1.26.2026

PT Solid | Emas Tembus $5.000: Kenapa Tiba-tiba Meledak?

 

Harga Emas hari ini - Emas naik melewati $5.000 per ons untuk pertama kalinya, melanjutkan reli kencang karena pasar global makin tidak tenang. Investor mulai menghindari obligasi pemerintah dan mata uang, lalu pindah ke aset “pelindung” seperti emas.

Kenaikan ini terjadi di awal perdagangan Senin, setelah emas melonjak 8,5% minggu lalu. Dorongan besar datang dari dolar AS yang melemah, sehingga harga emas terasa lebih murah bagi pembeli di luar AS.

Indikator dolar Bloomberg turun 1,6%, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak Mei. Saat dolar melemah, logam mulia biasanya lebih mudah naik karena permintaan global ikut terdorong. Di waktu yang sama, perak juga menyentuh rekor baru pada Senin.

Reli emas sekarang makin menegaskan perannya sebagai “termometer ketakutan” pasar. Dalam dua tahun terakhir, harga emas sudah lebih dari dua kali lipat. Setelah mencatat performa tahunan terbaik sejak 1979, emas masih lanjut naik 15% sepanjang tahun ini.

Pemicu utamanya adalah campuran risiko: ketegangan geopolitik yang meningkat, ketidakpastian arah kebijakan, serta kekhawatiran soal stabilitas institusi—yang bikin investor makin memilih strategi “jaga-jaga” dan keluar dari aset berisiko.

Pada 7:22 a.m. di Singapura, emas naik 0,8% ke $5,029.05 per ons. Perak naik 1,7% ke $104.9148. Palladium ikut naik, sementara platinum justru turun. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

1.23.2026

PT Solid Gold Berjangka | Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

 

Harga Emas hari ini - Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada saham-saham terkait chip dan kecerdasan buatan.

Sentimen didorong oleh komentar dari CEO Nvidia, Jensen Huang, di Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang memperkuat antusiasme investor terhadap tema AI. Performa terbaik di sektor teknologi termasuk Kioxia Holdings (8,6%), SoftBank Group (11,6%), Lasertec (5,8%), Disco Corp (17,1%), dan Advantest (5%). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang mundur dari level tertinggi historis karena investor terus menilai prospek fiskal negara tersebut.

Saham-saham lokal juga mengikuti kenaikan di Wall Street semalam setelah Presiden AS Donald Trump menolak menggunakan kekerasan untuk mengakuisisi Greenland dan mengurangi ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa menyusul kerangka kerja untuk perjanjian di masa depan. - PT Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

1.22.2026

Solid Gold Berjangka | Euforia Safe Haven : Emas Melonjak

 

Harga Emas hari ini - Harga emas kembali naik tajam pada hari Selasa (20/1) dan mencetak rekor baru, menembus level psikologis di atas $4.700 per ons. Kenaikan ini didorong gelombang "flight to safety" karena ketegangan geopolitik meningkat dan kekhawatiran perang dagang kembali menghantui pasar global.

Di pasar spot, emas naik lebih dari 3% ke sekitar $4.750/oz, setelah sempat menyentuh puncak intraday di $4.766,10/oz. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup 3,7% lebih tinggi menjadi $4.765,80/oz. Pergerakan ini menunjukkan permintaan emas tetap kuat meski harganya sudah berada di area yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Pemicunya datang dari kombinasi faktor risiko. Isu utama yang membuat pasar tegang adalah memanasnya kembali tensi AS รข€“ Eropa terkait Greenland, setelah Trump mengancam tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa. Situasi ini memperkuat suasana "risk-off", membuat investor mengurangi posisi di aset berisiko dan memindahkan dana ke instrumen defensif seperti emas.

Dolar AS yang melemah juga ikut memberi dorongan tambahan. Ketika dolar turun, emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih "murah" bagi pembeli dengan mata uang lain. Efek ini biasanya memperkuat reli logam mulia, apalagi saat pasar sedang sensitif terhadap berita geopolitik dan kebijakan dagang.

Selain itu, pasar juga masih membaca arah kebijakan suku bunga AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga membuat emas lebih menarik, karena emas tidak memberikan imbal hasil (yield). Saat suku bunga diperkirakan turun, "biaya peluang" memegang emas jadi lebih rendah.

Reuters melaporkan pasar memperkirakan kemungkinan dua kali pemangkasan 25 bps pada pertengahan 2026, dan perhatian bertambah setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi sinyal Trump bisa menunjuk ketua The Fed baru paling cepat minggu depan.

