12.11.2025

Solid Gold Berjangka | Nikkei Naik Tipis, Sektor Keuangan Jadi Pengantar Reli

 

Harga Emas hari ini - Indeks Nikkei dibuka menguat sekitar 0,2% ke 50.707,54, mengikuti sentimen positif Wall Street setelah The Fed memangkas suku bunga. Kenaikan hari ini dipimpin saham-saham keuangan dan trading house; Dai-ichi Life Holdings naik sekitar 2,4%, sementara Sumitomo Corp. menguat sekitar 2,5%, mencerminkan minat risiko yang kembali ke pasar saham Jepang.

Di sisi mata uang, USD/JPY melemah ke area 155,62 dari 156,73 pada penutupan sebelumnya, menandakan penguatan yen setelah keputusan The Fed. Investor kini fokus ke rilis data ekonomi domestik dan kebijakan PM Sanae Takaichi menjelang rapat Bank of Japan pekan depan, yang berpotensi mengubah ekspektasi pasar terkait arah suku bunga dan volatilitas yen ke depan. - Solid Gold Berjangka

Sumber:  Newsmaker.id

12.09.2025

Solid Gold | Yen Lemah, Kok Nikkei 225 Malah Naik?

 

Harga Emas hari ini - Saham-saham Jepang menguat pada perdagangan terbaru, dipimpin oleh sektor mesin dan elektronik yang diuntungkan dari pelemahan yen. Saham Kawasaki Heavy Industries naik sekitar 3,4%, sementara Tokyo Electron Ltd. menguat 2,1%. Di pasar valuta asing, pasangan USD/JPY berada di kisaran 155,83, naik dari level 155,26 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Senin, sehingga membuat saham-saham eksportir Jepang terlihat lebih menarik.

Investor kini fokus menunggu rilis data ekonomi jelang pertemuan kebijakan Bank of Japan (BoJ) minggu depan yang bisa menjadi petunjuk arah suku bunga dan kebijakan moneter ke depan. Selain itu, tanda-tanda membaiknya hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang ikut memberikan sentimen positif ke pasar. Di tengah kombinasi faktor tersebut, indeks Nikkei tercatat naik sekitar 0,3% hingga menyentuh level 50.734,83. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

12.08.2025

PT Solid | Ada Apa dengan Jepang? Saham Tiba-Tiba Merosot di Awal Pekan

 

Harga Emas hari iniPasar saham Jepang dibuka melemah pada awal perdagangan setelah data pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil yang mengecewakan. Produk domestik bruto (PDB) Jepang tercatat turun 0,6% pada kuartal Juli-September dibandingkan tiga bulan sebelumnya-lebih buruk dari perkiraan penurunan 0,4%. Data tersebut langsung menekan sentimen pasar dan membuat beberapa saham unggulan mengalami pelemahan.

Sektor elektronik, teknologi, dan perbankan menjadi yang paling terpukul. Lasertec merosot 1,8%, SoftBank Group turun 1,6%, dan Resona Holdings terkoreksi 1,8%. Sementara itu, nilai tukar dolar AS terhadap yen menguat ke 155,21, naik dari level 154,59 pada penutupan perdagangan sebelumnya. Pergerakan mata uang ini ikut memberikan tekanan tambahan bagi pasar saham, terutama bagi perusahaan yang sensitif terhadap fluktuasi yen.

Para investor kini menunggu sinyal kebijakan dari Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang diharapkan dapat segera merespons melemahnya ekonomi. Ketidakpastian ini tercermin pada pergerakan Indeks Nikkei, yang turun 0,3% ke posisi 50.334,02. Pelaku pasar tetap waspada sambil menunggu arah kebijakan ekonomi selanjutnya untuk melihat apakah pasar mampu kembali pulih dalam waktu dekat. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

12.03.2025

PT Solid Gold | Perak Dekati Rekor, Apa yang Memicu Reli Logam Mulia?

 

Harga Emas hari ini - Perak terus stabil mendekati rekor tertingginya setelah naik sekitar 17% selama tujuh sesi terakhir. Reli ini terjadi karena para pedagang memperkirakan suku bunga AS akan lebih rendah, yang biasanya menguntungkan logam mulia. Sementara itu, harga emas tetap datar setelah mengalami penurunan selama dua hari, mencerminkan pasar yang menunggu arah kebijakan moneter baru dari Federal Reserve.

Investor menaruh perhatian pada kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Ketua Federal Reserve yang baru serta data ekonomi AS yang akan dirilis bulan ini. Suku bunga yang lebih rendah membuat emas dan perak lebih menarik karena logam mulia tidak memberikan bunga. Kenaikan harga baru-baru ini juga dipicu oleh ekspektasi pasar akan pelonggaran moneter setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang.

Selain faktor suku bunga, pasokan perak yang ketat turut mendukung harga logam putih ini. Volume perak yang masuk ke London mencapai rekor bulan lalu, sementara persediaan di gudang terkait Bursa Berjangka Shanghai menyusut ke level terendah dalam satu dekade. Perak stabil di harga $58,47 per ons setelah mencapai rekor $58,84, sementara platinum dan paladium justru mengalami penurunan harga. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

12.01.2025

PT Solid | Apa yang Sebenarnya Menggerakkan Minyak ?

