1.22.2026

Solid Gold Berjangka | Euforia Safe Haven : Emas Melonjak

 

Harga Emas hari ini - Harga emas kembali naik tajam pada hari Selasa (20/1) dan mencetak rekor baru, menembus level psikologis di atas $4.700 per ons. Kenaikan ini didorong gelombang "flight to safety" karena ketegangan geopolitik meningkat dan kekhawatiran perang dagang kembali menghantui pasar global.

Di pasar spot, emas naik lebih dari 3% ke sekitar $4.750/oz, setelah sempat menyentuh puncak intraday di $4.766,10/oz. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup 3,7% lebih tinggi menjadi $4.765,80/oz. Pergerakan ini menunjukkan permintaan emas tetap kuat meski harganya sudah berada di area yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Pemicunya datang dari kombinasi faktor risiko. Isu utama yang membuat pasar tegang adalah memanasnya kembali tensi AS – Eropa terkait Greenland, setelah Trump mengancam tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa. Situasi ini memperkuat suasana "risk-off", membuat investor mengurangi posisi di aset berisiko dan memindahkan dana ke instrumen defensif seperti emas.

Dolar AS yang melemah juga ikut memberi dorongan tambahan. Ketika dolar turun, emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih "murah" bagi pembeli dengan mata uang lain. Efek ini biasanya memperkuat reli logam mulia, apalagi saat pasar sedang sensitif terhadap berita geopolitik dan kebijakan dagang.

Selain itu, pasar juga masih membaca arah kebijakan suku bunga AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga membuat emas lebih menarik, karena emas tidak memberikan imbal hasil (yield). Saat suku bunga diperkirakan turun, "biaya peluang" memegang emas jadi lebih rendah.

Reuters melaporkan pasar memperkirakan kemungkinan dua kali pemangkasan 25 bps pada pertengahan 2026, dan perhatian bertambah setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi sinyal Trump bisa menunjuk ketua The Fed baru paling cepat minggu depan.

Perak ikut terdorong oleh gelombang safe haven dan reli logam mulia secara umum. Perak sempat mencetak rekor di $95,87/oz, sebelum turun tipis ke sekitar $94,37/oz karena aksi ambil untung setelah kenaikan cepat. Reuters juga mencatat perak melonjak besar sepanjang 2025, dan reli berlanjut pada awal 2026, sehingga volatilitasnya cenderung lebih "liar" dibanding emas.

Logam mulia lain bergerak beragam. Platinum naik sekitar 2,8% ke $2.440,94/oz, sementara palladium turun sekitar 0,7% ke $1.828,39/oz. Perbedaan arah ini menunjukkan pasar tidak hanya bergerak karena "tema safe-haven", tapi juga dipengaruhi faktor spesifik tiap logam, termasuk permintaan industri dan posisi spekulatif. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

1.21.2026

PT Solid Gold | Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit

 

Harga Emas hari ini - Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sentimen global tetap "berat" setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman tarif terkait sengketa Greenland, yang membuat pelaku pasar kembali masuk mode risk-off.

Trump menyatakan akan menerapkan tarif 10% mulai 1 Februari untuk barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, serta mengancam eskalasi menjadi 25% per 1 Juni bila tidak ada kesepakatan soal Greenland. Dari Eropa, respons mulai dipanaskan: sejumlah laporan menyebut Uni Eropa menimbang paket balasan, termasuk opsi menghidupkan kembali rencana tarif terhadap impor AS senilai €93 miliar.

Di pasar valas utama, dolar melemah terhadap mata uang Eropa: EUR/USD bertahan di sekitar 1,1650 dan GBP/USD di area 1,3440 seiring euro dan sterling ikut diuntungkan dari meningkatnya premi risiko politik di kubu dolar. Sementara itu, USD/JPY bergerak di sekitar 158,00 tetap sensitif pada arus safe-haven di tengah tensi dagang dan AUD/USD pulih ke sekitar 0,6720 setelah dorongan dari data inflasi Australia yang lebih hangat dari perkiraan.

Untuk Kanada, USD/CAD berada di kisaran 1,3870 meski inflasi tahunan Kanada dilaporkan menguat—pasar menilai headline geopolitik dan risiko perang dagang masih lebih dominan dalam membentuk arah dolar di awal pekan. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

1.19.2026

PT Solid | Pasar Saham Hong Kong Tertekan di Pembukaan, Sentimen Tarif AS Membayangi

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Hong Kong dibuka melemah tajam pada awal perdagangan Senin, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi perang dagang global. Tekanan datang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan rencana pengenaan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa, yang langsung memicu aksi jual di kawasan Asia.

Indeks acuan Hang Seng dibuka turun 203 poin atau sekitar 0,75% ke level 26.641. Pelemahan terjadi secara luas, dengan Hang Seng China Enterprises Index ikut terkoreksi 0,75%, sementara Hang Seng Tech Index melemah lebih dalam sebesar 0,77%. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya sikap risk-off pelaku pasar yang khawatir kebijakan perdagangan agresif AS dapat kembali mengganggu stabilitas ekonomi global.

Sektor teknologi menjadi salah satu yang paling tertekan pada awal sesi. Saham Alibaba Group mencatat penurunan terdalam dengan pelemahan sekitar 2,5%. Tekanan juga terlihat pada Meituan dan Xiaomi yang masing-masing turun 1,2%. Sementara itu, Tencent Holdings dan JD.com turut bergerak di zona merah meski dengan penurunan yang relatif lebih terbatas.

Sektor keuangan juga tidak luput dari tekanan. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti HSBC Holdings terkoreksi sekitar 1,1%, sedangkan AIA Group melemah 0,9%, mengikuti sentimen negatif pasar secara keseluruhan.

Di tengah pelemahan pasar, saham-saham pertambangan emas justru mencuri perhatian dengan penguatan signifikan. Lonjakan ini sejalan dengan harga emas global yang mencetak rekor tertinggi baru, didorong meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan perdagangan. Shandong Gold Mining memimpin penguatan sektor dengan kenaikan sekitar 2,5%, disusul Zhaojin Mining yang naik 2%.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati sambil mencermati perkembangan kebijakan tarif AS dan respons dari negara-negara mitra dagang, yang berpotensi menentukan arah pergerakan pasar Asia dalam waktu dekat. - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

1.15.2026

Solid Gold Berjangka | AUD Tertekan Lagi, Kenapa 0,6700 Sulit Ditembus?


 Harga Emas hari iniAUD/USD kembali melemah dan turun di bawah 0,6700 pada sesi Asia Kamis, bergerak di sekitar 0,6680. Tekanan muncul setelah ekspektasi inflasi konsumen Australia turun tipis ke 4,6% pada Januari dari 4,7% sebelumnya - sinyal bahwa persepsi kenaikan harga mulai sedikit mereda.

Dari sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia (RBA) masih menahan suku bunga di 3,6% dalam pertemuan Desember untuk ketiga kalinya. Inflasi memang sudah melandai dari puncak 2022, tetapi masih berada di atas target RBA 2–3%. Headline inflasi Australia tercatat 3,4% (YoY) pada November, level terendah sejak Agustus, namun belum cukup “aman” untuk mengubah sikap bank sentral secara cepat.

Sementara itu dari Amerika Serikat, data ritel memberi dukungan pada dolar. Penjualan ritel AS naik 0,6% pada November menjadi US$735,9 miliar, melampaui ekspektasi dan membaik dari Oktober yang sempat terkontraksi. Aktivitas konsumsi yang tetap kuat membuat pasar menilai ekonomi AS masih punya daya tahan.

Di sisi inflasi produsen, PPI AS juga terbilang kuat, dengan inflasi tahunan headline dan core berada di sekitar 3%. Kombinasi konsumsi yang solid dan tekanan harga dari sisi produsen membuat pasar semakin yakin The Fed tidak perlu buru-buru melonggarkan kebijakan, sehingga dolar cenderung tetap tertopang.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data initial jobless claims AS dan komentar pejabat The Fed. Dengan pengangguran AS yang turun ke 4,4% pada Desember, sejumlah pelaku pasar menunda proyeksi pemangkasan suku bunga—bahkan ada bank investasi yang menggeser ekspektasi pemotongan ke pertengahan tahun. Selama narasi “suku bunga AS bertahan lebih lama” masih dominan, AUD berpotensi tetap kesulitan menguat signifikan.

Inti Poin:

- AUD/USD turun lagi ke sekitar 0,6680 dan gagal bertahan di atas 0,6700.

- Ekspektasi inflasi konsumen Australia turun tipis ke 4,6% (Jan).

- RBA masih tahan suku bunga 3,6%; inflasi Australia masih di atas target 2–3%.

- Penjualan ritel AS naik 0,6% (Nov), memperkuat dolar.

- Data kuat AS mendorong ekspektasi The Fed menahan suku bunga lebih lama, menekan AUD. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

1.14.2026

PT Solid Gold | Dolar Australia Melemah, Pasar Mulai Ragu Kenaikan Suku Bunga

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) bergerak di sekitar $0,668, bertahan dekat level terlemah dalam dua minggu terakhir. Pasar masih menimbang apakah bank sentral Australia (RBA) benar-benar akan menaikkan suku bunga secepat Februari.

Peluang kenaikan suku bunga 25 bps pada Februari kini diperkirakan sekitar 27%, turun dari hampir 40% pekan lalu. Namun, pasar masih melihat peluang lebih besar untuk kenaikan suku bunga pada periode berikutnya—dengan sekitar 76% kemungkinan kenaikan terjadi paling lambat Mei.

Sejumlah data terbaru membuat pelaku pasar ragu-ragu. Inflasi November sedikit melunak dan kepercayaan konsumen menurun, sehingga keyakinan untuk kenaikan suku bunga cepat ikut berkurang. Sementara itu, lowongan kerja turun tipis 0,2% pada kuartal November, mengisyaratkan permintaan tenaga kerja masih stabil—tidak panas, tapi juga belum melemah tajam.

Di sisi lain, belanja rumah tangga November yang kuat bisa menjadi “pengganjal” penurunan inflasi. Kalau konsumsi tetap kencang, tekanan harga bisa bertahan lebih lama—dan ini yang bisa menghidupkan lagi ekspektasi RBA untuk bersikap lebih ketat.

Karena itu, arah AUD dan keputusan RBA kini sangat bergantung pada dua data kunci: rilis CPI kuartal IV yang akan keluar akhir bulan ini, serta laporan tenaga kerja Desember pekan depan. Jika inflasi inti (core) Q4 lebih tinggi dari perkiraan, tekanan untuk kenaikan suku bunga lebih cepat bisa kembali membesar.

5 Inti Poin:

- AUD di $0,668, dekat low 2 minggu.

- Peluang rate hike Februari turun ke 27% (dari -40% pekan lalu).

- Pasar masih lihat 76% peluang kenaikan suku bunga paling lambat Mei.

- Data campuran: inflasi melunak dan confidence turun, tapi belanja rumah tangga kuat.

- Penentu berikutnya: CPI Q4 akhir bulan dan data kerja Desember pekan depan.- PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

1.12.2026

PT Solid | Saham Hong Kong Lesu, Siap Turun Mingguan

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong sedikit berubah pada perdagangan Jumat pagi, berfluktuasi di sekitar 26.165 setelah dua sesi penurunan, karena pelemahan di sektor properti dan keuangan diimbangi oleh kenaikan di saham teknologi dan konsumen. Para pedagang menilai data CPI China menunjukkan harga konsumen datar pada tahun 2025, di bawah target resmi sekitar 2%, meskipun inflasi Desember mencapai level tertinggi hampir 3 tahun di angka 0,8%. Sementara itu, harga produsen di negara tersebut turun untuk bulan ke-39 berturut-turut, meskipun laju penurunan sedikit melambat. Di AS, futures saham stabil menjelang data pekerjaan penting, sementara Mahkamah Agung bersiap untuk memutuskan tarif era Trump. Saham yang mengalami kenaikan signifikan termasuk Kuaishou (3,6%), Zijin Mining (2,6%), dan Techtronic Industries (2,0%). Di sisi lain, WH Group turun 2,8%, Mixue Group turun 2,5%, dan Meituan kehilangan 2,3%. Untuk pekan ini, pasar diperkirakan akan mengalami penurunan pertama dalam tiga pekan, turun sekitar 0,7% sejauh ini, terbebani oleh ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, dan kehati-hatian menjelang data perdagangan China yang akan dirilis pekan depan. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

1.08.2026

Solid Gold Berjangka | Emas "Nunggu" Momen Besar Jumat Ini

 

Harga Emas hari ini - Harga emas cenderung stabil setelah sempat turun hampir 1% pada sesi sebelumnya. Pasar sekarang menahan langkah sambil menunggu dua hal besar: rilis data tenaga kerja AS dan proses penyesuaian (rebalancing) indeks komoditas tahunan.

Pada Kamis pagi, emas bertahan di sekitar US$4.460 per troy ounce. Pergerakan yang "kalem" ini wajar karena banyak pelaku pasar memilih menunggu arah baru sebelum mengambil posisi besar.

Fokus utama datang dari rebalancing indeks komoditas global. Sejumlah dana pasif (passive tracking funds) diperkirakan mulai menjual kontrak berjangka logam mulia agar komposisi portofolionya sesuai bobot baru yang ditetapkan indeks.

Potensi penjualan kali ini diprediksi lebih besar dari biasanya, karena harga logam mulia sudah melonjak kuat sepanjang satu tahun terakhir. Kondisi itu membuat bobot logam mulia di indeks membengkak, sehingga perlu "dikurangi" lewat aksi jual untuk kembali seimbang.

Di sisi lain, pasar juga menatap data ekonomi AS pada Jumat, terutama laporan ketenagakerjaan (jobs report) bulan Desember. Kalau datanya lebih lemah dari perkiraan, peluang pemangkasan suku bunga bisa menguat—dan ini biasanya jadi angin segar untuk aset seperti emas yang tidak memberi imbal hasil bunga.

Di pasar logam lainnya, perak memantul setelah sehari sebelumnya jatuh tajam. Platinum ikut mencoba pulih, sementara palladium menguat. Pergerakan dolar juga ikut jadi perhatian karena bisa memengaruhi daya tarik logam mulia.

Inti Poin :

Emas stabil di area US$4.460/oz setelah sebelumnya turun hampir 1%.

Pasar menunggu rebalancing indeks komoditas dan data tenaga kerja AS.

Dana pasif diperkirakan menjual futures logam mulia untuk menyesuaikan bobot indeks.

Penjualan diprediksi lebih besar karena logam mulia naik tajam sepanjang tahun lalu.

Data jobs AS yang lebih lemah bisa dorong ekspektasi rate cut, biasanya mendukung emas.- Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id