Perak ikut terdorong oleh gelombang safe haven dan reli logam mulia secara umum. Perak sempat mencetak rekor di $95,87/oz, sebelum turun tipis ke sekitar $94,37/oz karena aksi ambil untung setelah kenaikan cepat. Reuters juga mencatat perak melonjak besar sepanjang 2025, dan reli berlanjut pada awal 2026, sehingga volatilitasnya cenderung lebih "liar" dibanding emas.

Logam mulia lain bergerak beragam. Platinum naik sekitar 2,8% ke $2.440,94/oz, sementara palladium turun sekitar 0,7% ke $1.828,39/oz. Perbedaan arah ini menunjukkan pasar tidak hanya bergerak karena "tema safe-haven", tapi juga dipengaruhi faktor spesifik tiap logam, termasuk permintaan industri dan posisi spekulatif. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

1.21.2026

PT Solid Gold | Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit

 

Harga Emas hari ini - Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sentimen global tetap "berat" setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman tarif terkait sengketa Greenland, yang membuat pelaku pasar kembali masuk mode risk-off.

Trump menyatakan akan menerapkan tarif 10% mulai 1 Februari untuk barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, serta mengancam eskalasi menjadi 25% per 1 Juni bila tidak ada kesepakatan soal Greenland. Dari Eropa, respons mulai dipanaskan: sejumlah laporan menyebut Uni Eropa menimbang paket balasan, termasuk opsi menghidupkan kembali rencana tarif terhadap impor AS senilai รข‚¬93 miliar.

Di pasar valas utama, dolar melemah terhadap mata uang Eropa: EUR/USD bertahan di sekitar 1,1650 dan GBP/USD di area 1,3440 seiring euro dan sterling ikut diuntungkan dari meningkatnya premi risiko politik di kubu dolar. Sementara itu, USD/JPY bergerak di sekitar 158,00 tetap sensitif pada arus safe-haven di tengah tensi dagang dan AUD/USD pulih ke sekitar 0,6720 setelah dorongan dari data inflasi Australia yang lebih hangat dari perkiraan.

Untuk Kanada, USD/CAD berada di kisaran 1,3870 meski inflasi tahunan Kanada dilaporkan menguatรข€”pasar menilai headline geopolitik dan risiko perang dagang masih lebih dominan dalam membentuk arah dolar di awal pekan. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

1.19.2026

PT Solid | Pasar Saham Hong Kong Tertekan di Pembukaan, Sentimen Tarif AS Membayangi

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Hong Kong dibuka melemah tajam pada awal perdagangan Senin, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi perang dagang global. Tekanan datang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan rencana pengenaan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa, yang langsung memicu aksi jual di kawasan Asia.

Indeks acuan Hang Seng dibuka turun 203 poin atau sekitar 0,75% ke level 26.641. Pelemahan terjadi secara luas, dengan Hang Seng China Enterprises Index ikut terkoreksi 0,75%, sementara Hang Seng Tech Index melemah lebih dalam sebesar 0,77%. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya sikap risk-off pelaku pasar yang khawatir kebijakan perdagangan agresif AS dapat kembali mengganggu stabilitas ekonomi global.

Sektor teknologi menjadi salah satu yang paling tertekan pada awal sesi. Saham Alibaba Group mencatat penurunan terdalam dengan pelemahan sekitar 2,5%. Tekanan juga terlihat pada Meituan dan Xiaomi yang masing-masing turun 1,2%. Sementara itu, Tencent Holdings dan JD.com turut bergerak di zona merah meski dengan penurunan yang relatif lebih terbatas.

Sektor keuangan juga tidak luput dari tekanan. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti HSBC Holdings terkoreksi sekitar 1,1%, sedangkan AIA Group melemah 0,9%, mengikuti sentimen negatif pasar secara keseluruhan.

Di tengah pelemahan pasar, saham-saham pertambangan emas justru mencuri perhatian dengan penguatan signifikan. Lonjakan ini sejalan dengan harga emas global yang mencetak rekor tertinggi baru, didorong meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan perdagangan. Shandong Gold Mining memimpin penguatan sektor dengan kenaikan sekitar 2,5%, disusul Zhaojin Mining yang naik 2%.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati sambil mencermati perkembangan kebijakan tarif AS dan respons dari negara-negara mitra dagang, yang berpotensi menentukan arah pergerakan pasar Asia dalam waktu dekat. - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

1.15.2026

Solid Gold Berjangka | AUD Tertekan Lagi, Kenapa 0,6700 Sulit Ditembus?


 Harga Emas hari iniAUD/USD kembali melemah dan turun di bawah 0,6700 pada sesi Asia Kamis, bergerak di sekitar 0,6680. Tekanan muncul setelah ekspektasi inflasi konsumen Australia turun tipis ke 4,6% pada Januari dari 4,7% sebelumnya - sinyal bahwa persepsi kenaikan harga mulai sedikit mereda.

Dari sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia (RBA) masih menahan suku bunga di 3,6% dalam pertemuan Desember untuk ketiga kalinya. Inflasi memang sudah melandai dari puncak 2022, tetapi masih berada di atas target RBA 2–3%. Headline inflasi Australia tercatat 3,4% (YoY) pada November, level terendah sejak Agustus, namun belum cukup “aman” untuk mengubah sikap bank sentral secara cepat.

Sementara itu dari Amerika Serikat, data ritel memberi dukungan pada dolar. Penjualan ritel AS naik 0,6% pada November menjadi US$735,9 miliar, melampaui ekspektasi dan membaik dari Oktober yang sempat terkontraksi. Aktivitas konsumsi yang tetap kuat membuat pasar menilai ekonomi AS masih punya daya tahan.

Di sisi inflasi produsen, PPI AS juga terbilang kuat, dengan inflasi tahunan headline dan core berada di sekitar 3%. Kombinasi konsumsi yang solid dan tekanan harga dari sisi produsen membuat pasar semakin yakin The Fed tidak perlu buru-buru melonggarkan kebijakan, sehingga dolar cenderung tetap tertopang.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data initial jobless claims AS dan komentar pejabat The Fed. Dengan pengangguran AS yang turun ke 4,4% pada Desember, sejumlah pelaku pasar menunda proyeksi pemangkasan suku bunga—bahkan ada bank investasi yang menggeser ekspektasi pemotongan ke pertengahan tahun. Selama narasi “suku bunga AS bertahan lebih lama” masih dominan, AUD berpotensi tetap kesulitan menguat signifikan.

Inti Poin:

- AUD/USD turun lagi ke sekitar 0,6680 dan gagal bertahan di atas 0,6700.

- Ekspektasi inflasi konsumen Australia turun tipis ke 4,6% (Jan).

- RBA masih tahan suku bunga 3,6%; inflasi Australia masih di atas target 2–3%.

- Penjualan ritel AS naik 0,6% (Nov), memperkuat dolar.

- Data kuat AS mendorong ekspektasi The Fed menahan suku bunga lebih lama, menekan AUD. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

1.14.2026

PT Solid Gold | Dolar Australia Melemah, Pasar Mulai Ragu Kenaikan Suku Bunga

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) bergerak di sekitar $0,668, bertahan dekat level terlemah dalam dua minggu terakhir. Pasar masih menimbang apakah bank sentral Australia (RBA) benar-benar akan menaikkan suku bunga secepat Februari.

Peluang kenaikan suku bunga 25 bps pada Februari kini diperkirakan sekitar 27%, turun dari hampir 40% pekan lalu. Namun, pasar masih melihat peluang lebih besar untuk kenaikan suku bunga pada periode berikutnya—dengan sekitar 76% kemungkinan kenaikan terjadi paling lambat Mei.

Sejumlah data terbaru membuat pelaku pasar ragu-ragu. Inflasi November sedikit melunak dan kepercayaan konsumen menurun, sehingga keyakinan untuk kenaikan suku bunga cepat ikut berkurang. Sementara itu, lowongan kerja turun tipis 0,2% pada kuartal November, mengisyaratkan permintaan tenaga kerja masih stabil—tidak panas, tapi juga belum melemah tajam.

Di sisi lain, belanja rumah tangga November yang kuat bisa menjadi “pengganjal” penurunan inflasi. Kalau konsumsi tetap kencang, tekanan harga bisa bertahan lebih lama—dan ini yang bisa menghidupkan lagi ekspektasi RBA untuk bersikap lebih ketat.

Karena itu, arah AUD dan keputusan RBA kini sangat bergantung pada dua data kunci: rilis CPI kuartal IV yang akan keluar akhir bulan ini, serta laporan tenaga kerja Desember pekan depan. Jika inflasi inti (core) Q4 lebih tinggi dari perkiraan, tekanan untuk kenaikan suku bunga lebih cepat bisa kembali membesar.

5 Inti Poin:

- AUD di $0,668, dekat low 2 minggu.

- Peluang rate hike Februari turun ke 27% (dari -40% pekan lalu).

- Pasar masih lihat 76% peluang kenaikan suku bunga paling lambat Mei.

- Data campuran: inflasi melunak dan confidence turun, tapi belanja rumah tangga kuat.

- Penentu berikutnya: CPI Q4 akhir bulan dan data kerja Desember pekan depan.- PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id