 




Harga Emas hari ini - Harga minyak kembali naik setelah OPEC+ menegaskan rencana untuk menghentikan sementara kenaikan produksi selama kuartal pertama. Keputusan yang dipimpin Arab Saudi ini dianggap sebagai respons terhadap kondisi pasar musiman yang cenderung lebih lemah. Brent kini diperdagangkan di atas $63 per barel, sementara WTI mendekati $60, memberi sinyal bahwa pasar mulai menyesuaikan diri dengan kebijakan pasokan terbaru tersebut.

Kenaikan ini datang setelah minyak mencatat penurunan bulanan selama empat bulan berturut-turut akibat kekhawatiran surplus pasokan. IEA bahkan memprediksi rekor kelebihan pasokan pada 2026, sementara JPMorgan memperkirakan harga minyak bisa turun mendekati $50 per barel. Meski demikian, ketegangan geopolitik-yang beberapa kali muncul sepanjang tahun-masih menjadi faktor yang kerap menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam.

Salah satu pemicu terbaru adalah retorika Presiden Donald Trump terkait Venezuela, yang sempat memperingatkan kemungkinan penutupan wilayah udara di sekitar negara tersebut. Meski komentarnya mereda keesokan hari, kehadiran pasukan AS di kawasan itu membuat pasar tetap berhati-hati. Sementara itu, volume perdagangan WTI melonjak di awal sesi Asia, menyusul gangguan pada platform CME hari Jumat lalu saat AS merayakan Thanksgiving, yang sempat mengguncang aktivitas pasar global. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

11.28.2025

PT Solid Gold Berjangka | Asia Hati-Hati, Wall Street Lagi Galau?

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Asia-Pasifik diperkirakan dibuka sedikit melemah pada perdagangan Jumat(28/11). Sentimen masih tipis karena saham berjangka AS bergerak datar saat libur Thanksgiving, sementara Nasdaq Composite berada di jalur mengakhiri tren kenaikan tujuh bulan berturut-turut. Di kawasan, pelaku pasar akan fokus ke data inflasi Tokyo-yang sering jadi petunjuk untuk inflasi nasional Jepang-serta data PDB India kuartal II fiskal yang dirilis Jumat ini.

Data terbaru menunjukkan inflasi utama Tokyo Oktober turun tipis ke 2,7% dari 2,8%, sementara inflasi inti naik ke 2,8%, sedikit di atas perkiraan 2,7%. Inflasi inti di Jepang tidak memasukkan harga makanan segar, tapi termasuk energi. Di bursa, S&P/ASX 200 Australia turun sekitar 0,18% di awal sesi. Kontrak berjangka Nikkei 225 Jepang mengindikasikan pembukaan yang sedikit lebih lemah, dan futures Hang Seng Hong Kong juga berada sedikit di bawah penutupan terakhirnya, menandakan awal perdagangan yang cenderung berhati-hati di Asia.

Dari Wall Street, ketiga indeks utama AS hampir tidak bergerak pada sesi sebelumnya. Dow futures hanya naik sekitar 10 poin, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq-100 futures bergerak tepat di atas garis datar. Saham-saham teknologi menekan kinerja indeks di bulan November karena pasar mulai meragukan prospek keuntungan jangka panjang perusahaan-perusahaan AI. Meski begitu, sebagian investor justru melihat pelemahan ini sebagai peluang untuk berburu saham unggulan dengan valuasi lebih menarik, sambil berharap akan ada reli akhir tahun. Pasar saham AS tutup pada Kamis untuk Thanksgiving dan akan tutup lebih awal pada Jumat pukul 13.00 ET. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

11.27.2025

Solid Gold Berjangka | GBP/USD Lanjut Menguat Menjelang Libur Thanksgiving

 

Harga Emas hari ini - Pasangan mata uang GBP/USD terus naik selama lima hari berturut-turut hingga hari Kamis (27/11), naik sekitar 0,55% dan berhasil menembus level 1,3200. Pergerakan harga sekarang mendekati area rata-rata pergerakan jangka panjang yang penting, dan untuk sementara waktu tren masih dikuasai oleh pihak yang optimis terhadap penguatan Pound (bullish).

Pasar AS diperkirakan sepi hingga akhir minggu karena para pelaku pasar libur Hari Thanksgiving pada hari Kamis dan Jumat. Dari Inggris, tidak banyak data ekonomi penting yang dirilis. Namun, ada kekhawatiran mengenai anggaran pemerintah karena parlemen Inggris masih mencari cara untuk membiayai kebutuhan negara tanpa menambah defisit terlalu besar.

Menurut FedWatch Tool dari CME, pelaku pasar memperkirakan lebih dari 80% kemungkinan bahwa bank sentral AS (The Fed) akan kembali memangkas suku bunga sebesar 0,25% untuk ketiga kalinya berturut-turut pada pertemuan 10 Desember. Beberapa pejabat penting The Fed juga mulai menunjukkan sikap yang lebih dovish (lebih mendukung penurunan suku bunga), berbeda dengan sikap hati-hati mereka pada pertemuan sebelumnya. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id