harga Emas hari ini - Indeks saham Jepang menguat pada perdagangan terbaru, mengikuti jejak Wall Street yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang longgar dalam waktu dekat. Sektor teknologi, logam, dan elektronik memimpin penguatan, dengan saham SoftBank Group melonjak 4,9%, Sumitomo Metal Mining naik 4,7%, dan Hitachi Ltd. menguat 3,2%. Di pasar valuta asing, USD/JPY bergerak di sekitar 155,58, sedikit melemah dari level 156,09 pada penutupan pasar Tokyo hari Kamis, mencerminkan sentimen yang sedikit lebih positif terhadap yen.

Investor juga mulai fokus pada faktor domestik, terutama data ekonomi Jepang dan langkah kebijakan dari Perdana Menteri Sanae Takaichi menjelang rapat kebijakan Bank of Japan (BoJ) minggu depan. Pasar ingin melihat apakah BoJ akan tetap ultra-dovish atau mulai memberi sinyal perubahan sikap. Untuk saat ini, sentimen masih cenderung konstruktif, tercermin dari Indeks Nikkei yang naik 1,1% ke level 50.694,27, menandakan minat risiko di pasar Jepang masih cukup kuat. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

12.11.2025

Solid Gold Berjangka | Nikkei Naik Tipis, Sektor Keuangan Jadi Pengantar Reli

 

Harga Emas hari ini - Indeks Nikkei dibuka menguat sekitar 0,2% ke 50.707,54, mengikuti sentimen positif Wall Street setelah The Fed memangkas suku bunga. Kenaikan hari ini dipimpin saham-saham keuangan dan trading house; Dai-ichi Life Holdings naik sekitar 2,4%, sementara Sumitomo Corp. menguat sekitar 2,5%, mencerminkan minat risiko yang kembali ke pasar saham Jepang.

Di sisi mata uang, USD/JPY melemah ke area 155,62 dari 156,73 pada penutupan sebelumnya, menandakan penguatan yen setelah keputusan The Fed. Investor kini fokus ke rilis data ekonomi domestik dan kebijakan PM Sanae Takaichi menjelang rapat Bank of Japan pekan depan, yang berpotensi mengubah ekspektasi pasar terkait arah suku bunga dan volatilitas yen ke depan. - Solid Gold Berjangka

Sumber:  Newsmaker.id

12.09.2025

Solid Gold | Yen Lemah, Kok Nikkei 225 Malah Naik?

 

Harga Emas hari ini - Saham-saham Jepang menguat pada perdagangan terbaru, dipimpin oleh sektor mesin dan elektronik yang diuntungkan dari pelemahan yen. Saham Kawasaki Heavy Industries naik sekitar 3,4%, sementara Tokyo Electron Ltd. menguat 2,1%. Di pasar valuta asing, pasangan USD/JPY berada di kisaran 155,83, naik dari level 155,26 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Senin, sehingga membuat saham-saham eksportir Jepang terlihat lebih menarik.

Investor kini fokus menunggu rilis data ekonomi jelang pertemuan kebijakan Bank of Japan (BoJ) minggu depan yang bisa menjadi petunjuk arah suku bunga dan kebijakan moneter ke depan. Selain itu, tanda-tanda membaiknya hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang ikut memberikan sentimen positif ke pasar. Di tengah kombinasi faktor tersebut, indeks Nikkei tercatat naik sekitar 0,3% hingga menyentuh level 50.734,83. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id