Harga Emas hari ini - Pasar Asia-Pasifik mengalami penurunan pada hari Rabu, mengikuti penurunan yang terjadi di Wall Street, yang dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap valuasi saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI). Saham Palantir, salah satu pemain utama dalam sektor AI, turun sekitar 8%, meskipun perusahaan melaporkan hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap saham-saham AI yang dianggap overvalued, meskipun pertumbuhannya kuat.
Indeks saham utama di Asia menunjukkan penurunan, dengan S&P/ASX 200 di Australia turun 0,19%, dan Nikkei 225 Jepang melemah 0,25%. Sementara itu, Kospi di Korea Selatan jatuh 1,9% dan Kosdaq turun 0,95%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng diperkirakan akan dibuka lebih rendah, mencerminkan sentimen negatif yang menggerakkan pasar global. Kekhawatiran terhadap valuasi tinggi di sektor AI memperburuk sentimen pasar secara keseluruhan.
Komentar dari CEO Goldman Sachs dan Morgan Stanley, yang memperingatkan tentang kemungkinan koreksi pasar dalam dua tahun mendatang, semakin menambah ketidakpastian. "Aksi jual akhirnya terjadi setelah komentar dari CEO Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Capital Group yang mengatakan bahwa pasar akan menghadapi koreksi," kata Andrew Jackson, kepala strategi ekuitas Jepang di Ortus Advisors.
Penurunan ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di pasar saham global, dengan indeks S&P 500 turun 1,17% dan Nasdaq Composite turun 2,04%. Valuasi saham AI telah mendorong rasio P/E maju S&P 500 di atas 23, mendekati level tertinggi sejak 2000, menambah kekhawatiran akan koreksi pasar setelah lonjakan besar-besaran di saham-saham AI. - PT Solid Gold
Sumber : Newsmaker.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar