1.15.2026

Solid Gold Berjangka | AUD Tertekan Lagi, Kenapa 0,6700 Sulit Ditembus?


 Harga Emas hari iniAUD/USD kembali melemah dan turun di bawah 0,6700 pada sesi Asia Kamis, bergerak di sekitar 0,6680. Tekanan muncul setelah ekspektasi inflasi konsumen Australia turun tipis ke 4,6% pada Januari dari 4,7% sebelumnya - sinyal bahwa persepsi kenaikan harga mulai sedikit mereda.

Dari sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia (RBA) masih menahan suku bunga di 3,6% dalam pertemuan Desember untuk ketiga kalinya. Inflasi memang sudah melandai dari puncak 2022, tetapi masih berada di atas target RBA 2–3%. Headline inflasi Australia tercatat 3,4% (YoY) pada November, level terendah sejak Agustus, namun belum cukup “aman” untuk mengubah sikap bank sentral secara cepat.

Sementara itu dari Amerika Serikat, data ritel memberi dukungan pada dolar. Penjualan ritel AS naik 0,6% pada November menjadi US$735,9 miliar, melampaui ekspektasi dan membaik dari Oktober yang sempat terkontraksi. Aktivitas konsumsi yang tetap kuat membuat pasar menilai ekonomi AS masih punya daya tahan.

Di sisi inflasi produsen, PPI AS juga terbilang kuat, dengan inflasi tahunan headline dan core berada di sekitar 3%. Kombinasi konsumsi yang solid dan tekanan harga dari sisi produsen membuat pasar semakin yakin The Fed tidak perlu buru-buru melonggarkan kebijakan, sehingga dolar cenderung tetap tertopang.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data initial jobless claims AS dan komentar pejabat The Fed. Dengan pengangguran AS yang turun ke 4,4% pada Desember, sejumlah pelaku pasar menunda proyeksi pemangkasan suku bunga—bahkan ada bank investasi yang menggeser ekspektasi pemotongan ke pertengahan tahun. Selama narasi “suku bunga AS bertahan lebih lama” masih dominan, AUD berpotensi tetap kesulitan menguat signifikan.

Inti Poin:

- AUD/USD turun lagi ke sekitar 0,6680 dan gagal bertahan di atas 0,6700.

- Ekspektasi inflasi konsumen Australia turun tipis ke 4,6% (Jan).

- RBA masih tahan suku bunga 3,6%; inflasi Australia masih di atas target 2–3%.

- Penjualan ritel AS naik 0,6% (Nov), memperkuat dolar.

- Data kuat AS mendorong ekspektasi The Fed menahan suku bunga lebih lama, menekan AUD. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

1.14.2026

PT Solid Gold | Dolar Australia Melemah, Pasar Mulai Ragu Kenaikan Suku Bunga

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) bergerak di sekitar $0,668, bertahan dekat level terlemah dalam dua minggu terakhir. Pasar masih menimbang apakah bank sentral Australia (RBA) benar-benar akan menaikkan suku bunga secepat Februari.

Peluang kenaikan suku bunga 25 bps pada Februari kini diperkirakan sekitar 27%, turun dari hampir 40% pekan lalu. Namun, pasar masih melihat peluang lebih besar untuk kenaikan suku bunga pada periode berikutnya—dengan sekitar 76% kemungkinan kenaikan terjadi paling lambat Mei.

Sejumlah data terbaru membuat pelaku pasar ragu-ragu. Inflasi November sedikit melunak dan kepercayaan konsumen menurun, sehingga keyakinan untuk kenaikan suku bunga cepat ikut berkurang. Sementara itu, lowongan kerja turun tipis 0,2% pada kuartal November, mengisyaratkan permintaan tenaga kerja masih stabil—tidak panas, tapi juga belum melemah tajam.

Di sisi lain, belanja rumah tangga November yang kuat bisa menjadi “pengganjal” penurunan inflasi. Kalau konsumsi tetap kencang, tekanan harga bisa bertahan lebih lama—dan ini yang bisa menghidupkan lagi ekspektasi RBA untuk bersikap lebih ketat.

Karena itu, arah AUD dan keputusan RBA kini sangat bergantung pada dua data kunci: rilis CPI kuartal IV yang akan keluar akhir bulan ini, serta laporan tenaga kerja Desember pekan depan. Jika inflasi inti (core) Q4 lebih tinggi dari perkiraan, tekanan untuk kenaikan suku bunga lebih cepat bisa kembali membesar.

5 Inti Poin:

- AUD di $0,668, dekat low 2 minggu.

- Peluang rate hike Februari turun ke 27% (dari -40% pekan lalu).

- Pasar masih lihat 76% peluang kenaikan suku bunga paling lambat Mei.

- Data campuran: inflasi melunak dan confidence turun, tapi belanja rumah tangga kuat.

- Penentu berikutnya: CPI Q4 akhir bulan dan data kerja Desember pekan depan.- PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

1.12.2026

PT Solid | Saham Hong Kong Lesu, Siap Turun Mingguan

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong sedikit berubah pada perdagangan Jumat pagi, berfluktuasi di sekitar 26.165 setelah dua sesi penurunan, karena pelemahan di sektor properti dan keuangan diimbangi oleh kenaikan di saham teknologi dan konsumen. Para pedagang menilai data CPI China menunjukkan harga konsumen datar pada tahun 2025, di bawah target resmi sekitar 2%, meskipun inflasi Desember mencapai level tertinggi hampir 3 tahun di angka 0,8%. Sementara itu, harga produsen di negara tersebut turun untuk bulan ke-39 berturut-turut, meskipun laju penurunan sedikit melambat. Di AS, futures saham stabil menjelang data pekerjaan penting, sementara Mahkamah Agung bersiap untuk memutuskan tarif era Trump. Saham yang mengalami kenaikan signifikan termasuk Kuaishou (3,6%), Zijin Mining (2,6%), dan Techtronic Industries (2,0%). Di sisi lain, WH Group turun 2,8%, Mixue Group turun 2,5%, dan Meituan kehilangan 2,3%. Untuk pekan ini, pasar diperkirakan akan mengalami penurunan pertama dalam tiga pekan, turun sekitar 0,7% sejauh ini, terbebani oleh ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, dan kehati-hatian menjelang data perdagangan China yang akan dirilis pekan depan. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

1.08.2026

Solid Gold Berjangka | Emas "Nunggu" Momen Besar Jumat Ini

 

Harga Emas hari ini - Harga emas cenderung stabil setelah sempat turun hampir 1% pada sesi sebelumnya. Pasar sekarang menahan langkah sambil menunggu dua hal besar: rilis data tenaga kerja AS dan proses penyesuaian (rebalancing) indeks komoditas tahunan.

Pada Kamis pagi, emas bertahan di sekitar US$4.460 per troy ounce. Pergerakan yang "kalem" ini wajar karena banyak pelaku pasar memilih menunggu arah baru sebelum mengambil posisi besar.

Fokus utama datang dari rebalancing indeks komoditas global. Sejumlah dana pasif (passive tracking funds) diperkirakan mulai menjual kontrak berjangka logam mulia agar komposisi portofolionya sesuai bobot baru yang ditetapkan indeks.

Potensi penjualan kali ini diprediksi lebih besar dari biasanya, karena harga logam mulia sudah melonjak kuat sepanjang satu tahun terakhir. Kondisi itu membuat bobot logam mulia di indeks membengkak, sehingga perlu "dikurangi" lewat aksi jual untuk kembali seimbang.

Di sisi lain, pasar juga menatap data ekonomi AS pada Jumat, terutama laporan ketenagakerjaan (jobs report) bulan Desember. Kalau datanya lebih lemah dari perkiraan, peluang pemangkasan suku bunga bisa menguat—dan ini biasanya jadi angin segar untuk aset seperti emas yang tidak memberi imbal hasil bunga.

Di pasar logam lainnya, perak memantul setelah sehari sebelumnya jatuh tajam. Platinum ikut mencoba pulih, sementara palladium menguat. Pergerakan dolar juga ikut jadi perhatian karena bisa memengaruhi daya tarik logam mulia.

Inti Poin :

Emas stabil di area US$4.460/oz setelah sebelumnya turun hampir 1%.

Pasar menunggu rebalancing indeks komoditas dan data tenaga kerja AS.

Dana pasif diperkirakan menjual futures logam mulia untuk menyesuaikan bobot indeks.

Penjualan diprediksi lebih besar karena logam mulia naik tajam sepanjang tahun lalu.

Data jobs AS yang lebih lemah bisa dorong ekspektasi rate cut, biasanya mendukung emas.- Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

12.23.2025

Solid Gold | Emas Pecah Rekor! Apa yang Mendorong Lonjakan Ini?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas mencatatkan rekor baru pada hari Senin, menguat tajam setelah meningkatnya ketegangan geopolitik dan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada tahun depan. Emas melonjak hingga $4,459.60 per ounce, mencatatkan kenaikan 2,4% pada hari itu—kenaikan terbesar dalam lebih dari sebulan.

Lonjakan harga emas ini didorong oleh ekspektasi pasar bahwa The Fed akan kembali menurunkan biaya pinjaman di tahun 2026, sebuah kebijakan yang akan menguntungkan logam mulia. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan bunga, sering kali mendapatkan keuntungan di lingkungan suku bunga yang lebih rendah.

Ketegangan geopolitik, terutama yang terjadi di Venezuela, juga memperburuk kekhawatiran pasar. AS memperketat blokade kapal tanker minyak Venezuela sebagai bagian dari tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro, meningkatkan ketidakpastian yang mendorong investor untuk mencari perlindungan dalam bentuk emas.

Pada pagi hari di Singapura, spot gold diperdagangkan 0,3% lebih tinggi di $4,465.12 per ounce, tetap dekat dengan rekor tertinggi sebelumnya. Sementara itu, perak juga mencatatkan kenaikan kecil, 0,3% menjadi $69,21 per ounce, tidak jauh dari rekor harga sebelumnya yang tercatat di $69,4549.

Selain itu, harga platina dan palladium juga mengalami kenaikan, mengikuti pergerakan harga emas. Semua ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar Bloomberg, yang turun 0,4% pada sesi sebelumnya.

Investor saat ini juga memantau dengan cermat pergerakan pasar menjelang rilis data ekonomi AS yang dapat mempengaruhi keputusan The Fed. Jika data mendukung pandangan pasar bahwa ekonomi AS melambat, kemungkinan besar The Fed akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter yang menguntungkan emas.

Secara keseluruhan, harga emas terus memperlihatkan momentum yang kuat, didorong oleh kombinasi ketegangan geopolitik yang meningkat, kebijakan moneter yang dovish dari The Fed, dan permintaan untuk safe-haven assets. Seiring ketidakpastian yang terus berlanjut, emas diperkirakan akan tetap menjadi pilihan utama bagi investor. - Solid Gold 

Sumber: Newsmaker.id

12.22.2025

PT Solid | Yen Melemah, Nikkei Langsung Ngebut

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang menguat pada awal perdagangan setelah yen melemah tajam setelah Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga pada hari Jumat, sesuai ekspektasi pasar.

Kenaikan indeks banyak ditopang saham-saham chip. Sektor ini langsung memimpin penguatan di tengah sentimen positif dari pelemahan yen.

Beberapa saham besar ikut melesat: SoftBank Group naik 6,7%, Kioxia Holdings naik 5,7%, dan Tokyo Electron Ltd. naik 5,1%.

Pergerakan yen terlihat jelas di pasar valuta asing. USD/JPY berada di 157,56, naik dari 155,95 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Jumat.

Investor juga mengikuti langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat ekonomi. Pada saat yang sama, Nikkei Stock Average naik 1,5% menjadi 50.257,94. - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

12.19.2025

PT Solid Gold Berjangka | Silver Terus Menguat, Pasokan Ketat Dorong Harga Naik

 

Harga Emas hari ini - Perak masih menunjukkan fundamental yang kuat pada 19 Desember 2025, dengan harga yang terus mendekati atau bahkan menembus rekor tertinggi karena permintaan global yang tinggi dan pasokan yang relatif ketat. Silver telah menguat tajam sepanjang 2025, jauh melampaui emas dalam performa harga, karena banyak faktor pendorong baik dari sisi industri maupun investasi.

Salah satu alasan utama fundamentalnya kuat adalah defisit struktural yang berkelanjutan: permintaan global untuk silver - terutama dari sektor industri seperti panel surya, kendaraan listrik, elektronik, dan teknologi hijau lainnya - terus meningkat, sementara produksi dari tambang dan pasokan daur ulang tidak cukup mengejar kebutuhan pasar. Ini berarti permintaan seringkali melebihi pasokan, mendorong harga naik.

Selain itu, sentimen pasar didukung oleh prospek pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat dan negara lainnya, yang melemahkan dolar dan meningkatkan daya tarik logam mulia seperti silver. Investor juga semakin tertarik pada silver karena perannya ganda sebagai komoditas industri dan aset lindung nilai (safe haven), membuatnya banyak diburu baik oleh pelaku industri maupun investor. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id