2.13.2026

PT Solid Gold Berjangka | Emas Bangkit Usai Selloff, CPI AS Jadi Penentu

 

Harga Emas hari ini - Emas memantul pada Jumat (13/2) setelah terpukul dalam aksi jual mendadak pada sesi sebelumnya, ketika pasar yang gelisah mendorong pelepasan aset lintas kelas. Sejumlah pembeli kembali masuk menjelang rilis data inflasi AS (CPI) yang dinilai bisa mengubah ekspektasi pasar terhadap langkah Federal Reserve berikutnya.

Bullion sempat naik hingga 1,4% pada Jumat, setelah sehari sebelumnya merosot 3,2%—penurunan harian terbesar dalam sepekan. Kejatuhan tersebut terjadi berbarengan dengan keguncangan di Wall Street, saat harga-harga di berbagai aset melemah karena kekhawatiran baru mengenai dampak AI terhadap kinerja laba perusahaan. Koreksi emas juga disebut makin dalam akibat kombinasi margin call dan perdagangan algoritmik yang mempercepat tekanan jual.

Menurut analis Zijin Tianfeng Futures, pelemahan saham AS ikut “menular” ke logam mulia karena sebagian investor yang memegang portofolio luas terpaksa menjual komoditas untuk menutup kebutuhan margin. Dalam praktiknya, ketika satu sisi portofolio dijual besar-besaran, aset lain ikut menghadapi tekanan penarikan dana—meski mereka menilai dampaknya tidak akan permanen karena emas masih berada dalam fase konsolidasi.

Tekanan jual juga diduga diperkuat oleh aksi pelaku commodity trading advisers (CTA) yang menggunakan model komputer untuk mengikuti arah momentum harga. Selain itu, sebagian pelemahan emas dan perak kemungkinan dipicu aksi ambil untung, mengingat volatilitas logam mulia meningkat tajam setelah pasar sempat mengalami “rout” besar di pergantian bulan. Meski geraknya liar, emas diperkirakan mengakhiri pekan ini relatif mendatar.

Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang dijadwalkan rilis Jumat malam. Data tenaga kerja Januari yang kuat pekan ini membuat urgensi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat berkurang—padahal suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi angin segar bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, manajer hedge fund David Einhorn mengatakan ia memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga “lebih besar” dari perkiraan pasar, dan menilai Kevin Warsh—yang dipilih Donald Trump untuk menggantikan Jerome Powell—berpotensi mendorong biaya pinjaman lebih rendah.

Emas sebelumnya mencetak rekor di atas $5.595/oz pada 29 Januari, namun setelah reli yang dinilai “terlalu panas” akibat pembelian spekulatif, harga kemudian jatuh sekitar 13% dalam dua sesi berikutnya. Meski demikian, sejumlah bank besar masih mempertahankan proyeksi bullish, dengan alasan pendorong utama—mulai dari risiko geopolitik, isu independensi The Fed, hingga pergeseran dari aset tradisional—dinilai masih relevan. BNP Paribas melihat emas menuju $6.000 pada akhir tahun, sementara Deutsche Bank dan Goldman Sachs juga tetap optimistis.

Pada perdagangan Asia, emas spot naik 1,1% ke $4.977,44/oz (pukul 10:20 pagi di Singapura). Perak menguat 1,9% ke $76,70, platinum naik 1,4%, dan palladium bertambah 2,2%. Bloomberg Dollar Spot Index naik tipis 0,1%. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar